Penghargaan Siswa Terpuji Dalam Kegiatan Keagamaan

Hari Pertama Masuk Sekolah dengan Penghargaan Siswa Teladan Program Ramadhan Muatan Lokal Keagamaan di SDN Latsari Kec Mojowarno Kab Jombang
Hari Pertama Masuk Sekolah dengan Penghargaan Siswa Teladan Program Ramadhan Muatan Lokal Keagamaan di SDN Latsari Kec Mojowarno Kab Jombang

Pujilah anak-anak sebanyak mungkin karena rasa senang yang mereka rasakan akan dikenang seumur hidup. Sekecil apapun prestasi anak, berikan apresiasi secara terbuka di hadapan publik. Itulah pemikiran yang melandasi penulis memberikan sejumlah penghargaan kepada beberapa orang siswa di lembaga pendidikan tempat penulis mengajar. Seolah ingin membalas kisah kelam masa lalu yang tidak pernah mendapat penghargaan meski sudah berprestasi membawa nama sekolah, penulis memberikan pelajaran kepada semua siswa bahwa setiap manusia pasti bisa berprestasi. Penghargaan kegiatan keagamaan kali ini penulis berikan untuk kategori Imam Tahlil Terpuji, Pembawa Acara Terpuji, Dai Kecil Terpuji, Muadzin Terpuji, dan Murid Paling Disayang Guru.

Kegiatan Tahlil Keliling telah dilaksanakan  oleh para siswa kelas VI di rumah orang tua atau wali murid selama periode Juli 2017 sampai Maret 2018. Total sebanyak 23 kali mereka bergantian menjadi tuan rumah acara tahlilan. Dimulai di rumah siswa nomor absen 1 hingga berakhir di rumah siswa nomor absen 23, setiap anak juga bergantian menjadi petugas acara. Penulis sudah menyiapkan 23 lembar teks pembawa acara dan 23 buah teks tausiyah untuk setiap anak. Jadwal tahlilan pun sudah penulis susun berdasarkan pekan efektif kegiatan pembelajaran di sekolah. Alhamdulillah para siswa kelas enam sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Meski ada kesalahan pada beberapa kesempatan, hal itu tidak mengurangi nilai penting edukasi. Kali ini penulis memberikan apresiasi kepada para siswa yang dinilai berprestasi melawan kebodohan dirinya sendiri.

Penulis tidak ingin bekerja sendiri. Penilaian para siswa terbaik ditentukan oleh vote para guru. Pada tahap ini penulis ingin membentuk budaya baru di sekolah. Siswa jangan hanya dimarahi saat mereka membuat kesalahan. Sebaliknya, sekecil apapun bentuk prestasi siswa harus dihargai. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan motivasi dan semangat belajar kepada siswa. Mungkin awalnya mereka memiliki sedikit pamrih dalam belajar karena mengejar penghargaan, tidak masalah. Lambat-laun perbuatan yang dilakukan dengan pura-pura akan menjadi karakter diri. Masih ingatkah ketika masa kecil Anda disuruh berangkat sholat ke masjid? Awalnya karena takut dijewer ibu tapi lama-kelamaan jadi terbiasa sholat di masjid.

Untuk mengantisipasi peningkatan faktor pamer dan pamrih dalam diri siswa, penulis memperluas wilayah penilaian siswa bukan hanya di sekolah tapi juga di rumah. Kali ini penulis akan melibatkan peran orang tua dan wali murid dalam menilai siswa. Sekali lagi, kesan subyektif dalam penilaian tentu bisa saja terjadi. Namun mengingat manfaat besar yang bisa didapat siswa di kemudian hari, penulis berpandangan segala bentuk penghargaan harus diberikan kepada siswa yang berprestasi. Bukan hanya prestasi akademik, bahkan perbuatan-perbuatan mulia yang dianggap remeh orang dewasa pun harus diberikan apresiasi.

Bagaimana dengan pengalaman Anda mendidik anak-anak? Lebih sering mana Anda memuji ataukah memaki anak-anak? Mari perbaiki sikap kita kepada mereka sebelum terlambat. Semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi bagi Anda.

Bagikan artikel ini melalui:

9 Replies to “Penghargaan Siswa Terpuji Dalam Kegiatan Keagamaan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *