Ojo Adigang Adigung Adiguna

Ilustrasi manusia berburu macan - Gambar diambil dari Kompasiana.com
Ilustrasi manusia berburu macan – Gambar diambil dari Kompasiana.com

Arti kalimat bijak Bahasa Jawa ojo adigang adigung adiguna adalah jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti. Kata-kata bijak bahasa Jawa ini semestinya kita renungkan sejak dulu karena nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya masih relevan hingga masa kini.

Ungkapan adigang, adigung, adiguna merupakan salah satu filsafat Jawa yang selalu mengingatkan kita sebagai manusia untuk tidak berlaku demikian. Adigang, adigung, adiguna diartikan sebagai berikut: Adigang iku tegese ngandelake marang kakuatane (mengandalkan kekuatannya). Adigung iku tegese ngandelake marang gedhene (mengandalkan kebesarannya). Adiguna iku tegese ngandelake marang kapinterane (mengandalkan kepandaiannya).

Yang diartikan secara garis besar yaitu orang jangan mengandalkan kekuatan masing-masing. Sehingga dalam falsafah ini, Adigang berarti seorang pemimpin tidak selayaknya mengandalkan kekuasaannya untuk bertindak sewenang-wenang dan berlaku sombong. Kesombongan adalah akar penindasan. Tidak ada kebaikan yang bisa diambil dari tindakan seseorang yang mengedepankan keangkuhan. Keangkuhan hanya pantas dimiliki Tuhan, tidak bagi manusia.

Adigung berarti seorang pemimpin jangan mengandalkan kebesaran dirinya untuk membodohi dan membohongi rakyat. Sedangkan Adiguna berarti seorang pemimpin jangan berani dan pintar beretorika yang hanya untuk menipu dan menebar janji palsu.

Dari kedua arti yang disampaikan di atas dapat ditarik menjadi satu pengertian, seorang pemimpin sebaiknya tidak mengandalkan kekuatan, kekuasaan dan kepandaiannya untuk kepentingan pribadi. Hal ini menjadi petuah yang bagus bagi masa sekarang manakala banyak orang ingin menjadi pemimpin bagi masyarakat namun hanya mengandalkan kekuatan uang dan pengaruh. Kepemimpinan yang dibangun di atas landasan sok kuasa dan sok kaya akan melahirkan kebijakan kejam yang tidak berperikemanusiaan.

Sebagaimana dalam Serat Wulangreh karya Pakubuwono IV Tembang Gambuh: wonten pocapanipun, adiguna adigang adigung, pan adigang kidang adigung pan esthi, adiguna ula iku telu pisan mati sampyuh. Untuk terhindar dari adigang, adigung, adiguna, adalah dengan menjadi pribadi yang rendah hati, welas asih dan bijaksana. Kasih sayang terhadap sesama manusia adalah solusi atas berbagai masalah penyalahgunaan kekuasaan. Andai semua pemimpin bisa berperilaku welas asih, maka rakyat Indonesia dapat hidup lebih sejahtera. Semoga terinspirasi.

Daftar Pustaka:

Sudjono. 2013. Nguri-uri Pitutur Luhur Falsafah Adi Luhung. CV. Karya Mandiri Sentosa: Ngawi

One Reply to “Ojo Adigang Adigung Adiguna”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *