Serunya Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Pramuka Penggalang Kwarran Mojowarno Kwarcab Jombang

Fun Games Gerakan Pramuka Siaga
Fun Games Gerakan Pramuka Siaga – Lomba Rally Karet Gelang

Pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Mojowarno Kwartir Cabang (Kwarcab) Jombang mengadakan kegiatan Perkemahan Sabtu dan Minggu (Persami) untuk anggota Pramuka Penggalang di Lapangan Kecamatan Mojowarno. Kegiatan Persami tersebut dimulai pada Sabtu, 23 November 2019 dan berakhir pada Minggu, 24 November 2019.

Rangkaian acara Persami Pramuka Penggalang di Kecamatan Mojowarno diawali dengan kegiatan Gebyar Sholawat Al Banjari bersama 1000 orang jamaah dari unsur pelajar sekolah dasar dan guru sekolah dasar se-Kecamatan Mojowarno. Acara Gebyar Sholawat Al-banjari dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 10.00 WIB.

Kegiatan Gebyar Sholawat Al Banjari bersama para pelajar sekolah dasar se-Kecamatan Mojowarno berakhir pada pukul 10.00 WIB. Selanjutnya dilaksanakan acara pembukaan perkemahan Sabtu dan Minggu Pramuka Penggalang Kecamatan Mojowarno pada Sabtu (23/11/2019) pukul 14.00 WIB.

Para peserta mengikuti acara pembukaan Persami dengan khidmat. Sejumlah guru pun mengikuti acara pembukaan Persami Pramuka Penggalang. Mereka mengikuti acara pembukaan Persami dengan gembira meskipun siang hari itu cuaca di langit Mojowarno sangat panas.

“Duh, panas sekali. Tapi saya ingin ikut upacara pramuka,” ujar Satria, murid kelas 4 SDN Latsari yang baru pertama kali mengikuti perkemahan.

Kuis Pramuka

Usai pelaksanaan upacara pembukaan Persami, tiba waktunya kuis pramuka dilaksanakan di lapangan terbuka. Setiap peserta mengikuti kegiatan kuis Pramuka dengan gembira. Acara kuis pun berlangsung dengan meriah. Seluruh anggota pramuka penggalang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu regu putra dan putri.

Masing-masing regu bersaing dengan regu sesama untuk mendapatkan jawaban yang benar. Seorang anggota pramuka penggalang yang paling terakhir berdiri adalah orang yang paling banyak menjawab benar untuk setiap pertanyaan yang diberikan oleh Kakak Pembina Pramuka.

“Permainan tadi seru. Tapi sayangnya saya tidak bisa menjawab soal dengan benar,” demikian dikatakan Ari, murid kelas 5 SDN Penggaron.

Api Unggun Perkemahan

Kuis pramuka selesai dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB. Pemenang kuis ini adalah murid SDN Catakgayam 1. Para peserta kegiatan Persami diberikan waktu untuk beristirahat, mandi, sholat, dan makan. Setelah sholat jamaah maghrib, acara selanjutnya adalah upacara api unggun. Peserta persami tampak penasaran dengan api unggun yang menyala di tengah lapangan. Mereka mengikuti upacara api unggun dengan antusias.

“Api unggunnya kok kecil, kak?” tanya Raffi di sela-sela acara api unggun. Patut disayangkan persiapan panitia persami kali ini tidak maksimal.

Lomba Sholawat Al Banjari dilaksanakan usai upacara api unggun. Lomba sholawat al banjari diikuti oleh 22 sekolah dasar di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Acara lomba Sholawat Al Banjari berakhir pada pukul 22.00 WIB. Para peserta pun diberikan waktu untuk tidur di dalam tendanya masing-masing.

Meskipun demikian, anak-anak itu tidak bergegas tidur sampai dengan pukul satu dini hari. Penulis bertugas jaga malam di depan tenda regu putra. Meski dijaga orang dewasa, mereka asyik bermain dengan teman-teman mereka di dalam tenda maupun di luar ruangan sekitar tenda regunya.

“Tidur di luar tenda sambil melihat bintang ternyata sangat asyik ya,” ujar Alvino, peserta perkemahan dari SDN Mojowangi 1.

Penjelajahan Alam

Kegiatan Persami pada hari kedua berlangsung pada Minggu, 24 November 2019. Usai melaksanakan shalat jamaah subuh dan sarapan pagi, setiap peserta perkemahan mengikuti senam bersama. Senam bersama dilakukan dengan instruktur di atas panggung.

Setelah mengikuti senam pagi, para peserta bersiap untuk melakukan penjelajahan alam. Setiap regu putra maupun regu putri harus melewati rute yang telah ditentukan oleh Kakak Pembina. Mereka pun berkesempatan untuk menjelajahi area persawahan di sekitar Lapangan Kecamatan Mojowarno.

Bagian paling seru dari kegiatan penjelajahan alam Pramuka Penggalang ini adalah saat setiap anggota regu penggalang itu harus membiarkan teman mereka melumuri wajahnya dengan lumpur. Bukan hanya melumuri wajah dengan lumpur, setelah itu mereka pun harus merayap di atas tanah berlumpur yang becek.

Alhasil, badan dan pakaian mereka pun berjibaku dengan lumpur basah. Tidak ada lagi wajah cantik dan ganteng yang tampak pada diri peserta penjelajahan alam. Mereka semua memiliki kesamaan sebagai anggota pramuka yang mencintai tanah air dan bangsa.

“Awalnya sih terasa jijik. Tapi lama-lama terbiasa juga. Teman-temanku juga pakai bedak lumpur kok. Nggak sendirian lah,” demikian ucap Davida, peserta penjelajahan alam dari regu putri SDN Penggaron.

Permainan Alam Terbuka

Setiap pos penjelajahan alam mewajibkan setiap peserta untuk melakukan tugas tertentu. Tugas itu misalnya menghitung jumlah tiang listrik yang dilalui sepanjang jalan dari rute awal hingga pos 1. Selain itu, mereka juga harus menghitung jumlah langkah kaki yang telah mereka buat selama menempuh perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Tantangan paling menarik adalah ketika mereka harus memindahkan sebuah batu dengan menggunakan prinsip kerjasama tim. Setiap regu harus mampu memindahkan sebuah batu dengan hanya menggunakan seutas tali yang bertumpu pada sebuah lingkaran kecil. Terdapat sepuluh utas tali yang ujungnya menyatu dan mampu memindahkan sebuah batu yang memiliki beban cukup berat.

Bagian terakhir dari penjelajahan alam adalah menyiram wajah setiap peserta dengan air bersih supaya lumpur dan tanah yang melapisi wajah dan tubuh mereka berkurang. Meski telah dibilas dengan air bersih, para peserta penjelajahan alam ini masih memiliki tubuh yang kotor. Inilah kesempatan bagi panitia untuk melibatkan guru sekolah, guru pendamping, maupun kakak pembina di sekolah masing-masing untuk ikut berjibaku dengan kotoran lumpur.

Mereka saling berpelukan dan meluapkan rasa bangga mereka karena telah berhasil melalui salah satu tantangan yang tidak mudah. Anak-anak itu pun merasa senang karena memiliki pengalaman menjelajahi alam sekaligus bermain di luar ruangan secara bebas. Selama dua hari itu mereka telah lupa bermain menggunakan alat-alat teknologi yang canggih seperti smartphone yang biasa mereka mainkan setiap hari.

“Acara berkemah yang menyenangkan. Saya mau ikut lagi tahun depan,” pungkas Evan Maulana, anggota regu Garuda yang terlihat bersemangat dari awal acara hingga usai.

Semoga kegiatan perkemahan Sabtu dan Minggu Pramuka Penggalang ini bisa membantu setiap peserta memiliki kepribadian yang mandiri, berjiwa kolaboratif, bertanggung jawab, selalu bergembira, dan optimis dalam menjalani kehidupan ini. Sampai jumpa di acara Persami Pramuka Penggalang Kwarran Mojowarno tahun depan.

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Serunya Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Pramuka Penggalang Kwarran Mojowarno Kwarcab Jombang”

  1. Salam kenal Kak Agus. Saya juga pembina Pramuka Penggalang di kecamatan Mojoagung. acara seperti ini sangat bagus sekali untuk dilakukan supaya anak-anak tidak kecanduan bermain Smartphone.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *