Ribetnya Melaksanakan Lomba Agama Islam di Sekolah Dasar

Hari Pertama Masuk Sekolah dengan Penghargaan Siswa Teladan Program Ramadhan Muatan Lokal Keagamaan di SDN Latsari Kec Mojowarno Kab Jombang
Hari Pertama Masuk Sekolah dengan Penghargaan Siswa Teladan Program Ramadhan Muatan Lokal Keagamaan di SDN Latsari Kec Mojowarno Kab Jombang

Apa kabar sobat blogger Jombang? The Jombang Taste hadir kembali ke hadapan Anda dengan inspirasi kehidupan masyarakat Jombang yang unik dan menarik dalam bidang pendidikan. Artikel ini saya tulis dengan maksud berbagi pengalaman kehidupan, tidak ada maksud apapun selain sebagai bahan koreksi bersama dalam mendidik anak-anak. Sesuai judul di atas, mengadakan lomba agama Islam di sekolah dasar alias SD itu ribet. Saya tidak bermaksud mengkonfrontasi berbagai pihak yang terlibat, namun memang demikian adanya dalam praktek di lapangan.

Lomba agama Islam di SD pada umumnya dilakukan dalam rangka memperingati datangnya hari-hari besar agama Islam. Misalnya, peringatan Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi, Tahun Baru Muharram, dan lain-lain. Jenis lomba yang dipertandingkan pun bervariasi. Contohnya, Lomba Kasidah Modern, Lomba Adzan, Lomba Pilihan Dai Cilik, Musabaqoh Tilawatil Quran, Musabaqoh Hifdhul Quran, dan lain-lain.

Kalau Anda mau bikin acara lomba, tentu pertimbangan pertama yang perlu Anda lakukan adalah masalah dana. Asal tahu saja, keberlangsungan pembiayaan kegiatan siswa di SD sekarang banyak tergantung kepada Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Celakanya, pendanaan kegiatan lomba di SD tidak bisa dimasukkan dalam laporan keuangan BOS. Entah dengan alasan apa Pemerintah membuat peraturan seperti itu, yang pasti tidak ada ruang untuk pembiayaan lomba di sekolah.

Lalu, bagaimana caranya supaya Anda bisa memakai biaya BOS untuk lomba para siswa? BOS memperbolehkan pembelian buku-buku sekolah untuk dimasukkan ke dalam surat pertanggungjawaban laporan keuangan BOS. Jadi, kalau Anda mau pakai dana BOS untuk membiayai lomba murid di SD, belilah buku-buku sekolah sebagai hadiah lomba. Entah siapa yang pertama kali memulai ide unik mengakali peraturan Pemerintah ini, nyatanya para guru banyak yang mencari celah ini untuk membiayai lomba di SD.

Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang
Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang

Tantangan bikin acara lomba agama Islam di SD selanjutnya adalah minimnya dukungan guru-guru lainnya dalam melaksanakan lomba. Bukan rahasia lagi, pergaulan antar guru telah terkutub-kutub menurut stratifikasi tertentu. Sentimen pribadi pun turut mewarnai aktifitas mendidik murid di sekolah. Maka tak mengherankan kalau acara lomba agama Islam di SD berjalan setengah hati. Mau dibatalkan kok ya eman-eman, mau dilanjutkan malah jalan sendirian.

Kalau guru-gurunya tidak bisa satu kata dalam melangkah, lalu bagaimana dengan murid-muridnya? Anda bisa bayangkan sendiri bagaimanakah bentuk keteladanan yang disajikan dalam ketidakharmonisan para guru. Para murid seolah mencontoh perilaku guru-gurunya, mereka tampak tidak bisa akur dengan sesama murid. Mereka tampak acuh ketika diajak berlomba secara kelompok. Sebaliknya, perlombaan individu menjadi daya tarik yang kuat bagi anak-anak untuk menjadi yang terbaik.

Terdapat kasus unik di tempat tinggal saya berkaitan dengan minat murid SD dalam mengikuti Lomba Agama Islam. Kehadiran seni musik patrol modern telah menyedot sebagian besar perhatian mereka dalam beraktifitas. Daripada menghafal bacaan ayat-ayat Al-Quran, mereka lebih suka beraksi sebagai musisi jalanan yang memainkan musik kentongan atau berlenggak-lenggok sebagai penari pengiring patrol. Inilah kenyataan pahit yang harus saya hadapi dalam mengaktualisasikan diri di tengah kehidupan masyarakat Jombang.

Setelah membaca tulisan ini secara utuh, Anda tentu sudah bisa membuat kesimpulan betapa tidak mudahnya mengajarkan pendidikan agam kepada peserta didik di sekolah dasar. Hambatan itu berasal dari diri mereka sendiri, lingkungan yang tidak kondusif, maupun peraturan perundang-undangan yang tidak memberikan kemudahan bagi pelaksanaan pendidikan anak berbasis agama. Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi bagi Anda dalam mendidik putra-putri Anda di rumah.

4 Replies to “Ribetnya Melaksanakan Lomba Agama Islam di Sekolah Dasar”

  1. Halangan bukanlah rintangan. Itulah cara menaikkan level prestasi diri. Tetap semangat mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *