Hari Pertama Bimbingan Teknis Pembimbing Muatan Lokal Keagamaan Islam Kabupaten Jombang Tahun 2019

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengadakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) untuk pembimbing mata pelajaran muatan lokal (mulok) keagamaan Islam se-Kabupaten Jombang pada hari ini, Kamis 5 Desember 2019. Acara bimtek mulok keagamaan ini dijadwalkan akan berlangsung selama 2 hari hingga besok Jumat 6 Desember 2019. Bimbingan teknis ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi setiap pembimbing muatan lokal keagamaan Islam di Kabupaten Jombang.

Program bimbingan teknis guru mulok keagamaan Islam ini dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda untuk beberapa Kecamatan yang tergabung dalam sejumlah wilayah kerja Dinas Pendidikan di Kabupaten Jombang. Lokasi kegiatan pelatihan guru mulok Jombang ini antara lain di SMA Negeri 3 Jombang, SMP Negeri 5 Jombang, dan SD Negeri Balongbesuk 1 Diwek. Penulis merupakan salah satu peserta kegiatan Bimtek mulok keagamaan Islam yang berada di SDN Balongbesuk 1.

Antusias Pengajar Al-Qur’an

Acara bimbingan teknis pembimbing muatan lokal keagamaan Islam Kabupaten Jombang dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir menjelang pukul 15.00 WIB. Tak kurang dari 180 orang peserta telah hadir di lokasi sejak pukul 07.30 WIB. Mereka memenuhi aula yang merupakan gabungan dari tiga ruang kelas di SDN Balongbesuk 1. Teriknya cuaca hari ini tidak menghalangi ratusan pengajar Al Quran untuk kembali belajar membuat perangkat pembelajaran bersama-sama.

Kegiatan bimbingan teknis pembimbing muatan lokal keagamaan Islam Kabupaten Jombang dibuka oleh Koordinator Wilayah Kerja (Korwilker) Pendidikan Kecamatan Diwek, Bapak Khoirul Anam. Beliau memberi sambutan di hadapan para peserta bimtek yang hadir di lokasi kegiatan. Selain Korwilker Pendidikan Kecamatan Diwek, hadir pula Bapak Budi Nyoto selaku pengawas sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.

Sambutan Korwilker diawali dengan pemaparan Peraturan Bupati untuk memajukan pendidikan agama di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jombang. Lembaga SD dan SMP di Jombang perlu menambah materi mata pelajaran yang berhubungan dengan agama. Namun terdapat beberapa kendala dalam penerapan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang di bidang pendidikan keagamaan ini.

Hari Pertama Masuk Sekolah dengan Penghargaan Siswa Teladan Program Ramadhan Muatan Lokal Keagamaan di SDN Latsari Kec Mojowarno Kab Jombang
Hari Pertama Masuk Sekolah dengan Penghargaan Siswa Teladan Program Ramadhan Muatan Lokal Keagamaan di SDN Latsari Kec Mojowarno Kab Jombang

Kendala Pendidikan Keagamaan

Salah satu dari kendala pengembangan pendidikan keagamaan Islam di Kabupaten Jombang adalah ketersediaan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan membaca dan menulis Alquran dengan baik dan benar serta mampu mengelola kegiatan belajar mengajar keagamaan secara efektif dan efisien. Selain itu, kendala lain yang dihadapi oleh lembaga pendidikan SD dan SMP di Kabupaten Jombang adalah tidak semua sekolah memiliki tempat ibadah yang layak dan memenuhi standar pelayanan pendidikan.

Kendati memiliki sejumlah kendala dalam pelaksanaannya, mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam tetap diberikan kepada peserta didik. Pembelajaran muatan lokal keagamaan Islam mulai diberikan kepada peserta didik di beberapa kelas awal pada tahun ajaran 2016-2017. Proses pendidikan mulok keagamaan Islam di Kabupaten Jombang sudah berjalan secara penuh dan diterapkan mulai kelas 1 sampai kelas 9 pada tahun ajaran 2018-2019. Saat ini semua peserta didik di SD dan SMP di seluruh wilayah kabupaten Jombang telah menerima pendidikan muatan lokal keagamaan Islam.

Foto Bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mojowarno dan Guru-guru Muatan Lokal Keagamaan Islam SD Kec Mojowarno
Foto Bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mojowarno dan Guru-guru Muatan Lokal Keagamaan Islam SD Kec Mojowarno

Pengembangan Pendidikan Keagamaan

Mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam secara bertahap diberikan juga kepada siswa kelas 10 sampai kelas 12 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat. Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang menyadari perlunya mendidik mental religius kepada seluruh pelajar di kabupaten Jombang. Berbagai gebrakan program baru dilaksanakan untuk menunjang pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah.

Bapak Khoirul Anam mengatakan kepada para peserta kegiatan bimbingan teknis muatan lokal keagamaan Islam bahwa kreatifitas dan inovasi pengajar Alquran sangat dibutuhkan agar implementasi pendidikan muatan lokal keagamaan Islam berjalan optimal. Hal ini sangat mendesak dilakukan. Apalagi pada kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP, panitia PPDB mensyaratkan siswa memiliki sertifikat keagamaan sebagai salah satu syarat masuk SMP negeri.

Pembimbing mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam diharapkan bisa membaur dalam berbagai kegiatan keagamaan di masyarakat sekitar lokasi sekolah berada. Pembimbing muatan lokal keagamaan Islam perlu membekali peserta didiknya dengan berbagai keterampilan beribadah seperti tahlilan, membaca surat Yasin, sholawat diba’, sholawat al banjari, dan berbagai rutinitas ibadah sehari-hari yang dilakukan di masyarakat pedesaan sekitar lokasi sekolah. Itulah wujud nyata kontribusi Sekolah Dasar terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di masyarakat.

“Setiap pembimbing muatan lokal keagamaan keagamaan Islam diharapkan mampu melaksanakan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill,” demikian disampaikan Bapak Khoirul Anam.

High Order Thinking Skill (HOTS) adalah proses berfikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. Pembelajaran berbasis HOTS dibutuhkan bagi pengajar untuk menguatkan karakter siswa, meningkatkan kemampuan literasi, serta mengembangkan kompetensi abad 21.

Tugas ini tidak ringan. Menciptakan generasi muda yang beriman dan konsisten berbuat baik perlu keteladanan secara tepat. “Ada pepatah yang mengatakan bahwa belajar di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu. Hari ini sangat mudah dilakukan. Sebaliknya, belajar di waktu dewasa bagaikan mengukir diatas air. Ingatan gampang hilang,” ujar pria Korwilkerdik Kecamatan Diwek ini.

Tebar Motivasi Islami pada Perayaan Hari Raya Idul Qurban di SDN Kedungpari 1 Tahun 2017

Pentingnya Membuat Perangkat Pembelajaran

Salah satu kewajiban setiap pembimbing mata pelajaran muatan lokal lokal muatan lokal keagamaan Islam adalah menyediakan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan ketentuan pemerintah  dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan lembaga pendidikan masing-masing. Perangkat pembelajaran yang penting untuk dibuat dan digunakan oleh setiap pembimbing muatan lokal keagamaan Islam adalah Silabus Mulok Keagamaan, Kalender Pendidikan, Rincian Pekan Efektif, Program Tahunan, Program Semester, dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Hakikat RPP adalah merencanakan sebuah pembelajaran secara benar. Segala sesuatu kalau direncanakan Insyaallah hasilnya akan maksimal. Sesuatu yang tidak direncanakan maka hasilnya tidak mengarah kemana-mana. Hal ini berlaku pula dalam pendidikan diniyah yang baru berjalan sebulan di lingkungan Sekolah Dasar Kabupaten Jombang

“Ibaratnya Anda membawa mobil dari rumah dan tidak punya rencana apa-apa, maka aktivitas menyetir mobil yang anda lakukan tidak akan menemui sebuah pemberhentian yang menyenangkan hati,” pungkas Bapak Khoirul Anam.

Kegiatan awal di dalam kelas intinya adalah mempersiapkan peserta didik agar siap untuk belajar. Ada beberapa cara untuk mengumpulkan konsentrasi peserta didik di dalam kelas. Misalnya melakukan absen, murid diberi motivasi, dan apersepsi. Apersepsi adalah aktifitas mengingatkan pembelajaran yang kemarin. Setelah para peserta didik sudah siap, baru guru mulok masuk pada materi inti.

Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan anda dalam mendidik anak-anak di bidang keagamaan.

Bagikan tulisan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *