Ketika Jumlah Anak Yatim Bertambah Banyak

Keceriaan Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang di Parimono tahun 2017
Keceriaan Motif Baju Batik pada Acara Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang di Parimono tahun 2017

Pekerjaanku sebagai guru keagamaan dan guru sanggar Genius mengharuskanku mengenal banyak keluarga unik. Salah satu jenis keluarga yang sering ku datangi adalah keluarga tanpa kepala keluarga laki-laki atau masyarakat menyebut sebagai keluarga anak yatim. Setelah kematian seorang bapak, anak-anak yatim di desa tempat tinggalku biasanya sadar diri untuk ikut les di sanggar genius. Sepertinya imej yang melekat pada diriku adalah tukang ngramut anak yatim.

Selama dua minggu terakhir ini terjadi kejadian tidak biasa. Telah meninggal empat pria di dusun sini. Tiga diantara pria tersebut adalah wali muridku. Alhasil, telah bertambah 5 anak yatim dalam waktu 2 minggu terakhir. Mereka inilah yang akan bergabung dengan 11 anak didik sanggar genius yatim mandiri. Sanggar Genius adalah salah satu program pendidikan luar sekolah untuk anak yatim yang digagas oleh Yayasan Yatim Mandiri. Sanggar Genius Al Mujahiddin telah berdiri di Dusun Guwo sejak tahun 2010, lama sebelum aku pulang kampung.

Dua minggu ini aku pun bolak-balik takziyah. Murid-murid membawa beras dan mengadakan doa bersama di rumah duka. Aku bersyukur memiliki murid-murid yang mampu berkawan secara akrab. Kedekatan hubungan mereka sangat membantu terciptanya suasana kondusif saat salah satu kawan mereka tertimpa bencana. Bahkan anak didik sanggar genius biasanya segera memberi rekomendasi sesama anak yatim untuk ikut les di sanggar di bawah bimbinganku. Tumbuhnya kesadaran diri untuk membentuk komunitas bukanlah sebuah paksaan. Mereka telah melalui masa-masa kecil yang luar biasa. Kesamaan nasib mendorong mereka bergabung dalam sebuah langkah bersama.

Tak kunjung mendapat jodoh tapi malah sibuk merawat anak yatim. Aku menganggap ini sebuah takdir. Aku tidak pernah ambil pusing apa kata orang. Biarlah mereka bermain dengan opini diri mereka sendiri. Itu hak mereka. Aku hanya menuruti apa yang sesuai kehendak hatiku. Anak-anak yatim yang kuajar dalam berbagai kesempatan adalah pelipur segenap lara. Memandang mereka akan mengingatkanku bahwa hidup ini terlalu eman untuk disia-siakan. Apapun yang dikatakan orang tentang caraku mendidik anak yatim, itulah bunga-bunga kehidupan.

Bagikan artikel ini melalui:

11 Replies to “Ketika Jumlah Anak Yatim Bertambah Banyak”

  1. Super sekali! Saat bnyk anak muda bergelimpang kehidupan hedonisme, mas agus malah memilih jalan tidak biasa. Salut!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *