Cegah Virus Corona, Pelajar Jombang Belajar di Rumah dan Tidak Bersekolah 14 Hari

gambar anak berbakti kepada orang tua
gambar anak pramuka berbakti kepada orang tua

Pemberitaan terkait dampak virus corona telah menyebar di berbagai platform media online maupun televisi sejak dua bulan terakhir. Bermula di Kota Wuhan, China, Covid-19 telah menyebar ke berbagai penjuru dunia dan mempengaruhi berbagai bidang kehidupan. Jakarta dan Solo adalah dua kota besar di Indonesia yang telah terdampak virus Corona. Instansi pendidikan, tempat wisata, dan sejumlah fasilitas umum ditutup. Beberapa kota lain menyusul melakukan lock down untuk mencegah penyebaran yang lebih luas terhadap virus Corona.

Keputusan menghentikan kegiatan belajar secara tatap muka di sekolah makin santer saat Minggu kemarin (15/03/2020) Gubernur Jawa Timur menyerukan himbauan agar para siswa belajar di rumah dan menghindari kerumunan massa. Bupati Jombang lantas merespons instruksi Gubernur Jawa Timur dengan mengeluarkan himbauan yang sama. Penulis berangkat mengajar di sekolah pagi ini dalam suasana tidak biasa. Para siswa sekolah dasar tampak resah. Mereka mengikuti perkembangan informasi terkini terkait penyebaran virus Corona. Mereka berulang kali menanyakan kapan sekolah diliburkan.

Kementerian Agama Kabupaten Jombang telah lebih dulu mengeluarkan himbauan meliburkan aktifitas belajar siswa di madrasah. Sementara itu pejabat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang belum merespons hingga pukul sembilan pagi. Penulis tidak dapat menjawab kegusaran para siswa sampai muncul surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang sekitar pukul 10.00 WIB. Dua lembaga Pemerintah di Kabupaten Jombang itu sepakat untuk memberlakukan ketentuan siswa belajar di rumah mulai besok Selasa, 17 Maret 2020 hingga Minggu, 29 Maret 2020.

Kegiatan siswa belajar tatap muka di sekolah atau madrasah dimulai lagi secara aktif pada Senin, 30 Maret 2020. Perlu diperhatikan oleh setiap orang tua dan wali murid bahwa siswa tidak diliburkan dari aktifitas pembelajaran. Mereka mendapat tugas belajar di rumah dengan bimbingan orang tua dan pengawasan guru secara jarak jauh dalam jaringan (daring). Siswa disarankan untuk berdiam di rumah dan tidak melakukan aktifitas liburan keluar rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Selama 14 hari ke depan, mereka akan mendapatkan tugas belajar jarak jauh dari guru kelas dan guru mata pelajaran. Sementara itu para guru tetap berkewajiban masuk kantor selama para siswa menjalankan home learning.

Gambar diambil dari www.suara.com
Gambar diambil dari www.suara.com

Pembelajaran di rumah atau home learning dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh teknologi komunikasi internet yang cukup. Penulis sangat terbantu keberadaan smartphone android yang memungkinkan penulis dapat berkomunikasi dengan murid dan orang tua murid melalui aplikasi WhatsApp (WA). Penulis telah mengelola Grup WA kegiatan keagamaan untuk para siswa di sekolah sejak tahun 2017. Melalui Grup WA itulah penulis memberitahukan jenis tugas keagamaan yang harus mereka kerjakan dalam dua pekan. Para siswa akan menerima satu buah tugas mata pelajaran setiap pekan. Sementara itu, tugas tematik diberikan guru kelas setiap hari melalui grup masing-masing kelas.

Penulis berinisiatif memberikan tugas membaca Alquran kepada para siswa. Mereka diharuskan membaca surat-surat pilihan dalam Alquran sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) setiap kelas pada semester ini. Sebagai bukti para siswa telah melaksanakan tugas, mereka harus mendokumentasikan kegiatan tersebut dalam bentuk video dengan bantuan orang tua atau wali murid di rumah. Selanjutnya, video tersebut dikirim ke nomor WA penulis melalui jalur pribadi (japri). Langkah ini penulis pilih mengingat tingkat melek teknologi murid dan orang tua murid disini sudah cukup baik.

Kriteria penilaian dalam tugas membaca Alquran di rumah adalah aspek tajwid, kelancaran, dan adab. Aspek adab meliputi tata cara berpakaian yang bersih, suci, menutup aurat, dan etika membaca Alquran. Setiap orang tua diharapkan dapat terlibat secara aktif dalam mendampingi putra-putri mereka belajar di rumah selama 14 hari. Orang tua juga perlu mengontrol pola belajar anak selama masa home learning sehingga setiap anak tidak mengalami jetlag saat kembali belajar di sekolah dalam kurun waktu dua pekan ke depan.

Penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka juga berlaku untuk pendidikan non formal. Sampai saat ini setidaknya penulis telah mengumumkan kegiatan belajar di rumah untuk santri Taman Pendidikan Alquran Al Mujahiddin, Sanggar Genius, dan Sanggar Alquran Yatim Mandiri. Penghentian ini penulis lakukan sesuai himbauan dari instansi terkait. Semoga wabah virus corona ini segera hilang dan murid-murid dapat kembali belajar dan bermain di sekolah dengan riang. Bagaimanapun canggihnya sistem pembelajaran secara online, tidak ada yang bisa menggantikan sisi kemanusiaan yang guru berikan kepada setiap murid secara personal. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah kejadian ini.

Bagikan tulisan ini:

5 Replies to “Cegah Virus Corona, Pelajar Jombang Belajar di Rumah dan Tidak Bersekolah 14 Hari”

  1. Ada untungnya murid2 belajar di rumah. Kalo mereka masuk sekolah justru khawatir penyebaran virus semakin tdk terkendali. Mdh2an kita selalu diberikan kesehatan oleh Allah.

  2. Semoga virus corona segera hengkang dari NKRI. Kejadian ini menjadi tamparan kita semua bahwa selama ini kita terlalu meremehkan hal-hal yang kecil. Tuhan telah menegur kita agar kembali kepada-Nya.

  3. Masih lebih asyik belajar di sekolah. bisa bertemu dengan guru-guru dan bermain dengan teman-teman. Sekolah juga bikin kita dapat uang saku sedangkan kalau di rumah dimarahin melulu sama mama.

  4. Kita semua tidak menyangka dampak wabah virus korona akan seperti ini. Mungkin kita terlalu besar kepala dengan optimis bahwa sinar matahari bisa membunuh virus. Tapi… tampaknya virus korona sudah berevolusi menjadi lebih kebal dan lebih pintar untuk bertahan hidup di kawasan negara tropis. Waspada sajalah dan kita berdiam diri di rumah daripada terkena dampak yang lebih mengkhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *