Kabupaten Jombang, yang dikenal dengan julukan “Kota Santri” karena kekayaan pesantren dan tokoh agamanya, kini juga mulai menunjukkan potensi wisata rekreasinya yang lebih modern dan menyenangkan. Setelah bertahun-tahun vakum dan nyaris “mati suri”, Taman Tirta Wisata di Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan akhirnya bangkit kembali melalui soft launching wahana waterboom pada 16 dan 17 Februari 2026. Acara ini menjadi momen bersejarah bagi warga Jombang, terutama keluarga dan anak-anak, yang selama ini merindukan destinasi air segar di tengah kabupaten yang panas.
Soft launching ini bukan sekadar pembukaan biasa. Dua hari spesial tersebut digelar secara gratis tanpa tiket masuk, dengan kuota terbatas 300 anak per hari. Ini adalah strategi Pemkab Jombang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kepemudaan (Disporapar) untuk menguji coba fasilitas, memastikan keamanan, serta membangun antusiasme masyarakat sebelum resmi beroperasi penuh. Diramaikan pula dengan lomba melukis dan mewarnai tingkat TK hingga SD se-Kabupaten Jombang, acara ini sukses menciptakan suasana riang gembira, penuh tawa, dan kenangan basah yang hangat.
Sejarah Taman Tirta Wisata: Dari Kejayaan hingga Mati Suri
Taman Tirta Wisata Jombang bukanlah destinasi baru. Berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta No. 12, Nglungge, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, tempat ini dulunya menjadi salah satu spot rekreasi favorit warga Jombang dan sekitarnya. Dibangun sebagai taman wisata buatan, Tirta Wisata menawarkan berbagai fasilitas seperti danau buatan, kolam pemancingan, lapangan tenis, serta wahana air utama berupa kolam renang dewasa, anak-anak, dan waterboom dengan seluncuran warna-warni.
Pada masa jayanya, sekitar tahun 2000-an hingga awal 2010-an, tempat ini ramai dikunjungi keluarga pada akhir pekan dan libur sekolah. Wahana waterboom menjadi daya tarik utama, dengan air segar yang mengalir deras, seluncuran tinggi yang menantang, dan area bermain air yang aman untuk anak kecil. Bahkan pada 2011, Pemkab Jombang pernah menggelontorkan dana Rp 1,1 miliar untuk renovasi kolam renang dan wahana air, menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikannya ikon wisata lokal.
Namun, seiring waktu, pengelolaan yang kurang optimal menyebabkan fasilitas mulai menurun. Kolam renang mulai dipenuhi semak belukar, instalasi air rusak, dan wahana waterboom tak lagi berfungsi. Kondisi ini berlangsung bertahun-tahun, membuat Tirta Wisata nyaris terlupakan. Beberapa laporan media lokal bahkan menyebutnya sebagai “riwayatmu kini” yang menyedihkan, dengan gambar kolam yang kumuh dan wahana yang sepi. Banyak warga Jombang yang tumbuh besar mengenang tempat ini sebagai kenangan masa kecil, tapi kini hanya bisa menghela napas melihat kondisinya yang terbengkalai.
Kebangkitan di Era Baru: Komitmen Pemkab Jombang
Kembalinya Tirta Wisata tidak lepas dari upaya revitalisasi yang dilakukan Pemkab Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi. Melalui Disporapar, pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Rumah Kreatif Jombang, untuk menghidupkan kembali aset publik ini. Proses perbaikan dimulai dengan fokus pada wahana waterboom sebagai prioritas utama, karena potensinya besar untuk menarik wisatawan keluarga.
Uji coba soft launching pada 16-17 Februari 2026 menjadi langkah awal yang krusial. Plt. Kepala Disporapar Jombang, Hartono, menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang antusias. Acara ini juga menjadi bagian dari strategi menjelang Ramadan, memberikan hiburan gratis sebelum memasuki bulan puasa. Setelah uji coba, rencananya tiket masuk akan diterapkan dengan tarif terjangkau sekitar Rp 10.000 per orang, dengan air yang diklaim tanpa kaporit (menggunakan sistem filtrasi alami atau modern untuk menjaga kebersihan).
Soft launching dibuka pukul 08.00 hingga 15.00 WIB setiap harinya. Kuota 300 anak per hari diterapkan untuk mengontrol jumlah pengunjung, memastikan pengalaman yang aman dan nyaman, serta menghindari kerumunan berlebih selama tahap uji coba. Pendaftaran dilakukan secara daring atau langsung di lokasi, dan antusiasme masyarakat sangat tinggi—banyak orang tua yang datang lebih awal untuk mendaftarkan anak-anak mereka.
