Kunjungan Mahasiswa Ekonomi Islam UNHASY ke Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur di Surabaya

Kunjungan Mahasiswa Ekonomi Islam UNHASY Tebuireng Jombang ke Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur di Surabaya
Kunjungan Mahasiswa Ekonomi Islam UNHASY Tebuireng Jombang ke Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur di Surabaya

Apa kabar kawan blogger Jombang? The Jombang Taste kembali menyapa Anda dengan inspirasi pendidikan dari Kota Jombang. Kamis, 30 Maret 2017 lalu saya dan puluhan mahasiswa program studi Ekonomi Islam berkunjung ke Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah Jawa Timur di Kota Surabaya. Kegiatan ini adalah salah satu program kerja BEM Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asyari (UNHASY) Tebuireng Jombang. Saya sudah lama pensiun dari hingar-bingar organisasi mahasiswa UNHASY. Kali ini saya berangkat ikut company visit ke Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur karena ajakan kawan-kawan Ekonomi Islam satu angkatan. Apapun acaranya, kalau berangkat rame-rame pasti seru jadinya.

Kalau berkunjung ke pabrik coklat biasanya saya pulang dikasih oleh-oleh coklat. Kunjungan ke Bank Indonesia apakah akan memberikan oleh-oleh segepok uang tunai? Ternyata tidak. Semula saya membayangkan kunjungan studi ke Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur di Surabaya akan berlangsung secara sederhana seperti Company Visit ke Kampung Coklat dua tahun silam. Bayangan itu hilang saat kami diajak memasuki lantai tiga gedung Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur. Suasana ruang pertemuan sangat nyaman dan dilengkapi beragam fasilitas konferensi. Sebagai mahasiswa UNHASY yang jarang ketemu suasana begitu, kami semua tampak ndeso di hadapan beberapa staf Humas BI yang siang itu menyambut kami.

Diskusi mahasiswa Ekonomi Islam UNHASY dan perwakilan BI berlangsung seru. Diawali dengan presentasi singkat tentang sejarah Bank Indonesia dan fungsi BI dalam sistem perekonomian di Indonesia. Diskusi tersebut sebagian besar masih mengarah ke ekonomi konvensional. Sementara itu, saat kami membawa pembicaraan menjurus ke arah ekonomi Islam, pemateri dari BI justru tidak mampu menjelaskan dengan baik. Akhirnya kami berkesimpulan bahwa pemateri memang bukan berasal dari kalangan ekonomi syariah sehingga diskusi panel itu memiliki keterbatasan ruang lingkup pembahasan.

Bank Indonesia adalah bank sentral yang dimiliki oleh negara Republik Indonesia. Secara umum, bank-bank sentral di dunia memiliki tiga fungsi utama, yaitu: sebagai otoritas moneter, pengatur bank, dan pengatur sistem pembayaran. Namun khusus untuk bank sentral yang dimiliki negara Indonesia, Bank Indonesia tidak menjalankan fungsi pengatur bank sejak berdirinya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2013 lalu. Praktis, saat ini Bank Indonesia menjalankan dua fungsi saja, yaitu sebagai otoritas moneter dan sebagai penentu sistem pembayaran.

Gambar globe dengan tumpukan uang emas - gambar diambil dari Pinterest dot com
Gambar globe dengan tumpukan uang emas – gambar diambil dari Pinterest dot com

Fungsi Bank Indonesia

Dari penuturan narasumber, BI menjalankan fungsi makroprudensial, sedangkan OJK menjalankan fungsi mikroprudensial karena OJK mengawasi kinerja bank satu per satu. Tujuan tunggal Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Oleh karena itu, Bank Indonesia memiliki banyak cabang di kota-kota besar di Indonesia sebagai kantor perwakilan mereka dalam usaha mengendalikan tingkat inflasi. Kemudian lahir Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) hasil kerjasama BI dan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.

Secara umum saya terkesan dengan penyambutan Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur terhadap penelitian mahasiswa Ekonomi Islam UNHASY kali ini. Meski belum mampu menjawab semua pertanyaan mahasiswa, pihak Bank Indonesia telah menunjukkan itikad baik untuk memberikan kesempatan bagi akademisi berkunjung ke kantor mereka. Satu informasi lagi kami dapatkan dari kunjungan kami ke Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur di Surabaya mengenai event Indonesia Sharia’s Economics Festival (ISEF). ISEF sudah dilaksanakan beberapa kali di Surabaya sebagai ajang promosi potensi ekonomi syariah dalam roda perekonomian Indonesia.

Usai mengikuti diskusi dengan perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur, seperti biasa, kami mengabadikan momen penting ini dengan berfoto bersama. Saat menunggu di lobi BI, ingatan saya segera tertuju pada pengalaman saya sepuluh tahun silam bekerja di Kota Surabaya. Jalan raya sekitar Tugu Pahlawan yang mepet banget dengan Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur pernah saya lewati setiap hari antara April 2005 sampai Juli 2005. Dan saya bersyukur bahwa kehadiran saya di Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur beberapa bulan lalu menandakan saya sudah melewati banyak fase penting dan menantang dalam hidup.

Oh ya, mungkin Anda bertanya bagaimana prosesnya sehingga mahasiswa UNHASY Tebuireng bisa diterima di kantor Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur? Pengajuan proposal kunjungan sih standar saja. Hampir tidak berbeda dengan cara pengajuan company visit ke perusahaan swasta. Hanya saja Anda perlu merencanakan kunjungan ke Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur sejak jauh-jauh hari. Pihak BI yang akan menentukan tanggal berapa kunjungan Anda akan bisa dilakukan di sana. Semoga kunjungan ke Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur ini bisa menambah wawasan Anda mengenai ekonomi syariah. Sampai jumpa di artikel The Jombang Taste berikutnya.

Mereka yang menjadi kawan seperjuanganku
Mereka yang menjadi kawan seperjuanganku

3 Replies to “Kunjungan Mahasiswa Ekonomi Islam UNHASY ke Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur di Surabaya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *