Tips Memilih Topik Blog dan Menjadi Nomor Satu di Bidangnya

Masihkah ada kawan-kawan yang bingung perbedaan antara tema dan topik blog? Menurut guru bahasa saya, tema adalah gagasan pokok atau ide pikiran dalam menulis artikel. Sedangkan topik blog adalah penjelasan lebih rinci dari sebuah tema.

Atau bahasa sederhananya, satu tema terdiri dari beberapa topik yang membentuk satu tema tertentu. Contoh topik blog adalah bisnis, motivasi, kuliner, musik, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan dan lain-lain. Itu gambaran awalnya.

Ada satu fakta unik yang patut saya bagi. Saat ini banyak bermunculan blog dengan tema motivasi. Tapi kalau Anda mau mencermati, setiap blog motivasi memiliki kecenderungan masing-masing. Misalnya 3 blog yang menjadi perhatian saya dalam bidang motivasi. Continue reading “Tips Memilih Topik Blog dan Menjadi Nomor Satu di Bidangnya”

Energi Eksternal Yang Tidak Eternal

Pada posting sebelumnya saya sedikit membahas energi internal yang turut mendukung sebagian besar aktifitas ngeblog para blogger. Energi yang berwujud motivasi diri tersebut terbukti menjadi asset penting bagi kelanjutan karir ngeblog seseorang. Namun, tak lengkap rasanya bila tidak saya tulis lawan kata internal, yaitu eksternal. Memangnya ada energi eksternal? Pasti ada dong. Sadar atau pun tidak sadar, ia ada dalam aktifitas ngeblog Anda sehari-hari. Coba kita pelajari bersama.

Kalau energi internal mengarah kepada semangat pantang menyerah yang dimiliki blogger, maka energi eksternal berupa dukungan dari pihak luar (diminta ataupun tidak diminta) yang turut memperlancar langkah-langkah Anda menapaki rimba blogosphere dengan segala tantangannya. Continue reading “Energi Eksternal Yang Tidak Eternal”

Bermain Persepsi Otak Untuk Membangkitkan Energi Internal

Tetap aktif ngeblog di bulan puasa yang panas begini? Rasanya, cuma orang-orang yang beriman saja yang sanggup menjalaninya. Yang kesambet setan dijamin pada marah saat baca intro posting kali ini. Hahaha. Tapi benar kok, saya sendiri mengalami hal itu. Mau nulis satu paragraf saja harus nunggu waktu satu jam untuk mendapat mood yang baik.

Latar belakangnya nih, secara logika asupan gizi yang masuk ke tubuh tidak selancar biasanya. Protein yang menjadi makanan otak dibatasi dikonsumsi hanya pada waktu-waktu tertentu. Komposisi cairan tubuh pun tidak terpenuhi dengan jumlah seperti biasanya. Mana boleh ambil air es buat jadi teman waktu mau nulis di siang hari. Bisa-bisa di tertawakan kambing yang lagi maskeran. Continue reading “Bermain Persepsi Otak Untuk Membangkitkan Energi Internal”