Rangkaian Acara yang Membuat Hari-Hari Itu Istimewa
Hari pertama, Senin 16 Februari 2026, menjadi pembuka yang meriah. Ratusan anak dari berbagai sekolah TK dan SD memadati area waterboom. Seluncuran warna-warni dengan berbagai tingkat ketinggian langsung menjadi favorit. Ada seluncuran lurus untuk yang berani, seluncuran melengkung yang menyenangkan, dan area splash pool dangkal untuk balita. Air mengalir deras, bersih, dan segar, sesuatu yang sangat dinantikan setelah bertahun-tahun tutup.
Tidak hanya bermain air, acara diwarnai dengan lomba melukis dan mewarnai tingkat TK hingga SD se-Kabupaten Jombang. Lomba ini digelar di area terbuka dekat kolam, dengan tema “Tirta Wisata Impianku” atau “Liburan Seru di Waterboom”. Anak-anak diberi kanvas, kertas gambar, crayon, cat air, dan spidol warna-warni. Hadiah menarik seperti voucher bermain air, paket mainan, dan sertifikat juara membuat semangat mereka membara.
Juri dari Rumah Kreatif Jombang dan seniman lokal menilai karya berdasarkan kreativitas, warna, dan pesan yang disampaikan. Banyak lukisan menampilkan seluncuran air raksasa, keluarga yang tertawa basah kuyup, dan harapan agar Tirta Wisata tetap lestari. Penyerahan hadiah dilakukan di akhir hari, disertai foto bersama dan yel-yel dari para peserta.
Hari kedua, Selasa 17 Februari 2026, tidak kalah seru. Kuota kembali terpenuhi, dengan orang tua ikut turun ke kolam bersama anak-anak. Suasana seperti pesta keluarga: tawa pecah di setiap seluncuran, cipratan air ke mana-mana, dan aroma makanan ringan dari pedagang sekitar. Beberapa keluarga membawa piknik, menikmati momen quality time di bawah sinar matahari Jombang yang cerah.
Soft launching ini juga menjadi ajang edukasi. Petugas keamanan dan lifeguard memberikan briefing singkat tentang aturan bermain air, pentingnya keselamatan, dan menjaga kebersihan. Ini sekaligus membangun kesadaran masyarakat bahwa Tirta Wisata adalah aset bersama yang harus dijaga.
Dampak dan Harapan ke Depan
Soft launching Waterboom Tirta Wisata berhasil menciptakan gelombang positif di Jombang. Media lokal seperti Radar Jombang, Tribun Jatim, dan Jombang Banget melaporkan antusiasme tinggi masyarakat. Video YouTube dan reel Instagram tentang acara ini viral, menarik perhatian warga luar kabupaten. Banyak yang berkomentar, “Akhirnya Jombang punya waterboom lagi!” atau “Wajib datang bareng keluarga!”
Dampak ekonomi juga terasa. Pedagang makanan, minuman, dan perlengkapan renang di sekitar lokasi mulai ramai. Ini membuka peluang usaha baru bagi warga desa setempat. Selain itu, revitalisasi ini diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal, bahkan dari kabupaten tetangga seperti Mojokerto, Kediri, atau Surabaya.
Ke depan, Pemkab Jombang berencana mengembangkan lebih lanjut. Mungkin menambah wahana baru seperti lazy river, wave pool, atau area outbound. Kolam pemancingan dan danau bisa direvitalisasi untuk wisata alam. Dengan tarif terjangkau dan pengelolaan profesional, Tirta Wisata berpotensi menjadi destinasi unggulan Jawa Timur bagian barat.
Bagi warga Jombang, kembalinya waterboom ini lebih dari sekadar hiburan. Ini simbol kebangkitan, harapan, dan komitmen pemerintah untuk memberikan ruang rekreasi berkualitas bagi rakyat. Setelah bertahun-tahun menunggu, akhirnya anak-anak bisa kembali bermain air tanpa harus pergi jauh ke luar kota.
Tunggu apalagi? Jika Anda melewatkan soft launching, jangan khawatir, wahana ini akan segera resmi dibuka. Daftarkan diri, ajak keluarga, dan jadilah saksi seru kembalinya Tirta Wisata Jombang!
Tempat ini bukan hanya kolam air, tapi tempat menciptakan kenangan, tawa, dan kebersamaan. Selamat datang kembali, Waterboom Tirta Wisata Jombang bangga punya kamu!


