Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI, yang berpusat di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, telah menjelma menjadi garda terdepan dalam upaya melestarikan dan memajukan kebudayaan Nusantara. Sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kebudayaan, BPK Wilayah XI bertanggung jawab atas pelindungan, pemanfaatan, kemitraan, pendataan, serta pemantauan cagar budaya dan objek pemajuan kebudayaan (OPK) di seluruh Provinsi Jawa Timur. Di tengah tantangan globalisasi yang mengancam pudarnya identitas lokal, BPK Wilayah XI mengusung konsep internalisasi warisan budaya, yaitu proses mendalam di mana nilai-nilai, praktik, dan pengetahuan leluhur tidak hanya dilestarikan secara fisik, tetapi benar-benar menjadi bagian hidup masyarakat, terutama generasi muda.
Kebudayaan Daerah
Festival Kumbaswara 2026: Pelestarian Tari Remo Tradisional Melalui Generasi Muda Jombang
Pada Sabtu, 17 Januari 2026, pukul 14.30 WIB, Bung Tomo Hall di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang dipenuhi semangat budaya. Suasana riuh rendah oleh tepuk tangan dan sorak-sorai orang tua, guru, serta siswa yang hadir menyaksikan puncak Festival Kumbaswara 2026. Acara ini merupakan lomba tari tradisional Remo yang diselenggarakan khusus untuk siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Jombang. Panitia dan dewan juri dari Komunitas Mahasiswa Jombang Universitas Trunojoyo Madura (Kumbang UTM) secara resmi mengumumkan para pemenang melalui Berita Acara yang ditandatangani oleh dua juri profesional.
Jambore Budaya Jawa 2026: Nglestarèkaké Budaya, Nggugah Rasa, Mangun Karya
Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital, budaya Jawa yang sarat filsafat adi luhung seringkali terpinggirkan. Nilai-nilai luhur seperti unggah-ungguh, andhap-asor, tepa slira, dan guyub rukun yang selama ini menjadi pondasi karakter masyarakat Jawa kini semakin jarang diwariskan secara utuh kepada generasi muda. Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, para guru Bahasa Jawa yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa mengambil langkah konkret melalui Jambore Budaya Jawa 2026.
Wayang Masuk Sekolah dan Pentas Budaya: Mengenalkan Wayang Kulit sebagai Warisan Budaya Tak Benda di SD Negeri Pulorejo, Tembelang
Pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, SD Negeri Pulorejo di Jalan WR Supratman 115-117, Kendilwesi, Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, telah menjadi saksi acara penting: Wayang Masuk Sekolah dan Pentas Budaya. Penulis hadir di lokasi kegiatan. Acara ini bertujuan mengenalkan wayang kulit sebagai warisan budaya tak benda Indonesia yang diakui UNESCO sejak 2003 (dan diperkuat 2008), serta melestarikannya di kalangan generasi muda.
Rekonstruksi dan Dokumentasi Kesenian Tradisi Gambus Misri: Menghidupkan Kembali Fajar Budaya Jombang
Lampu panggung menyala terang, irama gambus yang khas mengalun pelan di awal, lalu meledak bersama dentingan alat musik tradisional dan tepuk tangan penonton yang memenuhi kursi. Bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan rekonstruksi dan dokumentasi kesenian tradisi Gambus Misri yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Pendekatan Akademis Fenomena Hubungan Antara Seniman Warok dan Gemblak
Fenomena hubungan antara warok dan gemblak dalam kesenian Reog Ponorogo merupakan salah satu aspek yang telah lama menjadi perhatian dalam studi antropologi, etnografi, dan sejarah budaya Jawa. Praktik ini, yang melibatkan hubungan dekat antara tokoh warok (seorang pria dewasa yang memimpin kelompok Reog) dengan gemblak (remaja laki-laki berusia sekitar 12–15 tahun yang menjadi pendamping), sering dikaitkan dengan elemen ritual, asketisme, dan dinamika kekuasaan dalam tradisi kesenian tersebut. Pendekatan akademis menekankan pemahaman kontekstual tanpa penilaian moral langsung, melainkan melalui lensa sejarah, sosial, dan budaya.
Jawa Timur Kembali Raih Prestasi Tertinggi di Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025
Pada akhir tahun 2025, provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional melalui Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Insan budaya dari Jawa Timur berhasil meraih 10 penghargaan, jumlah terbanyak secara nasional, dan ini merupakan pencapaian berturut-turut untuk tahun kedua kalinya. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur, tetapi juga bukti nyata komitmen kuat dalam melestarikan dan memajukan warisan budaya leluhur.
Kirab Budaya Paguyuban Kesenian Jaranan Jombang (PKJJ): Gelora Jaranan Dor Mengguncang Jantung Kota Jombang
Minggu pagi, 7 Desember 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi warga Kabupaten Jombang. Di bawah terik matahari yang menyengat, ratusan penari, pemusik, dan pendukung Paguyuban Kesenian Jaranan Jombang (PKJJ) yang berada di bawah naungan LSM Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) menggelar Kirab Budaya dan Pentas Kolosal Jaranan Dor yang megah. Acara yang bertepatan dengan Car Free Day ini berhasil menyedot puluhan ribu penonton yang memadati sepanjang rute kirab dan Sentra PKL Ahmad Dahlan.
Pagelaran Wayang Kulit Mojopahitan di Situs Klinterejo dan Bhre Kahuripan: Harmoni Sejarah, Budaya, dan Spiritualitas
Pada malam Jumat, 5 Desember 2025, suasana di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi begitu magis dan penuh makna. Ribuan penonton dari berbagai penjuru berkumpul di sekitar situs bersejarah untuk menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit Mojopahitan. Acara ini dipimpin oleh Dalang Ki Sareh, seorang maestro wayang kulit senior dari Jerukkuwik, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Dimulai setelah salat Isya, sekitar pukul 20.00 WIB, pagelaran ini berlangsung hingga dini hari, menyuguhkan lakon-lakon epik yang terinspirasi dari era Kerajaan Majapahit. Yang membuat acara ini istimewa adalah posisi panggung wayang yang berada dalam satu garis lurus dengan Situs Klinterejo dan Bhre Kahuripan, sebuah susunan yang sarat dengan filosofi Jawa tentang kesatuan dan harmoni.
Kisah Panji dalam Wayang Panji Lakon Dalang Gambuh Asmarantaka: Pertunjukan Magis yang Memadukan Seni Tutur, Gerak, dan Irama Gamelan
Wayang Panji, sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional Jawa yang kaya akan nilai filosofis, kembali hadir dalam bentuk yang memukau melalui lakon “Dalang Gambuh Asmarantaka”. Pertunjukan ini, yang dijadwalkan pada 5 Desember 2025 pukul 20.00 WIB di Gedung Kesenian Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, bukan hanya hiburan semata. Ia adalah perpaduan harmonis antara seni tutur dalang, gerak boneka wayang, dan irama gamelan yang sarat nuansa magis khas budaya Jawa. Lakon ini mengangkat kisah epik Panji Inu Kertapati (juga dikenal sebagai Panji Asmara Bangun) dan Galuh Candra Kirana, sebuah cerita cinta yang penuh liku, intrik, dan pelajaran moral tentang kesetiaan, pengorbanan, dan keadilan.