Muhsin Ks dan Pemikiran Tokoh Pesantren di UNHASY

gambar kampus universitas hasyim asyari tebuireng jombang
gambar kampus universitas hasyim asyari tebuireng jombang

Drs. Muhsin Ks, MAg. adalah dosen tetap mata kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren di Universitas Hasyim Asyari (UNHASY) Tebuireng Jombang. Pak Muhsin, demikian beliau biasa dipanggil, bagi saya merupakan sosok yang inspiratif. Kendati kawan-kawan mahasiswa UNHASY sering menirukan gaya berbicara beliau yang unik, saya tetap menganggap Pak Muhsin sebagai sosok yang berpengalaman dalam kehidupan pesantren dan patut diteladani.

Pak Muhsin saat ini menjabat sebagai Bendahara Yayasan Pesantren Tebuireng dan banyak terlibat dalam proses pembangunan kompleks gedung baru UNHASY yang terletak di bagian belakang kampus UNHASY. Setiap kali beliau mengajar mata kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren, bisa dipastikan saya selalu hadir. Kehadiran Pak Muhsin selalu membawa motivasi tersendiri bagi saya. Selalu ada inspirasi yang bisa saya dapatkan setelah mengikuti kelas kuliah Pak Muhsin.

Salah satu kalimat yang populer di kalangan mahasiswa UNHASY, terutama bagi Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi adalah, mahasiswa harus bisa tampil menyenangkan dan menenteramkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa yang kelakuannya ‘menjijikkan’ adalah bukti kegagalan proses pendidikan. Nah, kata menjijikkan inilah yang sering menjadi bahan tertawaan dalam guyonan teman-teman di kampus.

Mata kuliah Pemikiran Tokoh-tokoh Pesantren seolah menjadi sisi unik kampus UNHASY yang lebih dulu dikenal sebagai IKAHA. Dan Pak Muhsin mampu menjelaskan dengan baik bagaimana para tokoh pesantren jaman dulu mengajarkan para santri untuk menekuni ilmu agam sekaligus ilmu pengetahuan umum. Para sesepuh pesantren memiliki visi memandang jauh ke depan terhadap masa depan santrinya. Kemampuan weruh sak durunge winarah memang benar dimiliki.

Cara mengajar Pak Muhsin yang tidak berkenan ada mahasiswanya berbicara pada saat beliau menerangkan memang terkesan kuno dan arogan. Tapi memang itulah cara terbaik yang perlu dilakukan agar motivasi bisa diterima mahasiswa teknik yang pada umumnya hiperaktif. Secara keseluruhan, kehadiran Pak Muhsin menjadi obat penawar bagi mental yang sedang down sekaligus memberi penyegaran pemikiran agar selalu bersemangat dalam menjalani hidup.

Semoga terinspirasi!

  • Government Develops Pesantren in Border Regions
  • Raising the appreciation for seeking knowledge and memorization

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

4 thoughts on “Muhsin Ks dan Pemikiran Tokoh Pesantren di UNHASY”

  1. Gus Muhsin adalah contoh warga Tebuireng yang sederhana hidupnya namun giat memperjuangkan nama besar Tebuireng. Salam saya ke beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *