Liburan Santri TPQ ke Wisata Religi Makam Troloyo di Mojokerto

Mendidik santri tidak harus dilakukan di masjid dan musholla. Mereka juga perlu dilibatkan dalam kegiatan luar ruangan yang memungkinkan para santri berinteraksi dengan masyarakat luas. Penulis mengajak sepuluh orang santri TPQ Al-Mujahidin untuk mengikuti wisata religi ziarah ke Makam Troloyo pada Kamis, 7 Maret 2019 kemarin. Kegiatan ini didanai oleh para santri sendiri. Mereka telah menabungkan sebagian uang jajan mereka sejak setahun terakhir demi bisa berlibur bersama.

Pemilihan tanggal 7 Maret 2019 bertepatan dengan libur nasional Hari Raya Nyepi. Para santri bersekolah di beberapa pendidikan formal yang memiliki jadwal libur tidak sama. Santri yang bersekolah SD libur pada hari Minggu. Santri yang bersekolah di MI libur pada hari Jumat. Jika bukan karena hari libur nasional seperti ini maka penulis kesulitan menyatukan jadwal liburan bersama.

Hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Timur pada hari Kamis kemarin. Menurut berita yang beredar di media sosial, terdapat 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang dilanda banjir. Beruntung sekali Jombang dan Mojokerto aman dan tidak terdampak banjir akibat curah hujan tinggi. Para santri telah bersiap menunggu mobil di depan halaman Masjid Baitussalam Guwo. Mereka tampak tak sabar ingin segera berlibur.

Ziarah Wali Limo Keluarga Besar Bani Karso di Makam Sunan Bonang Kota Tuban
Ziarah Wali Limo Keluarga Besar Bani Karso di Makam Sunan Bonang Kota Tuban

Nilai Sejarah Troloyo

Tujuan berlibur yang pertama adalah Makam Troloyo. Makam Troloyo adalah salah satu tempat wisata religi terkenal di Kabupaten Mojokerto. Meskipun di Troloyo tidak ada seorang sunan anggota Wali Songo, namun obyek wisata di Kecamatan Trowulan itu memiliki daya tarik wisata tersendiri. Menurut sumber sejarah, Troloyo merupakan kompleks pemakaman Islam anggota keluarga kerajaan Majapahit. Maka tidak mengherankan bila simbol Surya Majapahit bisa Anda jumpai di berbagai sudut kompleks Makam Troloyo.

Selain nilai sejarah Kerajaan Majapahit, tempat wisata religi Makam Troloyo menjadi obyek wisata andalan Mojokerto karena sosok Syekh Jumadil Kubro. Syekh Jumadil Kubro mendapatkan julukan sebagai Punjer Wali Songo. Sebutan itu diberikan kepada beliau karena merupakan sedikit diantara tokoh Islam penyebar agama Islam pertama di Pulau Jawa. Terdapat ratusan makam tokoh Islam di Troloyo. Masing-masing makam memiliki nama yang unik dan tidak mudah dihafal. Misalnya, Makam Patas Angin.

Syekh Jumadil Kubro merupakan mertua Sunan Ampel. Terdapat aturan tidak tertulis dalam ziarah wali bahwa urutan ziarah harus dimulai dari tokoh tertua terlebih dulu. Oleh karena itu banyak rombongan peziarah yang mengunjungi Makam Troloyo terlebih dulu sebelum berziarah ke makam Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, dan berbagai tempat wisata religi di Jawa Timur lainnya.

 

Lokasi Makam Troloyo

Makam Troloyo terletak di Kedaton Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Obyek wisata ini berada dalam lingkungan situs bersejarah Kerajaan Majapahit. Anda bisa mencapai lokasi Makam Troloyo dengan mudah. Langkah awal adalah Anda bisa melihat peta Makam Troloyo di Google Maps. Ancer-ancer mudah untuk mencapainya adalah dari perempatan Trowulan ambil arah perjalanan ke selatan. Jika Anda tidak tahu arah, silakan baca papan penunjuk arah.

Bila Anda berangkat dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto Kota dan sekitarnya, maka sesampai di perempatan Trowulan Anda belok kiri. Arah yang berbeda akan berlaku bila Anda berangkat dari Kediri, Nganjuk, Malang, Jombang dan sekitarnya maka dari perempatan Trowulan Anda belok kanan. Lokasi Makam Troloyo selalu ramai pengunjung. Anda bisa bertanya kepada penduduk lokal jika Anda kebingungan arah. Mereka akan membantu Anda dengan senang hati.

Parkir Troloyo Kumuh

Jika Anda berangkat berziarah ke Makam Troloyo menggunakan bus, elf, kereta kelinci, maupun transportasi masal beroda empat atau lebih maka Anda wajib memarkir kendaraan di area Parkir Bus Troloyo. Kebijakan ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan sangat merugikan wisatawan. Petugas tidak mau tahu kondisi rombongan wisatawan. Semua kendaraan wisata dicegah masuk ke arah jalan raya menuju makam. Kendaraan wisatawan digiring masuk ke area parkir yang keadaannya kacau.

Pengelola wisata seolah memaksa wisatawan untuk menggunakan jasa ojek sepeda motor untuk mencapai lokasi wisata. Jarak tempat parkir kendaraan dengan makam sebenarnya tidak terlalu jauh. Kasihan santri TPQ bila harus berjalan kaki. Sementara itu kalau mau menyuruh anak-anak naik ojek sungguh tidak ekonomis.

Kondisi tempat parkir Troloyo kumuh dan semrawut. Tanah parkir belum diaspal maupun paving. Tempat parkir itu becek karena telah diguyur hujan semalam suntuk. Genangan air tampak dimana-mana. Anak-anak harus ekstra hati-hati jika berjalan beriringan. Terlepas dari berbagai masalah internal pengelolaan tempat wisata, sudah seharusnya tempat parkir wisatawan ditata lebih baik.

Tempat Wisata Angker

Terlepas dari sisi sejarah Kerajaan Majapahit yang menjadi latar belakang daya tarik kunjungan ke Makam Troloyo, rupanya para wisatawan memiliki pengalaman religi yang berbeda-beda saat berkunjung ke Makam Troloyo. Sebagian besar diantara mereka mengaku merinding saat memasuki gerbang Makam Troloyo yang menjulang tinggi. Hanya sebagian kecil diantara pengunjung yang tidak terpengaruh lingkungan makam.

Kompleks Makam Troloyo dipenuhi dengan pohon-pohon besar dan memberi kesan teduh. Pohon beringin di dekat pintu masuk Makam Troloyo adalah satu diantara sekian banyak sudut makam yang menjadi tempat berteduh para peziarah. Sepulang dari kegiatan ziarah, beragam pengalaman mistis dirasakan masyarakat. Ada diantara mereka yang mengaku bertemu dengan seorang kakek berjubah putih sambil memberikan sebuah benda senjata. Sementara pengunjung lain ada yang mencari wangsit dari kekeramatan makam keluarga muslim Majapahit ini.

Semoga ulasan ini bisa menambah wawasan Anda dalam merencanakan liburan ke Makam Troloyo di Mojokerto. Selamat berlibur. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari perjalanan spiritual berziarah ke tokoh muslim masa lampau.

 

 

 

Bagikan tulisan ini:

8 Replies to “Liburan Santri TPQ ke Wisata Religi Makam Troloyo di Mojokerto”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *