Pada tanggal 20 April 2025, dunia menyaksikan salah satu kontes kecantikan paling bermakna, Miss Eco International 2025, yang diadakan di Hilton Alexandria Green Plaza, Mesir. Kontes ini bukan sekadar ajang untuk memamerkan kecantikan fisik, tetapi juga panggung untuk mempromosikan kesadaran lingkungan, pariwisata berkelanjutan, dan advokasi global terhadap keberlanjutan. Dengan melibatkan 42 kontestan dari berbagai negara, edisi ke-10 dari kontes ini berhasil mencuri perhatian dunia dengan pesan kuatnya tentang pelestarian lingkungan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang kontes tersebut, pemenang utama, para runner-up, serta pemenang kategori khusus, sambil menyoroti dampak dan tujuan dari Miss Eco International.
Pengantar Miss Eco International
Miss Eco International adalah kontes kecantikan internasional yang unik karena fokusnya pada lingkungan dan pariwisata. Didirikan oleh Dr. Amaal Rezk, kontes ini bertujuan untuk memberdayakan wanita muda menjadi duta global yang mempromosikan keberlanjutan, sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030. Berbasis di Mesir, kontes ini telah berkembang menjadi salah satu ajang kecantikan terbesar di Timur Tengah dan menduduki peringkat ke-7 secara global. Setiap tahun, para kontestan tidak hanya dinilai berdasarkan penampilan, tetapi juga kecerdasan, bakat, dan komitmen mereka terhadap isu-isu lingkungan.
Kontes ini menampilkan berbagai segmen, seperti Eco Dress, di mana para peserta mengenakan busana ramah lingkungan yang terbuat dari bahan daur ulang, serta National Costume, yang menonjolkan kekayaan budaya masing-masing negara. Selain itu, kegiatan pra-kontes seperti pembersihan lingkungan dan kunjungan pariwisata menjadi bagian integral dari acara ini, menegaskan misinya untuk menggabungkan kecantikan dengan aksi nyata.
Miss Eco International 2025: Tanggal, Lokasi, dan Peserta
Edisi 2025 dari Miss Eco International diadakan pada 20 April 2025 di Hilton Alexandria Green Plaza, sebuah lokasi megah yang menjadi simbol kemewahan dan keramahan Mesir. Sebanyak 42 kontestan dari berbagai belahan dunia berpartisipasi dalam kompetisi ini, masing-masing membawa cerita, budaya, dan semangat advokasi mereka. Acara ini juga mencakup kegiatan pra-kontes yang menarik, seperti kunjungan ke Luxor, pemotretan, dan HEPCA Clean-Up di Hurghada, di mana para kontestan turun tangan membersihkan lingkungan sebagai wujud komitmen mereka.
Pemenang Utama: Alexie Mae Caimoso Brooks dari Filipina
Gelar Miss Eco International 2025 diraih oleh Alexie Mae Caimoso Brooks dari Filipina. Wanita berusia 24 tahun ini bukan hanya seorang model, tetapi juga atlet dan lulusan Administrasi Bisnis. Sebelumnya, Brooks pernah menjadi anggota tim nasional atletik Filipina, yang menunjukkan dedikasinya pada prestasi fisik dan mental. Kemenangannya menambah daftar prestasi Filipina dalam kontes ini, menjadikannya negara ketiga yang memenangkan gelar tersebut setelah Cynthia Thomalla (2018) dan Kathleen Paton (2022).
Brooks tampil menonjol sepanjang kompetisi, tidak hanya karena kecantikannya, tetapi juga karena karisma, kecerdasan, dan semangatnya dalam advokasi lingkungan. Dalam wawancara pasca-kemenangan, ia berkata, “Saya sangat bersyukur dan merasa terhormat untuk mewakili Filipina dan membawa pulang mahkota ini. Sebagai Miss Eco International 2025, saya berkomitmen untuk menggunakan platform ini untuk mengadvokasi keberlanjutan lingkungan dan menginspirasi generasi muda untuk menjaga planet kita.” Dengan gelar ini, Brooks juga dianugerahi titel Duta Muda PBB, yang memberinya tanggung jawab untuk mempromosikan proyek-proyek lingkungan global.
Selain mahkota utama, Brooks juga memenangkan kategori Best in National Costume. Kostum nasionalnya, yang terinspirasi oleh kekayaan ekologi Laut Filipina Barat, menampilkan elemen-elemen seperti terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut. Kostum ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya melindungi ekosistem laut dari ancaman seperti polusi plastik.
Para Runner-Up
Selain pemenang utama, Miss Eco International 2025 juga memberikan penghargaan kepada empat runner-up yang menunjukkan performa luar biasa:
-
Runner-Up Pertama: Yulinar Fitriani dari Indonesia
Yulinar Fitriani, seorang Sarjana Seni dari Institut Seni Budaya Indonesia, memukau juri dengan pesona, kecerdasan, dan komitmennya terhadap lingkungan. Sebelumnya, ia pernah meraih gelar Runner-Up Miss Mega Bintang Indonesia 2024 dan dikenal sebagai influencer serta pembicara publik yang aktif mengkampanyekan keberlanjutan. Penampilannya yang konsisten dan advokasinya yang kuat membuatnya menjadi salah satu favorit dalam kompetisi ini. -
Runner-Up Kedua: Ukraina
Kontestan dari Ukraina menempati posisi kedua, menunjukkan kekuatan dan ketahanan di tengah tantangan global yang dihadapi negaranya. Meskipun detail spesifik tentangnya tidak disebutkan secara luas, ia berhasil menarik perhatian dengan penampilan yang elegan dan semangatnya dalam mempromosikan perdamaian serta keberlanjutan. -
Runner-Up Ketiga: Amerika Serikat
Wakil dari Amerika Serikat menduduki posisi ketiga, membawa energi khas dan pendekatan inovatif terhadap advokasi lingkungan. Penampilannya yang percaya diri dan pesan yang kuat tentang pentingnya aksi kolektif untuk lingkungan membuatnya menonjol. -
Runner-Up Keempat: Inggris
Kontestan dari Inggris melengkapi daftar runner-up dengan penampilan yang anggun dan dedikasi terhadap isu-isu lingkungan. Ia juga menjadi bagian dari Top 12 dan menarik perhatian dengan cerita pribadinya yang terkait dengan pelestarian alam.
Para runner-up ini akan bekerja sama dengan Brooks untuk mempromosikan misi Miss Eco International di negara masing-masing, memperluas dampak kontes ini secara global.
Pemenang Kategori Khusus
Selain gelar utama dan runner-up, kontes ini juga mengakui pencapaian dalam kategori khusus yang menonjolkan kreativitas dan keselarasan dengan tema lingkungan:
-
Best in National Costume: Alexie Mae Caimoso Brooks (Filipina)
Seperti disebutkan sebelumnya, Brooks memenangkan kategori ini dengan kostum yang terinspirasi oleh keindahan laut Filipina, menegaskan dominasinya dalam kompetisi. -
Best in Eco Dress: Venezuela
Kontestan dari Venezuela membawa pulang penghargaan ini dengan busana ramah lingkungan yang memukau. Desainnya, yang terbuat dari bahan daur ulang, menjadi simbol dari misi kontes untuk mempromosikan mode berkelanjutan.
Kategori-kategori ini tidak hanya menambah dimensi artistik pada kontes, tetapi juga memperkuat pesan tentang pentingnya kreativitas dalam mendukung keberlanjutan.
Kontestan Lain yang Menonjol
Selain pemenang dan runner-up, beberapa kontestan lain juga meninggalkan kesan mendalam. Salah satunya adalah Victoria Repollo Inglis dari Inggris, yang memiliki darah Filipina. Inglis masuk ke Top 12 dan memenangkan kompetisi Resort Wear, yang memberinya tempat di final. Penampilannya dalam busana resor rancangan Maria Glenn, dipadukan dengan sepatu emas dari Jojo Bragais, mendapat pujian luas. Dengan latar belakang keluarga dari Pangasinan dan Ilocos, Inglis juga aktif dalam advokasi lingkungan, menjadikannya salah satu kontestan yang inspiratif.
Dampak dan Harapan ke Depan
Miss Eco International 2025 lebih dari sekadar kompetisi kecantikan; ini adalah platform untuk perubahan. Dengan kerja sama bersama IIMSAM di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, kontes ini mendukung inisiatif seperti pengurangan plastik sekali pakai, penanaman pohon, dan pembersihan lingkungan. Para pemenang, termasuk Brooks dan Fitriani, diharapkan menjadi agen perubahan yang menginspirasi tindakan nyata di komunitas mereka.
Kemenangan Filipina untuk ketiga kalinya dalam sejarah kontes ini menunjukkan kekuatan negara tersebut dalam ajang kecantikan internasional, sementara penampilan kuat dari Indonesia, Ukraina, Amerika Serikat, dan Inggris menegaskan bahwa pesan lingkungan adalah isu global yang menyatukan berbagai budaya. Ke depan, Miss Eco International diharapkan terus berkembang, memperluas jangkauannya, dan meningkatkan kesadaran tentang pelestarian lingkungan.
Penutup
Miss Eco International 2025 telah sukses menggabungkan kecantikan, tujuan, dan advokasi dalam satu panggung megah. Alexie Mae Caimoso Brooks dari Filipina, bersama para runner-up seperti Yulinar Fitriani dari Indonesia dan pemenang kategori khusus dari Venezuela, telah menetapkan standar tinggi untuk generasi mendatang. Dengan fokus pada keberlanjutan dan pariwisata, kontes ini membuktikan bahwa kecantikan sejati terletak pada kemampuan untuk menciptakan dampak positif bagi dunia. Semoga legacy ini terus hidup, menginspirasi lebih banyak wanita muda untuk menjadi duta lingkungan dan agen perubahan di masa depan.


