Keunikan Aneka Fungsi Seni Tari Daerah di Nusantara

Sholawat Seribu Rebana dan Musik Patrol di Hari Lahir UNHASY Tebuireng ke-49
Sholawat Seribu Rebana dan Musik Patrol di Hari Lahir UNHASY Tebuireng ke-49

Halo sobat blogger pembaca The Jombang Taste! Indonesia memiliki ribuan tari daerah yang unik dan mewakili ciri khas daerahnya. Tahukah kalian bahwa setiap taru daerah memiliki fungsi tertentu. Berdasarkan fungsinya, seni tari dalam kehidupan masyarakat adalah digunakan dalam kepentingan upacara, seni tari sebagai hiburan, seni tari sebagai pertunjukan, dan seni tari sebagai media pendidikan.

Seni tari sebagai kepentingan upacara

Fungsi tari sebagai sarana upacara terbagi menjadi tiga yaitu sebagai sarana keagamaan, sebagai sarana upacara adat yang berkaitan dengan peristiwa alam, dan sebagai sarana upacara adat yang berkaitan dengan peristiwa kehidupan manusia.

Seni tari sebagai sarana upacara keagamaan menempatkan seni tari sebagai sarana persembahan dalam rangka hubungan spiritual dengan yang disembah. Contoh tari daerah yang digunakan dalam upacara keagamaan adalah Tari Pedet dan Tari Keris dari Bali. Tari Pendet adalah tari tunggal yang diperagakan oleh wanita yang belum menikah dan harus dalam keadaan suci karena fungsinya sebagai persembahan kepada Dewa.

Selanjutnya, seni tari daerah digunakan sebagai sarana upacara adat yang berkaitan dengan peristiwa alam. Dalam hal ini seni tari dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi karena alam. Contoh tari daerah yang digunakan dalam upacara adat adalah Tari Seblang dari Banyuwangi. Tari Seblang adalah tarian yang diperagakan oleh seorang wanita saat upacara panen padi dan lain-lain.

Selain itu, seni tari dapat juga digunakan sebagai sarana upacara adat yang berkaitan dengan peristiwa kehidupan manusia. Dalam hal ini fungsi seni tari dihubung-hubungkan dengan peristiwa yang erat hubungannya dengan keberadaan hidup manusia, seperti kelahiran, kematian, perkawinan, khitanan dan lain-lain. Contoh seni tari daerah yang digunakan dalam upacara adat yang berhubungan dengan kehidupan manusia adalah upacara pembakaran mayat di Bali yang disebut ngaben.

Seni tari sebagai hiburan

Sebagai sarana hiburan, seni tari daerah hanya menitikberatkan kepada pemberian kepuasaan batin tanpa ada tujuan lain yang lebih dalam, sehingga dalam hal ini fungsi tari sangat ringan nilainya. Contoh seni tari daerah sebagai hiburan adalah tari joged dari Bali merupakan tari pergaulan.

Seni tari sebagai seni pertunjukkan

Sebagai seni pertunjukkan, maka seni tari harus disajikan secara khusus, karena akan dipertunjukkan atau dipertontonkan pada sekelompok orang. Penyajiannya harus memperhatikan nilai-nilai artistik atau keindahan sehingga penonton dapat memperoleh kepuasan batin serta berkembang pengalaman estetisnya.

Seni pertunjukan ini biasanya ditujukan kepada tamu khusus, misalnya tamu negara. Contoh seni tari daerah yang berfungsi sebagai pertunjukan adalah Tari Angguk yang dibawakan oleh seniman masyarakat Pegunungan Dieng. Tarian tersebut tidak dilakukan pada semua waktu. Tari Angguk hanya dipertontonkan pada penyambutan pejabat Pemerintah yang dianggap penting dan pantas dihormati.

Seni tari sebagai sarana pendidikan

Pendidikan seni berfungsi untuk mengembangkan perasaan estetis melalui apresiasi dan pengalaman berkarya yang kreatif. Tujuan pendidikan seni adalah meningkatkan kemampuan berapresiasi dan berkarya kreatif, untuk itu pendidikan tari harus melibatkan proses kreatif dan apresiasi yang dapat memacu koordinasi pikiran, perasaan, serta tingkah laku.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda mengenai kekayaan budaya Nusantara. Mari lestarikan ragam tari daerah Indonesia!

3 Replies to “Keunikan Aneka Fungsi Seni Tari Daerah di Nusantara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *