Keunikan dan Pesan Moral Seni Teater Daerah di Indonesia

Kesenian tradisional Jombang
Kesenian tradisional Jombang

Halo sobat blogger Jombang dan pembaca artikel The Jombang Taste! Tahukah kalian bahwa setiap pertunjukan seni teater daerah di Indonesia memiliki keunikan dan pesan moral sendiri-sendiri? Keunikan suatu teater daerah terletak pada tata gerak, tata busana, tata musik, dan penyajiannya. Gerakan seni teater daerah di Nusantara bermacam-macam. Mulai dari gerak lembut dan dan bertempo pelan, sampai dengan gerak dinamis dan menghentak-hentak. Masing-masing jenis gerak teater daerah menggambarkan karakter masyarakat tersebut.

Sedangkan pesan moral yang terkandung dalam seni teater daerah adalah suatu amanat yang mengandung nilai-nilai moral dan berisi nasehat-nasehat dalam suatu kehidupan. Amanat seni teater daerah pada umumnya mengajarkan semangat hidup gotong-royong, memelihara perilaku kejujuran, menghargai perbedaan, dan kepedulian terhadap sesama. Misalnya, seni teater daerah Seudati dari Aceh menggambarkan pentingnya masyarakat berlaku jujur dan selalu mengingat Tuhan dalam setiap perbuatan.

Menurut MGMP Seni Budaya Kabupaten Jombang, sikap apresiatif merupakan sikap yang bersifat menilai kebaikan dan keunggulan sebuah sajian seni. Didalam memberikan nilai, tentunya dapat menunjukkan hasil penilaian dari sesuatu hal yang dinilai. Sikap apresiatif masyarakat terhadap karya seni teater daerah dapat dilakukan dengan mengunjungi dan menyaksikan berbagai pertunjukan teater daerah, baik di gedung-gedung kesenian maupun melalui acara hiburan di televisi. Hal yang perlu di apresiasikan dalam karya seni teater adalah keunikan dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Keunikan tersebut dapat berasal dari tata gerak seni teater daerah. Contohnya, seni teater dari Bali yang unsur esensialnya adalah tari merupakan kombinasi dari seni drama dan seni tari yang memiliki nilai estetika tinggi. Kalau di pandang dari sisi gerak dan mimik, sungguh indah dan unik gerakan tubuh, teriakan, dan dekapan kaki ke tanah para seniman Bali. Sedankan secara ritmis, seni teater tradisional Bali merupakan pembebasan atau ketidaksadaran yang otomatis, unik dan indah. Begitu juga dengan musik dan tata busana seni teater daerah Bali yang unik dan tidak berkiblat pada budaya lain.

Seni teater daerah juga mengungkapkan pesan moral seni teater daerah setempat. Pesan moral dapat diketahui lewat amanat dalam suatu cerita yang dipertunjukkan. Misal kisah Ramayana yang merupakan teater daerah Jawa Tengah, cerita ini mengandung pesan moral yang tinggi. Kisah ini mengungkapkan pesan moral agar setiap manusia selalu. mengedepankan kebenaran, kesucian, dan kejujuran. Teater Ramayana juga menyimpan simbol kesetiaan seorang istri terhadap suaminya.

Dalam mengungkap pesan moral hendaknya para siswa penuh apresiatif. Karena dalam mengungkapannya, pesan moral ini bisa melalui simbol-simbol atau tokoh-tokoh cerita tersebut. Contoh simbol-simbol moral dalam wayang topeng muncul melalui warna topeng yang melukiskan watak, seperti warna merah yang menunjukkan watak keras dan kasar; putih melambangkan keangkuhan; hijau melambangkan kebijaksanaan dan rendah hati; merah jambu menunjukkan watak yang licik; kuning melambangkan keluguan, dan sebagainya.

Sikap ekspresi merupakan ungkapan yang dilakukan untuk mengeluarkan aspirasi yang ada dalam diri kita. Setelah kita mengapresiasikan maka kita bisa mengekspresikan dengan menampilkan teater rakyat yang sering dilakukan tanpa panggung. Jika biasanya Anda hanya melihat teater daerah melalui tayangan televisi, Anda pun bisa merasakan langsung serunya menjadi pemain teater betulan. Teater daerah Nusantara yang dapat diperagakan di dalam kelas antara lain Bancak Doyok dari Jawa Tengah, Kentrung dari Jawa Tengah, Wayang topeng Malang, dan Mamanda dari Kutai Kartanegara.

Masih menurut MGMP Seni Budaya Kabupaten Jombang, untuk menampilkan teater di depan kelas juga dibutuhkan beberapa persiapan antara lain membuat kelompok kerja atau tim untuk pertunjukkan, memilih cerita yang akan ditampilkan, melakukan pembagian tugas yang jela, dan melakukan latihan. Latihan seni teater meliputi dialog, gerak, penyutradaraan bloking, penataan ruang pentas, latihan penutup penampilan, dan sebagainya. Hal-hal tersebut merupakan unsur seni teater yang sering mempengaruhi kesuksesan pagelaran seni. Semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi bagi Anda untuk lebih mencintai seni budaya daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *