Penghargaan Oscar ke-97, yang diadakan pada tanggal 2 Maret 2025 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, merupakan malam yang penuh dengan kemegahan, perayaan, dan momen-momen bersejarah. Acara bergengsi ini, yang telah menjadi tonggak dalam dunia perfilman sejak tahun 1929, selalu menjadi sorotan dunia karena mengumpulkan bintang-bintang terbesar di industri hiburan.
Namun, di antara deretan bintang Hollywood yang hadir, ada satu nama yang bersinar lebih terang dari yang lain: Lisa, anggota grup K-pop BLACKPINK. Kehadiran Lisa di acara ini bukan sekadar pelengkap, melainkan sebuah fenomena yang mencuri perhatian semua orang, menjadikannya selebriti paling banyak dibicarakan pada malam itu. Dari penampilan panggungnya yang memukau hingga pilihan fesyennya yang memikat, Lisa membuktikan bahwa sorotan dunia tertuju padanya, menjadikan kehadirannya sebagai salah satu sorotan utama acara tersebut.
Oscar telah lama menjadi panggung di mana karier dibentuk dan legenda dilahirkan. Dalam beberapa tahun terakhir, acara ini juga mulai mencerminkan perubahan dalam industri hiburan dengan lebih mengedepankan keberagaman dan inklusi. Kehadiran Lisa di Oscar ke-97 adalah bukti nyata dari evolusi ini. Ia mencatat sejarah sebagai artis K-pop pertama yang tampil di Academy Awards, sebuah langkah monumental yang tidak hanya mengukir namanya dalam buku sejarah, tetapi juga menegaskan pengaruh global K-pop.
Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana Lisa berhasil menjadi pusat perhatian di Oscar ke-97 melalui penampilannya yang bersejarah, gaya fesyennya yang memukau, interaksinya dengan selebriti lain, serta dampak signifikan yang ia bawa ke dunia hiburan internasional.
Malam Bersejarah di Oscar ke-97
Penghargaan Oscar ke-97 diadakan dengan penuh kemeriahan, dipandu oleh komedian ternama Conan O’Brien yang membawa sentuhan humor khasnya ke dalam acara. Malam itu dipenuhi dengan momen-momen emosional, seperti pidato penerimaan penghargaan yang mengharukan dan kejutan-kejutan dari pemenang yang tak terduga.
Namun, di tengah semua itu, kehadiran Lisa dari BLACKPINK menjadi topik yang paling hangat diperbincangkan. Ia bukan hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga sebagai penampil yang membawa sesuatu yang baru dan segar ke panggung Oscar. Dengan bakatnya yang luar biasa dan karisma yang tak tertandingi, Lisa berhasil menarik perhatian semua orang, baik yang hadir di Dolby Theatre maupun jutaan penonton di seluruh dunia yang menyaksikan secara langsung atau melalui media sosial.
Oscar bukan hanya tentang film; ini adalah perayaan seni dan budaya yang kini semakin terbuka terhadap pengaruh global. Kehadiran Lisa menjadi simbol dari perubahan ini, menunjukkan bahwa seorang artis dari Thailand, yang berkarier di industri K-pop Korea Selatan, bisa bersinar di panggung yang selama ini didominasi oleh talenta Barat. Dalam malam yang penuh bintang itu, Lisa membuktikan bahwa ia adalah pusat perhatian, dan esai ini akan menguraikan bagaimana ia mencapai posisi tersebut.
Penampilan Lisa: Sejarah Baru di Panggung Oscar
Penampilan Lisa di Oscar ke-97 adalah salah satu momen paling ikonik malam itu. Sebagai artis K-pop pertama yang tampil di Academy Awards, ia membawa tanggung jawab besar untuk mewakili genre musik yang semakin mendunia. Menurut laporan, Lisa tampil sebagai bagian dari penghormatan khusus untuk waralaba James Bond, membawakan lagu klasik “Live and Let Die” dari film dengan judul yang sama pada tahun 1973.
Lagu ini, yang awalnya dinyanyikan oleh Paul McCartney dan Wings, dikenal karena aransemennya yang dramatis dan vokal yang penuh tenaga—sebuah pilihan yang sempurna untuk menampilkan kemampuan vokal Lisa yang luar biasa serta kehadiran panggungnya yang memukau.
Panggung Oscar disulap menjadi latar yang dramatis, menggambarkan nuansa misterius dan glamor dari dunia James Bond. Pencahayaan dirancang dengan cermat untuk menciptakan suasana tegang dan mendebarkan, dengan sorotan lampu yang terfokus pada Lisa saat ia melangkah ke tengah panggung.
Ia mengenakan busana hitam tonal dari koleksi Spring Couture 2025 karya Rahul Mishra, yang bertajuk “The Pale Blue Dot.” Busana yang disebut “Gaian Genesis” ini adalah karya seni tersendiri, memadukan keanggunan dan keberanian yang mencerminkan kepribadian Lisa.
Ketika musik dimulai, suara Lisa langsung memenuhi ruangan, memikat penonton sejak nada pertama. Vokalnya yang kuat dan penuh emosi berhasil menaklukkan nada-nada sulit dalam lagu tersebut dengan sempurna. Namun, bukan hanya suaranya yang memukau; seluruh penampilannya adalah sebuah pertunjukan yang lengkap. Koreografinya yang tajam namun mengalir selaras dengan irama musik, menciptakan harmoni visual yang memperkuat pesan lagu tersebut. Lisa bergerak dengan penuh percaya diri, setiap langkahnya terukur dan penuh makna, menjadikan penampilannya sebagai perpaduan sempurna antara musik dan seni tari.
Ia tidak tampil sendirian. Lisa berbagi panggung dengan artis ternama seperti Doja Cat dan Raye, yang masing-masing membawakan lagu Bond lainnya seperti “Diamonds Are Forever” dan “Skyfall.” Kolaborasi ini menambah dimensi baru pada penghormatan tersebut, memadukan gaya musik yang berbeda dan menunjukkan fleksibilitas Lisa sebagai artis. Transisi mulus antara penampilan mereka menegaskan kekuatan dan daya tarik musik lintas budaya yang dibawa ke panggung Oscar malam itu.
Reaksi penonton terhadap penampilan Lisa sungguh luar biasa. Dolby Theatre bergemuruh dengan tepuk tangan, dan banyak yang memberikan standing ovation sebagai bentuk penghargaan atas bakatnya. Media sosial langsung ramai dengan pujian, dengan penggemar dan selebriti lain mengungkapkan kekaguman mereka.
Postingan di platform X menyebut bahwa Lisa “menguasai panggung” dan “menciptakan sejarah,” dengan banyak yang menilai penampilannya sebagai salah satu momen paling berkesan malam itu. Tanggapan yang antusias ini membuktikan bahwa penampilan Lisa bukan hanya sekadar bagian dari acara, tetapi sebuah definisi baru dari kehebatan di Oscar.
Para kritikus juga memuji penampilannya, mencatat bahwa ia membawa energi segar dan menarik ke dalam acara tersebut. Kemampuannya untuk memikat penonton dan terhubung dengan mereka mengingatkan pada beberapa penampil legendaris dalam sejarah Oscar. Di malam yang penuh dengan penampilan luar biasa, Lisa berhasil menonjol sebagai bintang utama.
Pernyataan Fesyen: Lisa sebagai Ikon Gaya
Pilihan fesyen Lisa selalu menjadi bahan perbincangan, dan di Oscar ke-97, ia sekali lagi membuktikan statusnya sebagai ikon gaya global. Untuk acara ini, Lisa mengenakan busana kustom karya desainer Mark Gong, yang dikenal karena kreasinya yang avant-garde. Busana tersebut adalah setelan jas yang elegan namun penuh keberanian, dengan detail rumit yang berkilauan saat ia melangkah di karpet merah. Palet warnanya yang canggih melengkapi penampilannya, menonjolkan fitur wajahnya dengan sempurna.
Busana ini dipadukan dengan perhiasan dari Bulgari, merek yang telah menjadikan Lisa sebagai duta sejak tahun 2020. Perhiasan tersebut dipilih dengan cermat untuk melengkapi setelannya, menambahkan sentuhan kemewahan pada penampilan keseluruhan. Rambut dan riasan Lisa juga disiapkan dengan sempurna, dengan gaya rambut yang membingkai wajahnya secara indah dan riasan yang meningkatkan kecantikan alaminya tanpa berlebihan.
Media dan kritikus fesyen dengan cepat memuji penampilannya, dengan banyak yang menyatakan bahwa busana Lisa adalah salah satu yang terbaik malam itu. Busananya disebut “sangat memukau,” dan jelas bahwa ia memberikan dampak besar pada narasi fesyen acara tersebut. Kemampuan Lisa untuk memadukan fesyen tinggi dengan gaya pribadinya telah menjadikannya trendsetter, dan penampilannya di Oscar hanya memperkuat reputasinya sebagai ikon gaya.
Lebih dari sekadar estetika, pilihan fesyen Lisa juga mencerminkan pengaruh budayanya. Sebagai penyanyi dan aktris Thailand di acara yang didominasi oleh Barat, kehadiran dan gaya busananya menjadi jembatan antar budaya, menunjukkan daya tarik global K-pop dan kemampuannya memengaruhi tren fesyen dunia. Keputusannya mengenakan busana karya Rahul Mishra untuk penampilannya lebih jauh menegaskan pertukaran budaya ini, karena Mishra adalah desainer India yang terkenal dengan desainnya yang rumit dan berkelanjutan.
Tren fesyen di Oscar malam itu memang didominasi oleh tampilan berani dan inovatif, tetapi busana Lisa menonjol karena perpaduan unik antara keanggunan dan keberanian, menjadikannya salah satu yang paling menarik perhatian di karpet merah.
Interaksi dan Kehadiran: Lisa di Tengah Bintang Hollywood
Sepanjang acara, kehadiran Lisa terasa di setiap sudut Dolby Theatre. Ia terlihat berinteraksi dengan berbagai selebriti kelas dunia, terlibat dalam percakapan yang terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Meskipun detail spesifik interaksinya tidak banyak disebutkan, dapat diasumsikan bahwa ia berbaur dengan sesama penampil, nominator, dan tokoh industri, memperkuat posisinya di antara elit Hollywood.
Salah satu momen penting adalah keterlibatannya dalam format “Fab 5,” di mana pemenang akting sebelumnya memuji nominator saat ini. Meskipun format ini tidak digunakan untuk kategori akting tahun ini, peran Lisa dalam menyoroti talenta di balik layar menunjukkan bahwa ia adalah bagian integral dari acara tersebut, berkontribusi pada perayaan keberagaman talenta dalam industri film. Partisipasi ini juga menunjukkan fleksibilitasnya sebagai artis, beralih dari penampil ke pembawa acara dengan penuh percaya diri.
Kehadiran Lisa juga diperkuat oleh liputan media dan buzz di media sosial. Postingan di X menyebutnya sebagai “bintang malam,” dengan banyak yang mengagumi kecantikan, bakat, dan dampaknya pada acara tersebut. Diskusi daring ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai selebriti paling banyak dibicarakan malam itu.
Interaksi Lisa dengan selebriti lain kemungkinan juga mencakup momen keakraban dan saling kagum. Sebagai superstar global, ia mungkin berbagi percakapan dengan aktor, sutradara, dan musisi yang terkesan dengan bakat dan karismanya. Interaksi ini, baik yang terekam kamera maupun tidak, memperkaya narasi malam itu, menempatkan Lisa sebagai tokoh sentral dalam dinamika sosial Oscar.
Warisan Lisa di Dunia Hiburan
Partisipasi Lisa di Oscar ke-97 lebih dari sekadar pencapaian pribadi; ini adalah tonggak sejarah bagi industri hiburan global. Penampilannya sebagai artis K-pop pertama di Academy Awards memecahkan batasan, menampilkan bakat dan daya tarik K-pop di panggung paling bergengsi di dunia. Momen ini membuka jalan bagi artis yang lebih beragam untuk diakui dan diikutsertakan dalam acara semacam ini, mencerminkan sifat global industri hiburan saat ini.
Kesuksesan Lisa di Oscar menegaskan bahwa bakat tidak mengenal batas. Sebagai artis dari Thailand, yang berkarier di genre dari Korea Selatan, di acara yang biasanya didominasi oleh artis Barat, kehadirannya menyoroti pengaruh K-pop yang semakin besar dan kemampuannya memikat penonton dunia. Penampilannya tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi, menunjukkan bahwa artis dari berbagai latar belakang bisa bersinar di panggung global.
Signifikansi kehadiran Lisa juga meluas ke dunia fesyen. Pilihan busananya dari Rahul Mishra menekankan pertukaran budaya global, mencerminkan tren globalisasi dalam industri hiburan di mana artis dan desainer dari berbagai belahan dunia berkolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang unik. Pilihan fesyennya di Oscar menjadi simbol persatuan dan keberagaman, merayakan kekayaan budaya global.
Lebih jauh lagi, kesuksesan Lisa bisa memiliki efek jangka panjang pada industri K-pop dan dunia musik global. Penampilannya yang bersejarah mungkin membuka pintu bagi artis K-pop lain untuk tampil di acara bergengsi, meningkatkan visibilitas dan penerimaan genre ini di media Barat mainstream. Kehadirannya juga bisa menginspirasi artis dari latar belakang beragam untuk mengejar impian mereka di panggung dunia, mengetahui bahwa batasan sedang dipecahkan dan peluang baru muncul.
Kesimpulan: Lisa, Bintang yang Mengubah Oscar
Secara keseluruhan, kehadiran Lisa di Penghargaan Oscar ke-97 adalah sesuatu yang luar biasa. Dari penampilannya yang bersejarah hingga selera fesyennya yang sempurna, ia berhasil memikat perhatian semua orang yang hadir dan yang menyaksikan dari seluruh dunia. Kemampuannya untuk menguasai panggung dan karpet merah menjadikannya selebriti paling banyak dibicarakan malam itu. Ketika sorotan Oscar ke-97 meredup, satu hal menjadi jelas: Lisa tidak hanya menciptakan sejarah tetapi juga menetapkan standar baru untuk apa artinya menjadi superstar global.
Kesuksesannya di Academy Awards adalah bukti dari bakat, kerja keras, dan pengaruh K-pop yang semakin besar di panggung dunia. Saat ia terus memecahkan batasan dan menginspirasi jutaan orang, bintang Lisa akan terus bersinar lebih terang dari sebelumnya. Oscar ke-97 akan dikenang bukan hanya karena film dan artis yang dihormati, tetapi juga karena momen ketika Lisa melangkah ke panggung dan ke hati jutaan orang, membuktikan bahwa ia adalah kekuatan yang tak terbantahkan dalam industri hiburan.

