Memotivasi Peserta Pesantren Ramadhan Kreatif Angkatan 1 Yatim Mandiri Jombang Tahun 2016

Idul Adha tahun ini menandai awal mula saya mengajar mata pelajaran Muatan Lokal Keagamaan di SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Dengan demikian, saya memiliki lebih banyak ruang untuk berkreasi dalam syiar agama Islam di desa tempat tinggal. Rasanya belum hilang motivasi kehidupan yang saya dapatkan dari Desa Asemgede, kali ini saya mendapatkan semangat baru di Desa Latsari. Inspirasi pendidikan anak Islami yang muncul pun kali ini lebih riil dan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Perayaan takbir Idul Adha yang sepi peminat di Dusun Guwo tidak menyurutkan langkah saya untuk mengadakan event peringatan hari besar Islam di SDN Latsari. Pun ketika beberapa guru tampak kurang mendukung event perdana saya ini, saya tidak patah semangat. Pengalaman-pengalaman masa lalu saya ketika mengisi acara Ramadhan Selaksa Cinta kali ini sangat membantu saya dalam menyusun acara yang menarik dan berkesan bagi anak-anak peserta kegiatan.

Acara PHBI Idul Adha dilaksanakan pada Selasa, 13 September 2016. Setiap murid SDN Latsari dalam acara ini diwajibkan membaca bekal makanan dari rumah. Menu makanan mereka pada umumnya masih berbahan dasar daging sapi dan daging kambing hasil penyembelihan hewan qurban. Tidak jadi masalah. Apapun jenis olahan masakan mereka, pada akhirnya menu makanan tersebut akan ditukar secara acak dengan teman-teman mereka. Disinilah prakek semangat berbagi dan pengorbanan secara ikhlas dilaksanakan.

Beberapa murid tampak tidak suka mendapatkan menu makanan yang bukan kesenangan mereka. Selebihnya, tampak para murid menikmati makanan dengan senang hati usai mengikuti acara motivasi Islami yang saya sampaikan. Konsep acara motivasi Islami di SDN Latsari ini saya duplikasi dari Rumah Cerdas Islami yang sering mengadakan pelatihan ESQ for Kids di Kabupaten Jombang.

Yel-yel, ice breaking, video motivasi, dan doa bersama adalah bagian yang tidak terhapuskan dari training ESQ untuk murid-murid sekolah dasar di Jombang selatan ini. Karena acara perayaan Idul Adha di SDN Latsari kali ini merupakan yang perdana, dimana tahun-tahun lalu tidak ada acara sejenis, maka respons murid-murid sangat antusias saat mengikuti acara ini. Mereka seperti musafir kehausan di tengah gurun dan menemukan sumber air yang menyejukkan.

Saya bersyukur acara PHBI di SDN Latsari ini bisa berlangsung dengan lancar. Hal ini menjawab keraguan beberapa kawan guru yang tidak terbiasa berkreasi dan keluar dari zona nyaman mereka sebagai pendidik berseragam pegawai negeri. Dan saya tidak akan berhenti sampai disini saja. Saya tertantang untuk mengajak para wali murid hadir dalam kegiatan PHBI di SDN Latsari. Saya tahu hal itu tidak mudah mengingat tingkat partisipasi orang tua yang sangat rendah dalam mendukung proses pendidikan anak-anaknya. Namun saya tidak akan berhenti sampai disini.

Untuk menumbuhkan sebuah budaya baru yang luhur dan berlandaskan syariat agama Islam tidak bisa dilakukan dalam sehari semalam. Murid dan wali murid harus dibiasakan untuk berperilaku sesuai tuntunan agama. Dan hal itu bisa dimulai dari langkah sederhana melalui proses belajar-mengajar di sekolah. Semoga setiap guru di Indonesia mampu memiliki kepedulian sosial dan tanggungjawab moral terhadap setiap jenis pengajaran yang mereka lakukan. Aamiin.