Liburan ke Museum Trowulan, Pusat Informasi Majapahit di Mojokerto untuk Wisata Edukasi Pelajar

Museum Trowulan terletak di desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kecamatan Mojokerto. Tempat wisata di Mojokerto ini sering menjadi tujuan berlibur para pelajar dan mahasiswa yang tertarik meneliti sejarah Kerajaan Majapahit pada masa lalu. Destinasi wisata Kabupaten Mojokerto ini sangat bagus untuk menjadi tempat wisata keluarga dan wisata edukasi pelajar.

Penulis berkunjung ke Museum Trowulan pada Kamis 7 Maret 2019 lalu. Suasana Museum Trowulan pada saat libur sekolah cukup ramai. Kehadiran penulis dan 12 anak didik ke sana disambut dengan senyum ramah para petugas penjaga museum. Museum Trowulan tampak bersih dan terjaga dari debu. Setiap benda bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit dijaga dengan hati-hati. Benda-benda purbakala itu dirawat dengan cara yang aman.

Selain kami, di Museum Trowulan juga telah hadir satu kelompok anggota pramuka penggalang yang melaksanakan kegiatan wisata edukasi di Museum Trowulan. Mereka tampak sibuk mencatat nama-nama arca peninggalan Kerajaan Majapahit. Para anggota pramuka penggalang itu berasal dari salah satu Madrasah Ibtidaiyah di kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Anak-anak kecil itu tampak bersemangat mencatat nama-nama patung yang ada di hadapan mereka.

Tempat wisata di Kabupaten Mojokerto ini memang sangat cocok untuk dijadikan objek wisata edukasi para pelajar dan mahasiswa yang tertarik menekuni ilmu sejarah kerajaan di nusantara.  Anda dapat berkunjung ke Museum Trowulan baik sendiri maupun berkelompok. Museum Trowulan buka untuk umum dari hari Minggu sampai dengan hari Sabtu alias setiap hari. Anda bisa berkunjung ke Museum Trowulan mulai jam 08.00 pagi sampai pukul 16.00 sore.

Prabu Selang Kuning melepaskan diri sebagai Patih Kerajaan Galuh dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja Kerajaan Pulau Majeti
Prabu Selang Kuning melepaskan diri sebagai Patih Kerajaan Galuh dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja Kerajaan Pulau Majeti

Harga Tiket Masuk

Museum Trowulan memiliki nama resmi Pusat Informasi Majapahit. Tiket masuk ke Museum Trowulan untuk anak-anak sebesar Rp2.500 per anak. Sementara tiket masuk untuk wisatawan dewasa sebesar Rp5.000 per orang. Harga tiket masuk Museum Trowulan terbilang sangat murah harga ini tidak bisa dibandingkan apa-apa karena nilai sejarah yang tercantum di dalam setiap benda bersejarah yang ada di Museum Trowulan tidak ternilai harganya. Benda-benda bersejarah di museum ini adalah hasil pengamanan terakhir setelah puluhan patung Majapahit dibawa ke negara Belanda oleh penjajah Belanda.

Biaya parkir Museum Mojopahit seikhlasnya. Anda bisa memberi Rp5.000 atau Rp10.000 tergantung keinginan Anda. Kalau Anda sedang banyak duit, kasih uang parkir yang banyaklah. Ingatlah bahwa di tempat parkir setiap objek wisata terdapat minimal seorang petugas penjaga parkir. Walaupun bertuliskan parkir gratis atau parkir telah diberikan karcis oleh petugas resmi namun Alangkah baiknya bila anda memberikan uang tips kepada penjaga parkir itu untuk sekedar ucapan terima kasih.

 

Bertambah Wawasan

Museum Trowulan terbagi menjadi beberapa area. Pada bagian dalam gedung Museum Trowulan terdapat koleksi terakota dan peninggalan dari logam. Sementara itu koleksi batu arca terdapat di pendopo museum bagian belakang. Koleksi arca yang paling terkenal di Museum Trowulan adalah patung Raja Airlangga yang sedang naik kendaraan burung garuda. Gambar patung Airlangga ini menjadi logo dari sebuah universitas negeri di Surabaya.

Liburan di Museum Mojopahit kemarin memberi banyak wawasan kepada penulis. Penulis berhasil mewawancarai salah satu penjaga museum Trowulan. Beliau banyak bercerita kisah kerajaan Majapahit. Banyak informasi seputar Kerajaan Majapahit yang tidak tercantum di dalam buku sejarah maupun buku literasi namun penulis mendapatkan nilai tambah informasi itu dari petugasnya langsung. Disinilah asyiknya berlibur ke tempat wisata bersejarah kita bisa mendapatkan banyak informasi baru yang mungkin saja tidak pernah kita dapatkan di bangku sekolah. 

Bagian cerita paling menarik adalah penyebab keruntuhan Kerajaan Majapahit. Dikatakan oleh narasumber itu bahwa Majapahit runtuh karena adanya perang saudara. Setiap keturunan Raja Brawijaya berkeinginan untuk menjadi penguasa selanjutnya. Salah satu keturunan Raja Brawijaya yang berperan menjadikan kerajaan Majapahit hancur adalah Raden Patah. Kelak Raden Patah mendirikan kerajaan Demak yang bercorak Islam. Banyak benda-benda bersejarah yang terbuat dari kayu dan diangkut ke kerajaan Demak untuk dijadikan bahan pembuatan bangunan. Salah satunya adalah untuk mendukung pembangunan Masjid Agung Demak. Konon katanya beberapa tiang Masjid itu menggunakan benda-benda peninggalan Kerajaan Majapahit. 

Lama-kelamaan perang saudara itu menghancurkan kekuasaan Kerajaan Majapahit. Berbagai wilayah pulau Nusantara akhirnya melepaskan diri karena memanfaatkan konflik perang saudara Kerajaan perang saudara Kerajaan Majapahit. Bagi masyarakat kerajaan Majapahit yang masih setia dengan keturunan Raja maka mereka akan melarikan diri ke kawasan Gunung Bromo maupun ke Pulau Bali.

Sementara itu versi lain sejarah menyebutkan bahwa penyebab kehancuran Kerajaan Majapahit adalah bencana alam. Bencana alam penyebabnya pun berbeda-beda versi. Ada sebagian sejarawan yang menyatakan bahwa kerajaan Majapahit tenggelam ke dalam bumi karena bencana lumpur dari dalam tanah seperti halnya lumpur Lapindo yang saat ini belum berhasil di hentikan oleh pemerintah negara Republik Indonesia.

Bukan hanya itu, narasumber petugas Museum Trowulan itu juga memberikan informasi keberadaan harta peninggalan Kerajaan Majapahit yang berupa emas permata. Lokasi emas permata itu berada di deretan paling selatan dari Kompleks paling selatan dari Kompleks Museum Trowulan. Menurut narasumber ini tanah yang mengandung perhiasan emas permata Umumnya berwarna lebih gelap daripada tanah biasa yang tidak mengandung emas permata.

Pertanyaan yang cukup menarik ditanyakan anak-anak:  Dimanakah pusat kerajaan Majapahit?  Dimana letak kursi raja?

Menurut cerita narasumber, pusat Kerajaan Majapahit di Situs Kedaton. Hal itu ditandai dengan penemuan tiang-tiang besar disana yang tidak dijumpai pada daerah lain di Mojokerto. Selain itu di situs Kedaton juga dijumpai sebuah ruang rahasia yang layaknya hanya ditemui pada kamar bangunan milik Raja maupun Ratu yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit. Situs Kedaton pun menyimpan batu-batu lantai berukuran besar yang tidak dijumpai pada tempat lain di sekitar Trowulan. Kuat dugaan bahwa batu-batu itu dijadikan sebagai tanda pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Mengingat besarnya nilai sejarah yang terkandung di dalam objek wisata Museum Trowulan maka penulis sangat menyarankan kepada anda untuk meluangkan waktu berlibur ke objek wisata bersejarah di Kabupaten Mojokerto ini. Semoga liburan Anda ke pusat informasi Majapahit di Trowulan bisa menambah rasa cinta dan rasa bangga Anda terhadap warisan budaya Nusantara. Selamat berlibur ke tempat wisata di Mojokerto.

Bagikan tulisan ini:

12 Replies to “Liburan ke Museum Trowulan, Pusat Informasi Majapahit di Mojokerto untuk Wisata Edukasi Pelajar”

  1. Sayang sekali benda-benda bersejarah yang ada di Museum Trowulan itu hanyalah sisa arca. kumpulan benda bersejarah yang sebenarnya sudah diangkut ke negara Belanda. kalau kita mau lihat ada di museum leiden Belanda.

  2. Berapa harga tiket masuk ke tempat wisata Museum Mojopahit mulai tanggal 1 Juni 2019?
    Apakah tempat wisata ini juga menyediakan pemandu wisata secara gratis untuk rombongan pelajar dari sekolah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *