Tumpeng Pungkur, Tradisi Selamatan Setelah Pemakaman Jenazah Muslim Jawa

Menyingkap Sejarah Sayyid Jumadil Kubro di Makam Troloyo Trowulan
Ilustrasi seorang anak berdoa untuk orang tuanya – Menyingkap Sejarah Sayyid Jumadil Kubro di Makam Troloyo Trowulan

Hari keempat Lebaran Idul Fitri saya lewatkan di rumah saja. Agenda hari ini adalah beres-beres rumah setelah dipakai acara Halal Bihalal Bani Karso 2018 kemarin. Berhubung saudara sudah pada mudik ke negara masing-masing, saya membersihkan rumah dengan Emak dari pagi sampai siang. Saya bisa istirahat dengan tenang pada tengah hari menjelang dhuhur. Tidur siang saya dikejutkan oleh jeritan beberapa orang wanita sekitar jam dua siang. Rupanya mereka menangis histeris karena Mbok Kasiatun meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Beliau adalah kerabat dekat yang rumahnya berada di belakang rumah saya. Saya terbangun saat beberapa orang ibu masuk ke dapur rumah saya. Mereka mau nebeng memasak makanan untuk selamatan orang yang telah meninggal. Continue reading “Tumpeng Pungkur, Tradisi Selamatan Setelah Pemakaman Jenazah Muslim Jawa”