Dasa Darma #10: Suci Dalam Pikiran, Perkataan dan Perbuatan

Salam Pramuka!

Seorang pramuka dapat dikatakan matang jiwanya bila dalam setiap tingkat lakunya sudah menggambarkan lagu yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Suci dalam pikiran berarti pramuka selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak baik. Karakter berpikir positif pada diri seorang pramuka mampu mengantarnya pada berbagai kemajuan hidup. Menurut Novan Ardy Wiyani (2017) suci dalam perkataan berarti setiap yang dikatakan itu benar, jujur serta dapat dipercaya dengan cara tidak melukai perasaan orang lain. Kebersihan hati terpancar pada niat tulus dan perilaku terpuji. Inilah nilai unggul generasi muda jaman sekarang yang banyak dicari orang.

Suci dalam perbuatan, pikiran dan berkata yang suci berarti bahwa pramuka harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan negara, bangsa, agama, dan keluarga. Hal ini dapat dicapai dengan selalu menjaga diri untuk melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci. Tingkah laku ini akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut suratan jiwa pramuka sehingga pramuka menemukan dirinya sesuai dengan tujuan gerakan pramuka. Tujuan gerakan pramuka diantaranya adalah menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi budi pekerti, dan kuat keyakinan beragamanya.

Contoh pelaksanaan dasa darma pramuka ke-10 suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan adalah seorang pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka buruk, dan tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang tercela. Seorang pramuka yang melakukan karakter ini selalu menghargai pemikiran-pemikiran orang lain sehingga timbul saling menghargai sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari. Praktek nyata nilai-nilai ini tampak dalam Musyawarah Gugus Depan. Setiap peserta didik diajarkan untuk berpendapat secara wajar dan saling menghargai keragaman pendapat.

Contoh perilaku anggota pramuka dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan dasa darma yang kesepuluh adalah seorang pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan diri terhadap ucapannya. Seorang pramuka yang berpikiran positif selalu menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidakpercayaan orang lain. Meski demikian, sifat kehati-hatian dalam berbicara tidak mengurangi keakraban dan semangat persaudaraan yang terbentuk dalam komunikasi antar anggota regu pramuka penggalang.

Seorang pramuka bisa menjadi contoh pribadi yang santun dalam segala tingkah lakunya dan menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Bentuk perilaku pengamalan darma kesepuluh adalah setiap pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama. Jelas bahwa pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka tetapi tercermin pula dalam perbuatan yang nyata. Setiap anggota hendaknya sejak dini diajarkan menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya secara tekun dan ikhlas. Kelak kita akan menuai hasil dari proses pendidikan karakter yang terbangun melalui beragam kegiatan kepramukaan di sekolah.

Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi untuk Anda. Selamat membina Pramuka.

Salam Pramuka!

Bagikan artikel ini melalui:

7 Replies to “Dasa Darma #10: Suci Dalam Pikiran, Perkataan dan Perbuatan”

  1. Sebenarnya sangat aneh kenapa Kota Jombang yang dikenal beriman dan banyak memiliki pondok pesantren ternyata masih banyak warganya yang percaya dengan mitos air yang dianggap keramat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *