Data Statistik Kejadian Tawuran Massa pada Pertunjukan Kesenian Bantengan di Kabupaten Jombang

Fenomena tawuran di pertunjukan kesenian Bantengan di Kabupaten Jombang sering kali menjadi sorotan karena melibatkan kerumunan besar dan elemen emosional tinggi seperti trance (kesurupan). Untuk memperkaya pemahaman, berikut adalah penambahan data statistik tawuran terkait, berdasarkan laporan polisi, berita resmi, dan catatan kasus yang relevan. Statistik ini mencakup kasus tawuran secara umum di Jombang, termasuk yang terkait hiburan rakyat seperti Jaranan atau Bantengan, karena data spesifik hanya untuk pertunjukan kesenian jarang dipublikasikan secara terpisah oleh Polres Jombang atau BPS.

Statistik Tawuran di Kabupaten Jombang (2020–2025)

Menurut laporan Polres Jombang dan media lokal, tawuran antar kelompok (remaja dan dewasa) sering terjadi di acara massa, termasuk karnaval, pertunjukan seni tradisional, dan kerumunan malam hari. Berikut ringkasan data kasus utama:

Baca Selengkapnya

Fenomena Tawuran di Pertunjukan Kesenian Bantengan di Kabupaten Jombang

Kesenian Bantengan, salah satu warisan budaya Jawa Timur yang kaya akan elemen spiritual dan seni bela diri, sering menjadi panggung hiburan masyarakat di Kabupaten Jombang. Namun, di balik keindahan gerak tari dan iringan gamelan, pertunjukan ini kerap diwarnai fenomena tawuran antara remaja dan orang dewasa. Tawuran ini bukan hanya bentrok fisik sederhana, melainkan konflik yang melibatkan rivalitas kelompok, elemen trance (kesurupan), dan faktor sosial-ekonomi. Di Jombang, yang memiliki puluhan kelompok Bantengan aktif, insiden seperti ini telah menjadi isu berulang, memengaruhi ketertiban masyarakat dan keberlangsungan tradisi itu sendiri. Artikel ini akan membahas fenomena tersebut, latar belakangnya, efek terhadap fasilitas pemukiman warga, serta upaya pemerintah Kabupaten Jombang dalam mengendalikan kerumunan massa pada acara kesenian daerah di desa-desa.

Baca Selengkapnya

Sejarah Lahirnya Kesenian Bantengan Rojo Mahesa Suro dari Jombang

Kesenian Bantengan merupakan salah satu warisan budaya Jawa Timur yang kaya akan nilai spiritual, seni bela diri, dan tradisi agraris. Di Jombang, kesenian ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Salah satu kelompok yang menonjol adalah Rojo Mahesa Suro, yang berbasis di Dusun Mojokembang, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Kelompok ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mengembangkan seni Bantengan menjadi pertunjukan yang dinamis dan menarik perhatian wisatawan. Artikel ini akan membahas sejarah lahirnya kesenian Bantengan Rojo Mahesa Suro, termasuk pendirian organisasinya, jumlah anggotanya, serta perkembangannya di wilayah asalnya.

Baca Selengkapnya

Penetapan Candi Pandegong sebagai Situs Cagar Budaya di Kabupaten Jombang

Penetapan Candi Pandegong sebagai Situs Cagar Budaya di Kabupaten Jombang

Dalam rangka pelestarian dan pelindungan warisan budaya daerah, Situs Candi Pandegong yang berlokasi di Dusun Kuwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah menjadi sorotan utama. Situs ini merupakan tinggalan arkeologi yang kaya akan nilai sejarah, mewakili perkembangan kebudayaan pada masa klasik di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan hasil kajian mendalam oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Jombang, situs ini direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Kabupaten. Rekomendasi ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, khususnya Pasal 5, Pasal 7, dan Pasal 44, yang menekankan pentingnya pelestarian aset budaya yang memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Baca Selengkapnya

Situs Mbah Blawu sebagai Tempat Wisata Sejarah di Jombang

Sejarah Penemuan Situs Mbah Blawu di Jombang

Situs Mbah Blawu merupakan salah satu penemuan arkeologi yang menarik perhatian para sejarawan dan arkeolog di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur. Terletak di Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, situs ini bukan hanya sebuah lokasi purbakala, tetapi juga objek ziarah spiritual bagi masyarakat setempat. Nama “Mbah Blawu” merujuk pada seorang tokoh legendaris yang dihormati sebagai sesepuh desa, dengan makamnya menjadi pusat pemujaan atau punden. Situs ini dikelilingi oleh hamparan perkebunan tebu, sekitar 300 meter di sebelah barat kantor Desa Sukosari, menjadikannya sebagai warisan budaya yang tersembunyi di tengah kehidupan pedesaan modern. Penemuan situs ini membuka jendela baru terhadap peradaban kuno di Jawa, terutama era pra-Majapahit, yang sering kali terlupakan di balik gemerlap sejarah kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit.

Baca Selengkapnya

Misteri Penemuan Topeng Perunggu di Situs Goa Made di Jombang

Tradisi Kungkum Sinden dan Jejak Airlangga di Situs Sendang Made Jombang

Sejarah Goa Made di Jombang

Goa Made merupakan salah satu situs arkeologi misterius yang terletak di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Situs ini bukanlah gua alami, melainkan struktur buatan manusia berupa bunker atau lorong bawah tanah kuno yang dibangun dari bata besar. Diperkirakan berusia lebih dari 1.000 tahun, Goa Made menjadi saksi bisu peradaban masa lalu di wilayah Jawa Timur. Keberadaannya membuka jendela bagi para peneliti untuk menggali sejarah kerajaan kuno, khususnya era Raja Airlangga. Situs ini tidak hanya menarik bagi arkeolog, tetapi juga wisatawan yang penasaran dengan aura mistis dan nilai edukasinya.

Baca Selengkapnya

Membangun Ekosistem Kreativitas di Kota Santri: Menelusuri Jejak Langkah Penyusunan Blueprint Jombang Creative Hub (JCH)

Membangun Ekosistem Kreativitas di Kota Santri Menelusuri Jejak Langkah Penyusunan Blueprint Jombang Creative Hub (JCH)

Di tengah arus digitalisasi dan pergeseran ekonomi global yang semakin menuntut inovasi, Kabupaten Jombang mengambil langkah berani dan strategis untuk memposisikan dirinya sebagai pusat kreativitas baru di Jawa Timur. Pada hari Kamis, 27 November 2025, sebuah momentum penting tercatat dalam sejarah pembangunan daerah ini. Bertempat di Ruang Rapat I Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jombang, Jl. KH. Wahid Hasyim No. 141, digelar Forum Group Discussion (FGD) tentang Penyusunan Blueprint serta Pembangunan dan Pengembangan Jombang Creative Hub (JCH).

Baca Selengkapnya

Gemuruh Gudo: PESBUKAB, Pesta Pendidikan, Seni, dan Budaya Jombang yang Memukau

Tari Saman di Pentas Seni Pesbukab Kecamatan Mojowarno tanggal 5 Oktober 2025

Minggu, 2 November 2025, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, menjadi saksi bisu dari perhelatan akbar yang tak hanya meriah namun juga sarat makna: Pentas Edukasi, Seni, dan Budaya Kabupaten (PESBUKAB). Acara ini bukan sekadar panggung pertunjukan biasa, melainkan sebuah manifestasi nyata dari komitmen pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, dalam memfasilitasi dan mengapresiasi bakat, minat, kreativitas, serta inovasi peserta didik mulai dari jenjang TK hingga SMP. PESBUKAB Kecamatan Gudo menegaskan kembali peran pendidikan formal sebagai benteng pelestarian dan pengembangan budaya lokal, sekaligus wadah strategis untuk mencetak generasi penerus yang berkarakter dan berprestasi.

Baca Selengkapnya

Langkah Mungil Penuh Makna: Menanam Benih Budaya di Parade Tari Anak KB/TPA/SPS Jombang 2025

Harmoni Gerak dan Ekspresi Merayakan Masa Depan Budaya Jombang dalam Parade Tari Anak TK 2025

Semangat perayaan Hari Jadi ke-115 Pemerintah Kabupaten Jombang mencapai puncaknya di sektor pendidikan anak usia dini (PAUD). Tepat pada Selasa, 21 Oktober 2025, sehari menjelang Hari Sumpah Pemuda, halaman Gedung Kesenian Jombang dipenuhi keriuhan, keceriaan, dan warna-warni kostum anak-anak dari jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Baca Selengkapnya

Melangkah Maju Bersama Pemuda Pelopor: Apresiasi Tinggi untuk Generasi Emas Jombang 2025

Langit Jombang tampak cerah, seolah ikut merayakan momentum kebanggaan yang dihelat di Lapangan Pemerintah Kabupaten Jombang. Tepat pada tanggal 28 Oktober 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jombang menggelar sebuah acara monumental: Reward Pemuda Pelopor Tahun 2025. Acara ini bukan sekadar seremoni penyerahan hadiah, melainkan sebuah deklarasi nyata bahwa Kabupaten Jombang menaruh apresiasi tertinggi atas kontribusi, inovasi, dan dedikasi generasi mudanya dalam memajukan daerah.

Baca Selengkapnya