Situs Keramat Siti Inggil Pertapaan Raden Wijaya di Trowulan Mojokerto

Menyingkap Sejarah Sayyid Jumadil Kubro di Makam Troloyo Trowulan
Menyingkap Sejarah Sayyid Jumadil Kubro di Makam Troloyo Trowulan

Apa kabar sobat blogger Jombang? The Jombang Taste kembali mengulas tempat-tempat wisata yang unik dan menarik di sekitar Kota Jombang. Rasa penasaran saya menggiring langkah kaki berkunjung ke obyek wisata yang tidak banyak disukai kebanyakan wisatawan dan backpacker. Kali ini saya akan berbagi pengalaman berlibur ke salah satu obyek wisata di Mojokerto yang menjadi peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu Pertapaan Siti Inggil.

Pertapaan Siti Inggil, ada juga yang menyebutnya sebagai Makam Siti Hinggil, adalah tempat wisata bersejarah yang terletak di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Untuk mencapai lokasi wisata tersebut tidaklah sulit. Pada artikel sebelumnya saya sudah pernah menceritakan pengalaman berlibur ke obyek wisata Candi Brahu dan Maha Vihara Mojopahit di Trowulan. Nah, lokasi Siti Inggil berada tak jauh dari keberadaan dua tempat wisata di Mojokerto tersebut.

Lokasi Obyek Wisata Siti Inggil

Bulan lalu saya berkunjung kesana pada siang hari bersama dengan acara liburan ke Candi Gentong, Candi Brahu, Maha Vihara Mojopahit, Kolam Segaran, Museum Trowulan, dan sejumlah obyek wisata di Mojokerto lainnya. Siti Inggil terletak di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur. Tempatnya masuk ke dalam dan diapit oleh area persawahan penduduk.

Kalau Anda ambil jalan menuju ke Siti Inggil maka Anda akan serasa memasuki sebuah gang buntu. Kondisi tersebut tidaklah mengherankan mengingat fungsi utama pertapaan adalah untuk menyepi dari keramaian. Saya nggak bisa bayangkan betapa mencekamnya suasana obyek wisata ini pada malam hari. Menurut penuturan warga setempat, makam Siti Inggil memang banyak didatangi oleh pengunjung justru pada malam hari. Kalau ada pengunjung yang datang kesana pada siang hari, bisa dipastikan kunjungan tersebut hanya untuk berlibur saja.

Setiap wisatawan yang berkunjung ke Siti Inggil tidak dipungut biaya masuk. Walau disana terdapat pos jaga, fungsinya hanya untuk pos keamanan saja. Meskipun tidak ada biaya masuk ke area wisata, kalau Anda berlibur ke Siti Hinggil dengan membawa kendaraan maka Anda dipungut biaya parkir. It’s normally happened. Parkir sepeda motor disana Rp 2.000. Memang seperti itulah ciri obyek wisata di Trowulan yang pada umumnya tidak pakai tiket masuk. Pengunjung hanya bayar biaya parkir untuk keamanan kendaraan yang yang dibawa oleh pengunjung.

Situs Bersejarah Peninggalan Kerajaan Majapahit

Menurut nama yang tertulis di pintu masuk bangunan utama, nama resmi Siti Inggil adalah Pertapaan Siti Inggil Raden Wijaya Kartarajasa Jayawardhana Brawijaya I dari Kerajaan Majapahit. Berdasarkan terjemah bahasa Jawa, Siti berarti tanah. Sedangkan Inggil berarti tinggi atau di atas ketinggian. Dan memang benar demikian, pertapaan Siti Inggil berupa bangunan cungkup makam yang terletak di atas tanah yang posisinya lebih tinggi daripada tanah yang ada di sekitarnya.

Saya penasaran ingin masuk ke dalam kompleks pertapaan Siti Inggil yang luas bangunan utamanya kurang lebih 20 kali 20 meter. Tapi sebelum masuk ke dalam pintu yang tertutup rapat, saya buru-buru dicegah oleh seorang ibu petugas kebersihan disana. Saya ditanya mau ngapain masuk ke dalam pertapaan. Saya jelaskan saya sedang membuat penelitian tentang sejarah Kerajaan Majapahit, terutama biografi Raden Wijaya.

Petugas tersebut (bisa juga disebut sebagai juru kunci) menjelaskan bahwa tidak semua orang diperbolehkan masuk ke dalam area pertapaan Siti Inggil. Hanya orang-orang tertentu dan memiliki kepentingan saja yang boleh masuk. Dan ada satu lagi syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pengunjung Siti Inggil, yaitu membawa dupa ratus dan memberi sumbangan seikhlasnya kepada juru kunci.

Nah loh, saya nggak pernah pegang yang namanya dupa ratus, kemenyan atau benda-benda sejenisnya. Saya juga nggak berminat bertapa di dalamnya. Jadi saya putuskan nggak masuk ke dalam bangunan utama Siti Inggil. Untungnya, si ibu juru kunci itu mau menjelaskan sedikit riwayat bangunan Siti Inggil. Ternyata fungsi awal pembangunan Siti Inggil adalah sebagai tempat bertapa atau bersemedi Raden Wijaya di saat mencari petunjuk Tuhan untuk memberi keputusan dalam memerintah Kerajaan Majapahit.

Cerita Hikayat Raja Arief Imam - Wedding ilustration by Hidayat Said
Cerita Hikayat Raja Arief Imam – Wedding ilustration by Hidayat Said

Sumur Suci dan Makam Keluarga Raja

Masih menurut juru kunci tersebut, kompleks bangunan obyek wisata di Trowulan tersebut masih mempertahankan struktur bangunan aslinya. Artinya, hanya sebagian kecil bangunan baru didirikan disana untuk mendukung kegiatan liburan pengunjung. Setelah juru kunci itu pergi, saya menyempatkan diri untuk mengintip dari balik celah pintu yang digembok. Saya curi-curi foto bagian dalam. Hahaha. Namanya juga orang penasaran, pasti selalu cari cara untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut.

Kelar mencari informasi terkait bangunan utama Siti Inggil, saya pun berkeliling ke kompleks tempat wisata di Jawa Timur tersebut. Di sudut timur laut Siti Inggil terdapat sebuah sumur suci yang, katanya sih, bisa menyembuhkan beragam penyakit manusia. Tak jauh dari sumur tersebut terdapat dua buah patung, yang satu berukuran besar dan satunya lagi lebih kecil. Menurut keterangan warga setempat, patung yang besar tersebut adalah perwujudan Raden Wijaya.

Di sebelah barat Siti Inggil terdapat beberapa tempat bertapa. Ada yang terbuka, ada juga yang tertutup. Sedangkan di sebelah barat undak-undakan Siti Inggil terdapat beberapa makam anggota keluarga kerajaan Majapahit. Tepat di depan makam tersebut terdapat sebuah pendopo yang ukurannya lumayan luas. Pendopo tersebut dimanfaatkan oleh pengunjung untuk beristirahat melepas lelah sambil menikmati sajian wisata kuliner khas Mojokerto.

Terlepas dari kenyataan masih kuatnya kepercayaan animisme dan dinamisme masyarakat setempat, obyek wisata Pertapaan Siti Inggil merupakan salah satu tempat wisata edukasi yang harus diketahui oleh para pelajar dan generasi muda. Kebiasaan pemimpin Kerajaan Majapahit yang melibatkan petunjuk Tuhan dalam mencari solusi masalah kehidupan adalah nilai luhur yang harus kita teladani. Semoga artikel ini bisa memberi tambahan wawasan untuk Anda.

Ayo kenali kekayaan budaya bangsa kita dengan berlibur ke tempat-tempat wisata di Indonesia!

6 Replies to “Situs Keramat Siti Inggil Pertapaan Raden Wijaya di Trowulan Mojokerto”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *