Semangat perayaan Hari Jadi ke-115 Pemerintah Kabupaten Jombang mencapai puncaknya di sektor pendidikan anak usia dini (PAUD). Tepat pada Selasa, 21 Oktober 2025, sehari menjelang Hari Sumpah Pemuda, halaman Gedung Kesenian Jombang dipenuhi keriuhan, keceriaan, dan warna-warni kostum anak-anak dari jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).
Parade Tari Anak Tahun 2025 Jenjang KB/TPA/SPS ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan sebuah deklarasi bahwa Jombang serius dalam membangun karakter bangsa sejak usia emas (golden age). Kehadiran 21 kelompok penari cilik dari berbagai kecamatan menunjukkan kekayaan budaya dan tingginya antusiasme komunitas PAUD di seluruh Kabupaten Jombang. Energi murni yang terpancar dari anak-anak di bawah usia lima tahun ini menjadi inti dari perayaan yang menggembirakan.
Panggung Awal Peradaban: Sambutan dan Visi Pendidikan
Acara dibuka dalam suasana yang penuh kehangatan, dihadiri oleh sekitar 200 audiens yang terdiri dari tokoh penting daerah hingga orang tua yang bangga. Barisan tamu kehormatan menjadi penanda pentingnya peran PAUD dalam struktur pendidikan Jombang.
Peran Kunci Wor Windari dan Disdikbud
Dra. Wor Windari, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, memimpin kehadiran jajaran pemerintah. Dalam sambutannya, Wor Windari menyoroti betapa krusialnya peran seni tari dalam stimulasi motorik, kognitif, dan afektif anak usia dini.
“Kami percaya bahwa pendidikan terbaik dimulai dengan bermain, dan seni tari adalah permainan yang paling mendalam,” ujar Wor Windari. “Di usia KB, TPA, dan SPS ini, anak-anak tidak hanya menghafal gerakan; mereka sedang membangun dasar-dasar kemanusiaan: rasa percaya diri, kemampuan bekerjasama, dan apresiasi terhadap keindahan. Parade ini, yang merupakan bagian dari Hari Jadi ke-115 Jombang, adalah bukti nyata investasi kita pada generasi yang cerdas secara emosional dan berbudaya.”
Beliau secara khusus memberikan apresiasi kepada pengurus HIMPAUDI Kabupaten Jombang dan seluruh guru KB/TPA/SPS se-Kabupaten Jombang. Menurutnya, para guru PAUD adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan sabar dan kreatif mampu menerjemahkan kurikulum yang kompleks menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Penekanan Budaya oleh Heru Cahyono
Heru Cahyono, S.Sn., Kepala Bidang Kebudayaan, turut hadir dan menekankan pentingnya pengenalan budaya lokal dan nasional sejak dini. Beliau melihat parade ini sebagai filter alami terhadap gempuran budaya asing.
“Jika di jenjang TK kita mengenalkan tarian tradisional yang lebih kompleks, di jenjang KB ini kita menanamkan benih melalui lagu-lagu dolanan dan tarian kreasi yang sarat nilai positif,” jelas Heru Cahyono. “Lihatlah tarian seperti ‘Gundul-Gundul Pacul’ atau ‘Ampar-Ampar Pisang’; ini adalah warisan bangsa. Melalui gerak tubuh yang lugu, anak-anak ini secara tidak sadar menjadi pelestari budaya. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang mengintegrasikan seni dan pendidikan anak usia dini.”
Acara ini juga diperkuat oleh kehadiran para penggiat seni yang memberikan dukungan teknis dan masukan artistik, serta juri tari profesional yang bertugas memberikan umpan balik konstruktif bagi pengembangan program seni tari di seluruh lembaga PAUD Jombang.

Pesta Ekspresi: 21 Tampilan Penuh Makna dan Energi
Parade Tari Anak Jenjang KB/TPA/SPS 2025 ini menampilkan 21 tarian yang luar biasa variatif. Tarian-tarian ini dibagi ke dalam tiga kategori besar: Tari Edukasi Karakter, Tari Dolanan/Nusantara, dan Tari Kreasi Lokal.
Berikut adalah daftar tampilan yang memukau, disertai analisis mendalam mengenai nilai edukatifnya:
| No. | Lembaga PAUD | Kecamatan | Nama Tarian | Analisis Nilai Edukasi dan Filosofis (Pengembangan Narasi) |
| 1. | KB Tunas Bangsa | Kudu | Tari 7 Kebiasaan Anak Hebat | Karakter dan Disiplin. Menerjemahkan konsep abstrak ‘kebiasaan baik’ (misalnya antre, berbagi, menabung) menjadi gerakan ritmis. Latihan terbaik untuk disiplin motorik dan afektif. |
| 2. | TPA Aisyah | Tembelang | Tari Komando Lat Militer | Motorik Kasar dan Kedisiplinan. Menggunakan formasi baris-berbaris yang melatih kekompakan, fokus, dan motorik kasar. Meskipun militeristik, intinya adalah membentuk kedisiplinan sejak dini. |
| 3. | SPS AL-Uswah | Bareng | Tari Kebersihan di Rumah | Edukasi Lingkungan dan Sanitasi. Tarian kreasi yang menggunakan properti seperti sapu atau lap, mengajarkan anak pentingnya menjaga kebersihan rumah dan diri sendiri, menanamkan hidup sehat. |
| 4. | KB Insan Cendekia | Wonosalam | Tari Dongklak | Warisan Lokal Jombang. Pengenalan seni tradisi lokal (Dongklak seringkali merujuk pada kesenian daerah atau permainan khas), memupuk rasa cinta daerah. |
| 5. | KB Najatud Daroini | Mojowarno | Tari Gambang Suling | Musik Jawa Klasik. Tarian yang diiringi lagu daerah Jawa Tengah/Yogyakarta, mengenalkan instrumen tradisional (gamelan) dan harmoni musik klasik Jawa. |
| 6. | KB Mutiara Bangsa | Plandaan | Tari Saman | Kekompakan dan Budaya Nasional. Tarian etnik Sumatera (Aceh) yang fokus pada kekompakan gerak duduk dan tepukan tangan/dada. Latihan ekstrim untuk konsentrasi dan kerjasama tim. |
| 7. | KB Al-Madinah | Kabuh | Tari Ampar-Ampar Pisang | Budaya Kalimantan dan Gerak Cerita. Tarian dengan lagu dari Kalimantan Selatan, melatih gerak yang luwes dan bercerita tentang proses memasak pisang (edukasi proses). |
| 8. | KB Tunas Bangasa | Ngusikan | Tari Ampar-Ampar Pisang | Repetisi dan Variasi Regional. Menarik karena ditampilkan oleh dua KB dari kecamatan berbeda, menunjukkan interpretasi koreografi yang berbeda terhadap lagu yang sama. |
| 9. | KB Al-Ihsani | Kesamben | Tari Kreasi Jaranan Cilik-Cilik | Kearifan Lokal Jaranan. Mengadaptasi kesenian Jaranan (Kuda Lumping) ke dalam versi anak, memperkenalkan unsur mitologi dan gerak energik khas Jawa Timur. |
| 10. | KB Al-Ihsan | Jombang | Tari Kreasi | Inovasi Bebas. Tarian yang sepenuhnya original, memungkinkan eksplorasi gerak dan musik sesuai imajinasi guru dan anak, mendorong kreativitas tanpa batas. |
| 11. | KB Adiba | Gudo | Tari Kupu Jedung | Imitasi Fauna dan Estetika. Tarian yang meniru gerakan kupu-kupu yang indah dan lembut, melatih keluwesan dan apresiasi terhadap keindahan alam. |
| 12. | KB Aisyiyah | Jogoroto | Tari Cublek-Cublek Suweng | Permainan Tradisional Jawa. Mengangkat lagu dolanan yang populer, mengajarkan ritme dan narasi melalui permainan sederhana, menanamkan nilai-nilai tradisional. |
| 13. | KB Al-Azhar | Ngoro | Tari Angguk Jos | Adaptasi Tarian Rakyat. Mengadaptasi Tarian Angguk (Yogyakarta/Kulon Progo) yang ceria, penuh energi, dan ritmis, melatih kekuatan kaki dan ekspresi wajah yang ceria. |
| 14. | KB Kirana Indah | Ploso | Tari Gamabang Suling | Musik Jawa Klasik (Repetisi). Sama dengan No. 5, menampilkan keberagaman interpretasi gerak tarian Jawa, menyoroti kekayaan seni di setiap kecamatan. |
| 15. | KB Al-Mukminin | Perak | Tari Kreasi Gundul-Gundul Pacul | Filosofi Kepemimpinan. Mengemas lagu dolanan yang mengandung filosofi kepemimpinan Jawa (Gundul = kehormatan, Pacul = alat kerja rakyat) menjadi gerak yang sederhana. |
| 16. | KB Mutiara Kartini | Bandar Kedungmulyo | Tari Semut | Edukasi Sains dan Kerjasama. Tarian imitasi serangga kecil, mengajarkan anak tentang kerjasama, antre, dan disiplin sosial yang dimiliki semut. |
| 17. | KB At-Tiin | Megaluh | Tari Ampar-Ampar Pisang | Repetisi dan Budaya Nusantara. Tampilan ketiga untuk lagu ini, menunjukkan popularitas lagu daerah di PAUD Jombang. |
| 18. | KB Roudhotush Shibyan | Sumobito | Tari Ampar-Ampar Pisang | Repetisi dan Inklusivitas. Tampilan keempat, menggarisbawahi upaya inklusif untuk menyanyikan dan menarikan lagu daerah. |
| 19. | KB Rahmat Said | Peteronagan | Tari Dongklak | Warisan Lokal (Repetisi). Tampilan kedua Tari Dongklak, menguatkan promosi kesenian lokal Jombang. |
| 20. | KB Al-ma’ruf | Diwek | Tari Dongklak | Warisan Lokal (Repetisi). Tampilan ketiga Tari Dongklak, menunjukkan upaya masif pelestarian Dongklak di tingkat PAUD. |
| 21. | KB Al-Ummah | Mojoagung | Tari Kelinci | Imitasi Fauna dan Kelincahan. Mengimitasi kelinci, melatih gerak melompat (gross motor skill) dan koordinasi tubuh secara keseluruhan. |
Analisis Mendalam: Nilai Edukasi dalam Setiap Gerak
Parade ini memberikan pelajaran berharga bagi pendidik dan orang tua. Tarian di jenjang KB/TPA/SPS difokuskan pada tiga pilar utama:
A. Penguatan Karakter melalui Cerita Sederhana
Tarian seperti Tari 7 Kebiasaan Anak Hebat (KB Tunas Bangsa, Kudu) adalah contoh nyata applied education. Anak-anak tidak hanya melakukan gerakan, tetapi secara visual mengingat konsep moral. Gerakan bertepuk tangan saat ‘berbagi’ atau berdiri tegak saat ‘disiplin’ akan terinternalisasi lebih cepat daripada sekadar ceramah.
B. Memori Kolektif melalui Lagu Dolanan dan Daerah
Popularitas Tari Ampar-Ampar Pisang (ditampilkan empat kali), Tari Gambang Suling (dua kali), dan Tari Cublek-Cublek Suweng (satu kali) menunjukkan keberhasilan guru-guru PAUD dalam menjaga memori kolektif budaya Nusantara. Lagu-lagu dolanan ini mengandung kearifan lokal yang mengajarkan filosofi hidup santai, jujur, dan optimis, yang sangat dibutuhkan sebagai fondasi mental anak.
C. Pembentukan Motorik dan Sosial yang Solid
Tarian yang menuntut kekompakan tinggi, seperti Tari Saman (KB Mutiara Bangsa, Plandaan), meski disederhanakan, tetap menjadi latihan luar biasa untuk koordinasi dan kerjasama. Anak-anak dituntut fokus dan bergerak serempak; ini adalah pembelajaran sosial-emosional tentang bagaimana menjadi bagian dari tim. Sementara tarian imitasi fauna seperti Tari Semut dan Tari Kelinci secara efektif mengembangkan keterampilan motorik kasar dan imajinasi.
Sinergi HIMPAUDI
Kehadiran pengurus HIMPAUDI Kabupaten Jombang dalam acara ini menjadi simbol penting pengakuan terhadap peran guru PAUD. HIMPAUDI berperan aktif dalam mengoordinasikan pelatihan koreografi dan memastikan bahwa kegiatan tari ini sesuai dengan standar perkembangan anak.
“HIMPAUDI melihat Parade Tari ini sebagai momentum peningkatan kompetensi guru,” tutur salah satu pengurus. “Kami memastikan guru-guru mendapatkan pelatihan yang memadai, sehingga mereka tidak hanya mengajar tari, tetapi juga memahami psikologi perkembangan anak dalam konteks seni. Ini adalah kesejahteraan profesional bagi guru-guru kami.”
Dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang memfasilitasi penggunaan Gedung Kesenian Jombang, menunjukkan bahwa kolaborasi antar sektor telah berjalan harmonis demi mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
Kesimpulan dan Proyeksi Masa Depan
Parade Tari Anak Jenjang KB/TPA/SPS 2025 di Jombang adalah pesta edukasi dan budaya yang sukses. Sebanyak 21 tampilan dari lembaga PAUD se-Jombang telah menorehkan keceriaan di Hari Jadi ke-115.
Melalui tarian yang lugu dan penuh semangat, anak-anak Jombang diajarkan untuk:
- Mengenal Jati Diri: Melalui tarian lokal seperti Dongklak dan Jaranan Cilik-Cilik.
- Membentuk Karakter: Melalui tarian edukasi seperti 7 Kebiasaan Anak Hebat dan Kebersihan di Rumah.
- Mengembangkan Fisik: Melalui tarian motorik seperti Tari Komando dan Tari Kelinci.
Keberhasilan acara ini menegaskan komitmen Jombang dalam mewujudkan visi “Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua” melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia emas. Para penari cilik di halaman Gedung Kesenian Jombang adalah generasi yang akan mewarisi kepemimpinan, dan hari ini, mereka telah membuktikan kesiapan mereka untuk menari bersama dalam irama kemajuan.
Diharapkan Parade Tari Anak ini akan terus diadakan setiap tahun, menjadi wadah wajib bagi eksplorasi seni dan budaya di tingkat PAUD, sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi daerah lain dalam mengintegrasikan seni ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini.


