Bimbingan Konseling Kelompok untuk Pengentasan Masalah Kenakalan Pelajar

Permainan kerjasama tim berperan membantu siswa lebih mengenal potensi diri sendiri dan menghargai orang lain.

    Permainan kerjasama tim berperan membantu siswa lebih mengenal potensi diri sendiri dan menghargai orang lain.

Beragam tingkah laku pelanggaran tata tertib sekolah seringkali dilakukan secara kelompok, bukan perorangan. Hal ini didasari oleh fenomena keterikatan individu usia sekolah dasar dengan kelompoknya secara emosional. Oleh karena itu perlu adanya layanan bimbingan konseling secara kelompok. Menurut Prof. Achmad Juntika Nurihsan (2006), layanan bimbingan konseling siswa secara berkelompok pada siswa sekolah dasar dimaksudkan untuk memungkinkan siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat. Pendampingan ini dapat juga dipergunakan sebagai acuan siswa untuk pengambilan keputusan lebih jauh.

Dengan adanya layanan bimbingan kelompok pada siswa, mereka dapat diajak untuk bersama-sama mengemukakan pendapat tentang sesuatu dan membicarakan topik-topik penting, mengembangkan nilai-nilai yang berhubungan dengan hal tersebut, dan mengembangkan langkah-langkah bersama untuk menangani masalah yang dibahas di dalam kelompok. Permasalahan kelompok pada siswa sekolah dasar biasanya timbul akibat pengaruh dari satu atau dua orang figur pemimpin dalam kelompok tersebut. Sudah tidak jamannya lagi guru sekolah dasar melakukan hukuman fisik kepada siswa pelanggar tata tertib sekolah. Melalui diskusi secara personal kita dapat mencapai kesepakatan yang lebih baik dalam melerai permasalahan.

Kegiatan bimbingan pada siswa sekolah dasar dapat menciptakan hubungan yang baik di antara anggota kelompok. Mereka juga dapat belajar mengembangkan kemampuan berkomunikasi antar individu. Siswa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman berbagai situasi dan kondisi lingkungan sekitar mereka. Melalui bimbingan konseling siswa dapat mengembangkan sikap dan tindakan nyata untuk mencapai hal-hal yang diinginkan sebagaimana terungkap dalam kelompok. Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan bimbingan kelompok adalah fungsi pemahaman dan pengembangan hidup bersosial.

Layanan konseling secara kelompok memungkinkan siswa sekolah dasar memperoleh kesempatan dari pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami melalui dinamika kelompok. Layanan konseling kelompok merupakan layanan konseling yang diselenggarakan dalam suasana kelompok fungsi utama bimbingannya didukung oleh layanan konseling kelompok adalah fungsi pengentasan. Seringkali sekelompok kids jaman now terlibat aksi bullying terhadap seorang siswa. Fenomena ini hanya dapat diselesaikan melalui bimbingan dan konseling secara kelompok, bukan sekedar bimbingan secara individu. Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi kepada Anda dalam mendidik siswa-siswi di sekolah.

Bagikan artikel ini melalui:

12 Replies to “Bimbingan Konseling Kelompok untuk Pengentasan Masalah Kenakalan Pelajar”

  1. Stop kekerasan pada anak! Setiap guru adalah orang tua bagi siswa di sekolah. Perlakukan mereka dengan kasih sayang dan berbicaralah dari hati ke hati.

  2. Saya sepakat dengan pendapat di atas bahwa berbagai kenakalan pelajar saat ini bermula dari pergaulan yang salah dengan teman-teman di kelompok mereka.
    Guru harus bisa mencegah penularan perilaku yang berbahaya itu melalui bimbingan dan konseling secara kelompok.

  3. Tulisan yang sangat menarik Untuk Kita Renungkan bersama bahwa peran guru bukan hanya mengajar murid tapi juga membimbing mereka ketika mendapatkan persoalan hidup yang berhubungan dengan akademis maupun perkembangan mental mereka.

  4. Biar saya tebak….
    pasti penulis artikel ini setiap hari berhubungan dengan proses penanganan siswa siswi yang nakal.
    betul kan…?

  5. Tetap cemungut kak guru…!
    Murid-murid zaman sekarang Perlu pendampingan terus agar mereka tetap berada di jalan yang benar. Kalaupun ada masalah yang berhubungan dengan proses pendidikan maka guru harus bisa menyelesaikan dengan cara baik baik tanpa perlu kekerasan.

  6. Setiap anak perlu mendapatkan perhatian yang cukup dari para orang tua dan guru mereka sehingga perilaku mereka dapat dikendalikan melalui pendekatan persuasif yang mengarah kepada pengetahuan minat dan bakat mereka terhadap suatu bidang pelajaran.

  7. Belajar di masa SD adalah masa transisi dari kanak2 ke remaja menuju dewasa.
    nggak heran kalau mereka masih banyak melakukan kesalahan.
    tugas guru adalah mendampingi mereka supaya tingkah laku mereka terarah pada kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *