5 Unsur Pokok Variasi Berbicara di Depan Umum

Ngemsi di Acara Buka Puasa Mbah Bolong Bersama Anak Yatim Parimono
Ngemsi di Acara Buka Puasa Mbah Bolong Bersama Anak Yatim Parimono

Salah satu syarat komunikasi efektif dalam berinteraksi dengan masyarakat adalah kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking. Berbicara di depan publik membutuhkan pelatihan secara berulang. Hampir semua jenis profesi membutuhkan kemampuan public speaking yang baik. Mulai dari pengacara, guru sekolah, pejabat publik, wartawan, hingga profesi ibu rumah tangga. Sayangnya, tidak semua orang mampu melakukan keterampilan berbicara di depan umum. Beberapa unsur pokok variasi berbicara di depan umum adalah sebagai berikut.

1. Nada

Nada berbicara memberikan pengaruh baik dan buruk terhadap kesan pembicaraan. Pembicaraan dengan nada semangat dapat menggugah lawan bicara untuk lebih giat mengambil tindakan. Sebaliknya, pembicaraan dengan nada pelan atau rendah dapat menenangkan dan memberi kenyamanan pada lawan bicara.

2. Kecepatan

Kecepatan berbicara di depan umum patut diperhatikan mengingat ragam usia audiens atau lawan bicara. Perbedaan sosial budaya lawan bicara turut mempengaruhi ketepatan berbicara secara cepat maupun lambat. Contoh sederhana dalam hal ini adalah cara berbicara di depan masyarakat Ambon tentu berbeda dibanding masyarakat Solo.

3. Tekanan

Tekanan kalimat dalam pembicaraan memberikan makna penting dan tidaknya sebuah ucapan. Tidak masalah jika Anda memberikan penekanan terhadap beberapa kata atau frasa kata ketika mengucapkan sebuah kalimat. Namun tidak elok jika setiap kata dalam kalimat yang diucapkan Anda gunakan tekanan kata.

4. Volume

Volume adalah tinggi dan rendahnya suara yang Anda hasilkan ketika berbicara dengan orang lain. Pembicaraan di depan masyarakat umum yang dilakukan di luar ruangan pada umumnya membutuhkan volume suara tinggi. Sebaliknya, presentasi di dalam ruangan dengan sedikit audiens memerlukan volume suara yang lebih rendah.

5. Sikap

Sikap berbicara di depan publik berhubungan dengan norma-norma kesopanan dan adat-istiadat setempat. Tak etis bila Anda berbicara di depan umum dengan keadaan berkacak pinggang karena hal itu menunjukkan perilaku sombong. Kurangi melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu saat Anda berbicara di depan umum.

Semoga terinspirasi!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *