Petirtaan Sumberbeji: Jejak Sejarah Majapahit di Jombang

Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terdapat sebuah situs bersejarah yang menyimpan pesona masa lalu: Petirtaan Sumberbeji. Berlokasi di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, petirtaan ini adalah peninggalan Kerajaan Majapahit yang baru ditemukan pada tahun 2019.

Situs ini bukan hanya sekadar kolam air biasa, melainkan jejak peradaban megah yang diperkirakan dibangun pada abad ke-14 Masehi. Diduga sebagai tempat pemandian atau ritual suci bagi keluarga kerajaan, Petirtaan Sumberbeji kini menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik, mengajak pengunjung untuk menyelami kejayaan Majapahit sambil menikmati keindahan alam di sekitarnya.

Sejarah dan Fungsi Petirtaan Sumberbeji

Penemuan Petirtaan Sumberbeji bermula dari aktivitas sederhana warga setempat yang sedang membersihkan mata air untuk keperluan irigasi sawah. Ketika lumpur dan vegetasi disingkirkan, terungkaplah struktur bangunan kuno dari bata merah yang tersembunyi di dasar sendang.
Penemuan ini segera dilaporkan, dan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mulai melakukan ekskavasi bertahap sejak tahun 2019. Hasilnya menunjukkan bahwa situs ini adalah petirtaan—tempat pemandian suci—yang kemungkinan besar digunakan oleh bangsawan atau keluarga kerajaan Majapahit.
Para ahli memperkirakan Petirtaan Sumberbeji dibangun pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, yang memimpin Majapahit pada pertengahan abad ke-14. Kemiripan arsitektur dan fungsinya dengan petirtaan lain di wilayah Majapahit, seperti di Trowulan, Mojokerto, memperkuat dugaan ini. Dalam tradisi Hindu yang dianut oleh Majapahit, air memiliki makna sakral sebagai simbol kesucian dan kehidupan. Oleh karena itu, petirtaan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat mandi, tetapi juga sebagai lokasi ritual keagamaan yang penting bagi kerajaan.
Keberadaan petirtaan ini mencerminkan kehidupan masyarakat Majapahit yang sangat menghormati air. Mata air alami yang menjadi sumber utama petirtaan ini tetap mengalir jernih hingga hari ini, menjadi bukti kepiawaian teknik hidrolik pada masa itu. Dengan demikian, Petirtaan Sumberbeji bukan hanya warisan fisik, tetapi juga warisan budaya yang menunjukkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Arsitektur dan Penemuan Arca

Petirtaan Sumberbeji menampilkan arsitektur khas Majapahit yang memukau. Struktur bangunannya terbuat dari bata merah dan batu andesit, material yang sering digunakan dalam konstruksi pada masa itu. Situs ini terdiri dari beberapa kolam yang dihubungkan oleh saluran air, yang hingga kini masih berfungsi dengan baik. Air mengalir dari mata air alami yang tidak pernah kering, bahkan di musim kemarau, menunjukkan kecerdasan insinyur Majapahit dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Salah satu daya tarik utama situs ini adalah penemuan arca Garuda, simbol kekuasaan dan kebesaran Majapahit. Arca ini ditemukan dalam kondisi yang relatif utuh selama proses ekskavasi, menambah bukti bahwa petirtaan ini memiliki nilai sakral yang tinggi. Dalam mitologi Hindu, Garuda adalah kendaraan Dewa Wisnu, yang juga dianggap sebagai pelindung kerajaan. Kehadiran arca ini menunjukkan bahwa Petirtaan Sumberbeji mungkin digunakan untuk upacara keagamaan yang melibatkan kalangan elit kerajaan.
Selain arca Garuda, ekskavasi juga mengungkap jaladwara atau pancuran air berukir indah yang memperkaya estetika situs. Bangunan ini dikelilingi tembok bata merah yang kokoh, memberikan kesan bahwa tempat ini dulunya merupakan area eksklusif yang dijaga ketat. Desainnya yang simetris dan fungsional mencerminkan tingkat keahlian arsitektur yang tinggi, sekaligus memperlihatkan perpaduan antara keindahan dan kegunaan dalam setiap detailnya.

Upaya Pelestarian dan Pengembangan

Sejak ditemukan, Petirtaan Sumberbeji mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jombang dan BPCB Jawa Timur. Ekskavasi dilakukan secara hati-hati untuk mengungkap lebih banyak bagian situs tanpa merusak struktur aslinya. Situs ini kini resmi dilindungi sebagai cagar budaya, menegaskan komitmen untuk menjaga warisan sejarah ini agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Selain pelestarian, ada upaya untuk mengembangkan Petirtaan Sumberbeji sebagai destinasi wisata sejarah. Pemerintah setempat telah membangun fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, dan warung makan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Papan informasi juga dipasang di beberapa titik, berisi penjelasan tentang sejarah dan arkeologi situs, sehingga pengunjung dapat memahami konteks budaya dan historis dari tempat ini.
Pengembangan ini tidak hanya bertujuan untuk menarik wisatawan, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Dengan melibatkan komunitas lokal dalam pengelolaan situs, pemerintah berharap Petirtaan Sumberbeji dapat menjadi sumber kebanggaan sekaligus pendapatan bagi warga sekitar. Langkah ini juga sejalan dengan visi untuk menjadikan Jombang sebagai salah satu pusat wisata sejarah di Jawa Timur.

Potensi Wisata Sejarah

Petirtaan Sumberbeji memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik. Keindahan arsitekturnya yang kuno dipadukan dengan suasana alam yang asri—dikelilingi pepohonan rindang dan sawah yang hijau—menciptakan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Situs ini menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat wisata modern, seolah mengajak kita kembali ke masa ketika Majapahit berada di puncak kejayaannya.
Air jernih yang mengalir dari mata air alami menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung yang percaya bahwa air ini memiliki khasiat penyembuhan, meskipun belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Terlepas dari itu, kesegaran airnya memberikan sensasi tersendiri, terutama bagi mereka yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
Situs ini juga sering menjadi tujuan kegiatan edukasi, seperti kunjungan pelajar atau penelitian arkeologi. Hal ini menambah nilai wisata edukatifnya, menjadikan Petirtaan Sumberbeji lebih dari sekadar tempat rekreasi, tetapi juga sumber pengetahuan tentang sejarah dan budaya Majapahit. Dengan potensi ini, situs ini berpeluang menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Jawa Timur, bersanding dengan destinasi ternama seperti Candi Borobudur atau Trowulan.

Akses dan Fasilitas

Petirtaan Sumberbeji cukup mudah dijangkau dari pusat kota Jombang. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum menuju Kecamatan Ngoro, lalu melanjutkan perjalanan ke Desa Kesamben. Jalan menuju situs sudah cukup baik, meskipun beberapa bagian masih berupa jalan desa yang sempit. Bagi sebagian wisatawan, kondisi ini justru menambah kesan petualangan dalam perjalanan mereka.
Di area situs, tersedia fasilitas dasar seperti area parkir yang luas, toilet, dan warung makan yang dikelola oleh warga setempat. Warung-warung ini menyediakan makanan ringan dan minuman, cocok untuk pengunjung yang ingin beristirahat setelah berkeliling. Pepohonan rindang di sekitar situs juga menjadi tempat berteduh yang nyaman. Meskipun fasilitasnya masih sederhana, kebersihan dan keramahan warga setempat membuat pengalaman berkunjung tetap menyenangkan.

Tips Berkunjung

Untuk menikmati kunjungan ke Petirtaan Sumberbeji secara maksimal, ada beberapa tips yang bisa diikuti.
Pertama, kunjungi situs ini pada pagi atau sore hari untuk menghindari panas matahari yang terik, terutama pada musim kemarau.
Kedua, bawalah air minum yang cukup, karena cuaca di Jombang bisa cukup panas dan membuat Anda cepat haus.
Ketiga, gunakan topi atau payung sebagai pelindung dari sinar matahari, terutama jika Anda berencana menjelajahi situs dalam waktu lama.
Selain itu, penting untuk menghormati situs ini sebagai warisan budaya. Jangan merusak bangunan, mencoret-coret tembok, atau membuang sampah sembarangan. Dengan menjaga kebersihan dan kelestarian situs, Anda turut berkontribusi dalam melindungi peninggalan sejarah yang tak ternilai ini.
Petirtaan Sumberbeji adalah bukti nyata kejayaan Majapahit yang tersembunyi di Jombang. Lebih dari sekadar tempat wisata, situs ini adalah jendela menuju masa lalu yang memungkinkan kita memahami kehidupan, budaya, dan teknologi pada masa itu. Dengan keindahan arsitektur, nilai sejarah, dan suasana alam yang menenangkan, Petirtaan Sumberbeji layak menjadi tujuan bagi siapa saja yang ingin menjelajahi kekayaan warisan Indonesia.
Kunjungan ke Petirtaan Sumberbeji bukan hanya sekadar perjalanan wisata, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap sejarah dan upaya pelestarian budaya. Jadi, jika Anda berkesempatan berada di Jawa Timur, luangkan waktu untuk mengunjungi situs ini. Rasakan sendiri pesona jejak Majapahit yang masih hidup, dan jadilah bagian dari cerita panjang peradaban yang pernah mengukir nama besar di Nusantara.

Tinggalkan komentar