Peninggalan Sejarah Seni Sastra Bercorak Agama Islam di Indonesia

Kesenian tradisional Jombang
Kesenian tradisional Jombang

Hallo sobat blogger Indonesia! Kembali lagi kita berjumpa dengan artikel sejarah budaya bersama The Jombang Taste. Pada artikel kali ini kita akan membahas peninggalan sejarah seni sastra yang bercorak agama Islam yang ada di bumi Indonesia. Bagaimana persebaran seni sastra Islam pada jaman lampau? Siapakah tokoh seni sastra Islam yang terkenal? Mari kita bahas bersama.

Perkembangan seni sastra Indonesia pada zaman Islam pada umumnya berkembang di daerah-daerah Malaka (Melayu) dan Pulau Jawa. Peninggalan karya sastra Islam ini dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Hikayat

Hijayat adalah hasil karya sastra yang pada prinsipnya sama seperti dongeng, namun hikayat bercorak Islam. Secara sederhana kita dapat membuat definisi hikayat bahwa hikayat adalah dongeng khusus agama Islam. Contoh hikayat yang terkenal antara lain: Hikayat Raja-raja Pasai yang menceritakan sejarah berdirinya Kerajaan Samudera Pasai, Hikayat Kepahlawanan Hang Tuah, dan Hikayat Amir Hamzah yang menceritakan perlawanan Amir Hamzah melawan raja kafir yang bernama Nursewan.

  1. Suluk

Apakah definisi atau pengertian suluk? Suluk adalah karya sastra yang berisi tentang tasawuf mengenai keesaan dan keberadaan Allah SWT. Contoh suluk adalah Suluk Wujil karya Sunan Bonang yang berisi wejangan Sunan Bonang kepada Wujil abdinya yang mencari keluhuran budi meski tubuhnya khas. Contoh suluk berikutnya adalah Suluk Sukarsa yang menceritakan tentang seseorang bernama Sukarsa yang sedang mencari ilmu sejati untuk mendapatkan kesempurnaan hidup.

  1. Syair

Syair adalah puisi lama yang tiap-tiap baitnya terdiri dari 4 baris yang berakhir dengan bunyi yang sama. Contoh syair yang terkenal antara lain: Syair Perahu, Syair Si Burung Pingai, Syair Abdul Muluk dan lain-lain. Syair saat ini berkembang dan digunakan dalam lagu-lagu populer modern yang dibawakan oleh musisi yang memiliki kepedulian terhadap budaya Melayu. Aliran musik yang menggunakan syair antara lain dangdut dan pop Melayu.

  1. Riwayat dan Nasihat

Apakah yang dimaksud dengan riwayat? Apa pula bedanya dengan nasihat? Pada dasarnya, kedua jenis sastra Islam tersebut memuat nilai-nilai yang sama. Riwayat dan nasihat adalah jenis sastra Islam yang mengisahkan kehidupan para Nabi beserta nasihat-nasihatnya. Setiap kisah nabi memiliki pelajaran hidup yang berharga untuk diteladani oleh manusia saat ini.

Contoh riwayat adalah Kitab Manik Maya yang berisi tentang penciptaan dunia. Contoh karya sastra Islam riwayat yang terkenal adalah Kitab Bustanussalatin karya Ar-Raniri. Kitab Bustanussalatin berisi tentang kisah penciptaan bumi, masalah agama dan hukum dalam Islam, dan riwayat nabi-nabi sejak jaman Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad SAW. Kisah raja-raja Islam di India, Malaka, Pahang dan Aceh sering diabadikan dalam bentuk karya sastra riwayat.

Contoh karya sastra Islam yang berupa nasihat adalah Kitab Tajussalatin (Mahkota Raja-raja) yang ditulis oleh Bukhari Al Jauhari. Tajussalatin berisi ajaran untuk mengenal diri sendiri, lingkungan dan Tuhan. Contoh karya sastra nasihat yang kedua adalah Kitab Sasana Sunu karya Yosodipura II. Kitab Sasana Sunu berisi tentang peringatan manusia untuk taat kepada ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW dengan menjaga tingkah laku di hadapan diri sendiri dan sesama.

Gambar Kaligrafi Santri TPQ Al-Mujahiddin
Gambar Kaligrafi Santri TPQ Al-Mujahiddin

Peninggalan Bersejarah Kerajaan di Indonesia Bidang Sastra dan Bahasa

Lahirnya berbagai kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia merupakan salah satu bukti adanya pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia. Pada awalnya, masyarakat Indonesia belum mengenal corak Pemerintahan dengan sistem kerajaan. Sistem pemerintahan yang berlangsung di Indonesia masih berupa pemerintahan kesukuan yang dipimpin oleh kepala suku. Dengan demikian, masuknya pengaruh India membawa pengaruh pada terbentuknya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia.

Pengaruh HIndu-Buddha pada bahasa adalah dikenal dan digunakannya bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesia. Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia seni sastra sangat berkembang, terutama pada zaman kejayaan Kerajaan Kediri. Karya sastra tersebut antara lain:

  • Kitab Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa yang disusun pada masa pemerintahan Airlangga.
  • Kitab Bharatayudha, karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh disusun pada zaman Kerajaan Kediri.
  • Kitab Gatotkacasraya, karya Empu Panuluh disusun pada zmaan Kerajaan Kediri.
  • Kitab Arjuna Wijaya dan Sutasoma, karya Empu Tantular yang disusun pada zaman Kerajaan Majapahit.
  • Kitab Negarakertagama, karya Empu Prapanca disusun pada zaman Kerajaan Majapahit.
  • Kitab Wretta Sancaya dan Lubdhaka, karya Empu Tanakung yang disusun pada zaman Kerajaan Majapahit.

Peninggalan Sejarah Seni Aksara dan Kaligrafi Bercorak Islam di Indonesia

Penulisan aksara-aksara Arab di Indonesia, biasanya dipadukan dengan seni Jawa. Huruf-huruf Arab yang ditulis dengan sangat indah ini biasanya disebut dengan kaligrafi. Kaligrafi adalah seni menulis Arab indah yang biasanya merupakan rangkaian dari ayat-ayat suci Al Quran.

Seni kaligrafi peninggalan agama Islam di Indonesia banyak terdapat pada nisan, makam, gapura, keraton, dan masjid. Sampai saat ini seni kaligrafi terus berkembang di Indonesia, terutama seni ukir. Seni ukir kaligrafi dikembangkan oleh masyarakat Jepara.

Semoga tulisan ini menyadarkan kita untuk lebih mencintai budaya Nusantara. Mari kita kenal lebih dekat ragam budaya Indonesia yang tampak dalam berbagai bidang seni kehidupan.

One Reply to “Peninggalan Sejarah Seni Sastra Bercorak Agama Islam di Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *