Penulis mengikuti kegiatan buka puasa bersama anak-anak yatim di sanggar genius Al-mujahidin. Sanggar Genius adalah salah satu program pendidikan yang dilaksanakan oleh Yayasan Yatim Mandiri. Sanggar Genius Al-mujahidin berada di Dusun Guwo Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Sanggar genius Al-mujahidin beroperasi di bawah pembinaan Yayasan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang. Kegiatan buka puasa bersama peserta didik sanggar genius Al-mujahidin diikuti oleh 25 orang dan berlangsung pada Minggu, 12 Mei 2019 lalu. Acara buka puasa berlangsung di kediaman Ibu Suwarni selaku koordinator sanggar genius.
sanggar belajar anak yatim
Gathering Sanggar Genius Guwo Mojowarno Jombang
Memasuki kegiatan belajar semester genap tahun ajaran 2018-2019 sanggar genius Al-Mujahidin Guwo melaksanakan gathering pada Sabtu, 12 januari 2019 lalu. Acara pertemuan wali murid, peserta didik dan guru Genis ini berlangsung di kediaman koordinator sanggar Genius. Sanggar Genius adalah salah satu program pendidikan yang dilaksanakan oleh Yayasan Yatim Mandiri untuk pendampingan belajar di luar sekolah bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
Setiap murid Genius mendapatkan pendidikan matematika dan ilmu sains secara gratis dengan frekuensi pertemuan tiga kali dalam satu minggu. Kegiatan belajar sanggar jenius berlangsung secara santai namun tetap mengutamakan tujuan pendidikan Islami. Kurikulum yang digunakan oleh sanggar Genius terpaku pada modul Genius. Modul tersebut terdiri dari berbagai level dan tingkat kesulitan mulai dari level dasar hingga level mahir sesuai dengan penamaan abjad dan angka A1, A2, B1, B2, C1, dan seterusnya.
Peran Pendidikan Luar Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Yatim
Motivasi hidup dapat tumbuh pada diri seseorang ketika ia berada di komunitas yang sesuai dengan alam berpikirnya. Alasan senasib dan seperjuangan mampu mengikat hubungan emosional seseorang. Hal itulah yang terjadi pada para siswa sanggar genius yatim mandiri. Saat ini penulis membina 14 anak yatim dan dhuafa di desa tempat tinggal penulis. Setelah bertahun-tahun mendampingi mereka, akhirnya muncul satu kesimpulan bahwa anak-anak yatim dhuafa tersebut sangat berharap mendapatkan secuil kebahahagiaan yang sempat terenggut oleh waktu. Anak-anak yatim dhuafa tersebut lambat-laun terikat secara emosional karena sama-sama tidak memiliki orang tua laki-laki.
