Baru Ditemukan! Situs Petirtaan Sumberbeji Menjadi Tempat Wisata Sejarah Terbaru di Jombang

Tempat wisata sejarah di Jombang bukan hanya Candi Arimbi, Sendang Made, Petilasan Dewi Kili Suci, dan Situs Watugaluh saja. Selama dua bulan terakhir ini masyarakat Kabupaten Jombang dihebohkan dengan penemuan situs bersejarah Petirtaan Sumberbeji. Petirtaan adalah tempat mandi para raja dan keluarganya. Obyek wisata Petirtaan Sumberbeji berada di Dusun Sumber Beji Desa Kesamben Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Inilah obyek wisata sejarah terbaru yang ada di Kota Jombang.

Lokasi Sumberbeji

Secara geografis, lokasi obyek wisata situs petirtaan Sumberbeji berada di batas Desa Badang dan Desa Kesamben. Keberadaan situs pertirtaan ini malah lebih dekat dengan Dusun Wedani Desa Badang Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Tempat wisata terbaru di Jombang Selatan ini berada di tengah persawahan dan cukup jauh dari pemukiman warga Dusun Sumber Beji. Sebaliknya, warga Dusun Wedani malah lebih mudah menjangkau lokasi tempat wisata terbaru di Jombang ini.

Senin, 14 Oktober 2019 kemarin penulis berkunjung ke tempat wisata Sumber Beji. Tempat wisata sejarah ini sebenarnya sudah sering penulis lewati ketika berkunjung ke beberapa wilayah yang ada di sekitar Desa Kesamben. Namun selama bertahun-tahun melewati lokasi tersebut, penulis tidak tahu bahwa dibalik rimbunnya pohon-pohon besar di tengah sawah Sumberbeji terdapat sebuah mata air yang mengalirkan air cukup deras. Mata air itu dikenal sebagai Sumber Beji. Sumber air Sumberbeji mampu mengairi sawah penduduk di sekitar Desa Kesamben.

Cerita Hikayat Raja Arief Imam - Wedding ilustration by Hidayat Said
Cerita Hikayat Raja Arief Imam – Wedding ilustration by Hidayat Said

Penemuan Benda Bersejarah

Penemuan situs petirtaan Sumberbeji dilakukan secara tidak sengaja oleh warga setempat. Berawal dari inisiatif puluhan pemuda Sumberbeji untuk melakukan kegiatan bersih-bersih desa pada bulan Agustus 2019 lalu maka tempat petirtaan Sumber Beji mulai diperhatikan. Atas saran dari salah satu sesepuh desa setempat maka para pemuda itu membeli minuman dawet untuk dijadikan sedekah. Minuman dawet menjadi konsumsi peserta kegiatan membersihkan sumber air di Sumber Beji. Sebagian minuman dawet itu di diguyurkan pada mata air. Menurut kepercayaan masyarakat setempat sumber air itu memiliki nilai tuah dan dikeramatkan.

Usai dilakukan kegiatan bersih desa di sumber air, entah bagaimana awal mulanya mata air itu mengeluarkan air sangat deras. Volume debit air semakin bertambah sehingga warga pun berinisiatif untuk melakukan pengerukan. Tidak disangka warga Sumberbeji menemukan benda-benda bersejarah. Sampai saat ini telah ditemukan sedikitnya 4 buah potongan arca di obyek wisata sejarah situs petirtaan Sumberbeji. Sementara itu, arca Garuda masih melekat pada bagian di dasar kolam petirtaan Sumberbeji. Para petugas Museum Trowulan masih meneliti muatan informasi yang terkandung di dalam potongan arca Sumberbeji.

Selain arca bersejarah, situs petirtaan sumberbeji Jombang memiliki koleksi batu bata yang berukuran sangat besar dibanding batu bata buatan manusia modern. Masyarakat setempat menduga mata air Sumber Beji pada zaman dulu menjadi tempat peristirahatan bagi keluarga raja dari kerajaan Majapahit. Bahkan menurut mereka, penemuan arca garuda di Sumber Beji terbilang langka. Arca Garuda ini hanya ditemukan di empat lokasi di Jawa Timur. Dan istimewanya adalah sumberbeji merupakan salah satu dari empat lokasi tersebut.

Penulis berkunjung ke Sumberbeji dan mendapati kenyataan bahwa sebagian besar lokasi obyek wisata bersejarah di Jombang ini masih tertutup air ataupun tanah berlumpur. Warga sekitar lokasi pun sepertinya belum memiliki inisiatif untuk memperbaiki kebersihan lingkungan wisata sejarah di Jombang ini. Pedagang lokal menjajakan barang-barang menjajakan barang-barang dagangan mereka secara semrawut dan tidak teratur.

Menggali Informasi Sejarah Majapahit

Pada akhir Agustus 2019 hingga awal Oktober 2019 lalu beberapa orang staf Balai Purbakala dan Pelestarian Benda Bersejarah dari Trowulan melakukan penggalian di lokasi situs petirtaan Sumberbeji. Mereka telah menemukan benda-benda bersejarah di sana dan mengamankan benda-benda dan mengamankan benda-benda itu di rumah perangkat Dusun Sumber Beji. Langkah cepat penyimpanan benda bersejarah ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan barang-barang temuan yang yang didapat di penggalian situs Sumber Beji.

Pekan lalu penulis melakukan kegiatan survey awal sebelum acara study tour murid-murid Sekolah Dasar. Survey dan perijinan study tour di Pusat Informasi Majapahit atau lebih dikenal Museum Trowulan. Setiba di Museum Trowulan, penulis bertemu staff museum dan mendapatkan informasi bahwa situs petirtaan Sumber Baji masih dalam tahap pengawasan Museum Trowulan Mojokerto. Petugas disana berencana melakukan tindak lanjut penggalian dan pendataan benda-benda bersejarah yang ada di sekitar Sumberbeji, Kesamben, Ngoro, Jombang.

Tempat Wisata Murah di Jombang

Setiap wisatawan yang berkunjung ke situs petirtaan Sumberbeji tidak diwajibkan membayar tiket masuk. Setiap wisatawan obyek wisata Sumber Beji Ngoro Jombang hanya ditarik biaya parkir kendaraan bermotor. Biaya parkir pun tidak ditentukan besarannya. Setiap wisatawan diberikan keleluasaan untuk membayar biaya parkir seikhlasnya. Tapi siapa sangka justru dengan tidak menetapkan besaran tarif parkir ini malah bisa menimbulkan simpati di kalangan wisatawan untuk bisa memberikan kontribusi sebanyak mungkin dalam pengembangan obyek wisata yang baru saja ditemukan di Sumberbeji, Kesamben, Ngoro, Jombang.

Suasana lingkungan di sekitar penemuan situs petirtaan obyek wisata Sumberbeji cukup teduh. Disana setidaknya berdiri 4 buah pohon beringin berukuran sangat besar. Pohon-pohon itu menghasilkan oksigen yang cukup untuk para pengunjung dan para pedagang yang meluber di berbagai sudut lokasi obyek wisata Sumber Beji. Berlibur ke sana bisa menambah wawasan Anda terkait kekayaan budaya Nusantara pada zaman lalu.

Popularitas situs bersejarah di Sumberbeji semakin menjulang tinggi berkat informasi yang berkembang secara viral di sosial media. Penemuan situs Sumber Beji menjadi viral di kalangan pengguna netizen di Jombang dan Jawa Timur karena tidak ada satu pun warga yang menyangka. Penduduk setempat pun menangkap peluang ini dengan cara membuka lapak untuk berdagang berbagai macam hasil bumi di kawasan Sumber Beji dan sekitarnya.

Kotor dan Belum Tertata

Sayangnya, aktivitas perdagangan warga di tempat wisata Sumberbeji malah menghasilkan lingkungan yang semrawut dan kotor. Penulis merasa risih untuk jalan-jalan di sekitar lokasi situs bersejarah Sumberbeji Ngoro Jombang karena banyaknya sampah yang menumpuk. Puntung rokok, bungkus plastik, tusuk pentol, dan bekas pembakaran sampah terlihat di berbagai sudut lokasi obyek wisata Sumberbeji Jombang. Penulis kesulitan mencari sudut yang tepat untuk memotret obyek wisata Sumberbeji.

Semoga pemerintah daerah dan pemerintah desa setempat memiliki inisiatif tindak lanjut pengembangan kawasan wisata sejarah Sumberbeji. Tentu kita semua berharap Sumberbeji mampu menata diri sebagai tempat wisata bersejarah yang bersih dan ramah lingkungan. Tidak jadi soal jika harus ada retribusi untuk setiap wisatawan yang berkunjung, asal penggunaan dana tepat sasaran.

Jika anda tertarik dengan penemuan situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit di Sumber Beji Kabupaten Jombang, tidak ada salahnya jika anda meluangkan waktu libur anda dengan berjalan-jalan kesana. Obyek wisata Sumberbeji buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Mari jelajahi warisan budaya Nusantara di Situs Petirtaan Sumber Beji Kesamben Ngoro Jombang!

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Baru Ditemukan! Situs Petirtaan Sumberbeji Menjadi Tempat Wisata Sejarah Terbaru di Jombang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *