Pameran Seni Lukis METAFORA: Warna-Warni Kreativitas Seniman Jombang

Pameran Seni Lukis METAFORA yang diselenggarakan oleh Komunitas Pelukis Jombang (KOPI Jombang) telah sukses digelar di GOR Merdeka Jombang, Jalan Gus Dur, dari tanggal 30 Juli hingga 3 Agustus 2025. Acara ini resmi dibuka oleh Bupati Jombang, Abah Warsubi, pada 30 Juli 2025, dan menjadi sorotan utama bagi pecinta seni lukis di Jombang dan sekitarnya. Dengan tagline “Membentang Ijo Abang #10,” pameran ini tidak hanya menampilkan karya-karya seniman ternama Jombang, tetapi juga memberikan panggung bagi 30 seniman pelajar terbaik dari berbagai jenjang pendidikan. Didukung oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, METAFORA menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memajukan seni dan budaya.

Pameran ini bukan sekadar ajang pameran karya, melainkan juga perayaan kreativitas, keberagaman, dan semangat kebersamaan komunitas seni Jombang. Dalam artikel ini, kita akan menyelami latar belakang pameran, makna di balik tema, profil seniman yang berpartisipasi, bakat muda yang bersinar, dukungan pemerintah daerah, serta dampaknya bagi masyarakat Jombang.

Latar Belakang dan Makna “Membentang Ijo Abang #10”

Pameran METAFORA merupakan agenda tahunan KOPI Jombang yang telah memasuki edisi ke-10 pada tahun 2025. Tema “Membentang Ijo Abang #10” dipilih untuk mencerminkan warna-warni kreativitas seniman Jombang. “Ijo” (hijau) dan “Abang” (merah) melambangkan kehidupan, semangat, dan keberagaman yang tercermin dalam setiap goresan kuas para seniman. Angka “#10” menandakan perjalanan panjang KOPI Jombang dalam menyelenggarakan pameran seni selama satu dekade, sekaligus menjadi simbol harapan untuk terus berkembang di masa depan.

Menurut Pembina KOPI Jombang, Eko Utomo, METAFORA bukan hanya tentang seni lukis, tetapi juga tentang membangun jembatan antara seniman, masyarakat, dan pemerintah daerah. “Kami ingin pameran ini menjadi metafora harapan baru, terutama di bawah kepemimpinan Bupati Abah Warsubi yang baru. Seni adalah bahasa universal yang dapat menyatukan kita semua,” ujarnya dalam sambutan pembukaan. Tema ini juga mengajak masyarakat untuk melihat Jombang dari perspektif baru—sebuah kota yang kaya akan bakat seni dan budaya.

GOR Merdeka Jombang, yang terletak di Jalan Gus Dur, dipilih sebagai lokasi karena fasilitasnya yang representatif dan aksesibilitasnya yang mudah bagi masyarakat. Selama lima hari, venue ini dipenuhi dengan ratusan karya lukis yang memukau, menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.

Seni Lukis Karya Komunitas Pelukis Jombang dalam Pameran METAFORA 30 Juli 2025 - 03 Agustus 2025 (2)
Seni Lukis Karya Komunitas Pelukis Jombang dalam Pameran METAFORA 30 Juli 2025 – 03 Agustus 2025

Pembukaan Resmi oleh Bupati Jombang

Acara pembukaan METAFORA pada 30 Juli 2025 berlangsung meriah dengan kehadiran Bupati Jombang, Abah Warsubi, yang didampingi Wakil Bupati Salmanudin, Wakil Ketua DPRD Jombang Syarif Hidayatullah (Gus Sentot), serta jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, Abah Warsubi mengapresiasi konsistensi KOPI Jombang dalam menyelenggarakan pameran selama 10 tahun berturut-turut. “Seni adalah cerminan jiwa masyarakat Jombang. Saya bangga melihat kreativitas anak-anak muda kita bersinar di sini,” katanya.

Momen spesial terjadi ketika Bupati meninjau karya-karya yang dipamerkan. Ia bahkan membubuhkan tanda tangan pada salah satu lukisan karya pelajar dan menerima lukisan wajahnya yang digambar dengan berbagai gaya—dari karikatur hingga realis—sebagai hadiah dari para seniman muda. Kehadiran pejabat daerah ini tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menegaskan bahwa seni dan budaya menjadi prioritas dalam pembangunan Jombang.

Seniman Jombang yang Berpartisipasi

Pameran METAFORA menampilkan karya-karya luar biasa dari seniman ternama Jombang yang telah lama berkontribusi dalam dunia seni lukis lokal. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Hanif Azizi: Dikenal dengan lukisan abstraknya yang dinamis, Hanif menggunakan warna-warna cerah untuk menciptakan komposisi yang penuh energi. Karyanya sering kali mengundang penonton untuk menafsirkan makna di balik setiap goresan.
  • Choirul Anas: Seorang pelukis realis, Choirul mengangkat tema kehidupan sehari-hari masyarakat Jombang, seperti aktivitas pasar atau pemandangan pedesaan, dengan detail yang memukau.
  • Agus Sangkel: Menggabungkan unsur tradisional dan modern, Agus menciptakan karya yang harmonis, sering kali terinspirasi oleh budaya Jawa dan motif batik.
  • Ridho Hidayat: Seniman muda ini fokus pada tema lingkungan, menggunakan seni lukis untuk menyuarakan kepedulian terhadap alam dan isu-isu ekologis.
  • Bayu Ab: Dengan teknik impresionis, Bayu memainkan cahaya dan bayangan dalam lukisannya, menghasilkan karya yang lembut namun memikat.

Selain kelima nama tersebut, pameran ini juga melibatkan seniman lain dari Jombang dan 11 pelukis dari luar kota, menambah kekayaan ragam gaya dan perspektif. Totalnya, lebih dari 50 seniman berpartisipasi, menjadikan METAFORA sebagai ajang kolaborasi seni yang inklusif.

Bakat Muda: 30 Seniman Pelajar Terbaik

Salah satu keunggulan METAFORA adalah keikutsertaan 30 seniman pelajar terbaik dari Jombang, yang mewakili jenjang SD, SMP, dan SMA. Mereka terpilih melalui seleksi ketat dan diberi kesempatan untuk memamerkan karya mereka berdampingan dengan seniman profesional. Berikut adalah beberapa nama yang menonjol:

Jenjang SD

  • Khanza Khamila Putri: Lukisannya bertema alam dengan teknik cat air yang ceria, mencerminkan imajinasi anak-anak yang tak terbatas.
  • Ibnaty Lavina M: Menggambarkan kehidupan desa dengan detail sederhana namun menarik, karyanya menunjukkan bakat alami yang luar biasa.
  • Fatiha Dwi Rohmania: Karyanya penuh warna dan kepekaan anak-anak, sering kali mengangkat tema keluarga dan persahabatan.

Jenjang SMP

  • Mochamad Zulfikar: Dengan gaya semi-realistis, ia mengangkat tema sosial seperti kehidupan petani atau pedagang kecil di Jombang.
  • Selda Friska Sabrina: Spesialis potret wajah, Selda menggunakan teknik pensil yang halus untuk menghasilkan karya yang hidup.
  • Maulida Safira Azaroh: Karyanya mengeksplorasi budaya lokal, seperti tarian tradisional atau motif khas Jombang.

Jenjang SMA

  • Yolanda Febriyana: Menggabungkan seni lukis dengan elemen digital, Yolanda menawarkan pendekatan modern yang segar.
  • Icha Rahmadina: Lukisannya kaya akan simbolisme, mengajak penonton untuk merenungkan makna di balik setiap elemen.
  • Yury Al Satita: Dengan gaya ekspresionis, Yury menghadirkan karya yang penuh emosi dan kekuatan visual.

Partisipasi pelajar ini menjadi bukti bahwa seni lukis di Jombang memiliki regenerasi yang kuat. Pengunjung bahkan diberi kesempatan untuk memilih tiga karya favorit dari kategori pelajar, meningkatkan interaksi antara seniman muda dan masyarakat.

Seni Lukis Karya Komunitas Pelukis Jombang dalam Pameran METAFORA 30 Juli 2025 - 03 Agustus 2025 (2)
Seni Lukis Karya Komunitas Pelukis Jombang dalam Pameran METAFORA 30 Juli 2025 – 03 Agustus 2025

Dukungan dari Disporapar dan Disdikbud

Keberhasilan METAFORA tidak lepas dari dukungan penuh Disporapar dan Disdikbud Kabupaten Jombang. Disporapar berperan dalam menyediakan fasilitas dan promosi, melihat pameran ini sebagai sarana untuk memposisikan Jombang sebagai destinasi budaya. “Kami ingin menunjukkan bahwa Jombang bukan hanya tentang wisata religi, tetapi juga seni dan kreativitas,” ujar salah satu perwakilan Disporapar.

Sementara itu, Disdikbud mendukung pelajar dengan pelatihan dan bimbingan sebelum pameran. “Melihat anak-anak kita berani tampil di panggung besar seperti ini adalah kebanggaan tersendiri. Mereka adalah masa depan seni Jombang,” kata seorang pejabat Disdikbud. Dukungan ini mencakup pendanaan, logistik, dan koordinasi, memastikan acara berjalan lancar.

Ragam Karya yang Dipamerkan

Pameran METAFORA menampilkan ratusan karya dengan berbagai gaya, mulai dari realis, abstrak, impresionis, hingga ekspresionis. Beberapa karya yang mencuri perhatian meliputi:

  • Lukisan abstrak Hanif Azizi yang penuh warna, menciptakan kesan gerakan dan kebebasan.
  • Karya realis Choirul Anas yang begitu hidup, seolah mengajak penonton masuk ke dalam kehidupan masyarakat Jombang.
  • Lukisan Agus Sangkel yang memadukan tradisi dan modernitas, menampilkan keindahan budaya lokal.
  • Karya Ridho Hidayat yang menggugah kesadaran lingkungan dengan komposisi yang kuat.
  • Lukisan impresionis Bayu Ab yang memukau dengan permainan cahaya yang halus.

Karya pelajar juga tak kalah menarik. Khanza Khamila Putri menghadirkan lukisan alam yang ceria, sementara Mochamad Zulfikar menampilkan tema sosial dengan kedalaman yang mengesankan untuk usianya. Setiap karya memiliki cerita sendiri, mencerminkan keunikan dan keberagaman bakat di Jombang.

Antusiasme Pengunjung dan Dampaknya

Selama lima hari, METAFORA diprediksi akan dikunjungi ribuan orang, mulai dari pecinta seni, pelajar, hingga wisatawan. Antusiasme ini terlihat dari antrean panjang di pintu masuk dan diskusi hangat di antara pengunjung tentang karya-karya yang dipamerkan. “Saya terkesan dengan kualitasnya. Jombang punya potensi besar di dunia seni,” ujar Rina, seorang pengunjung yang datang bersama keluarga.

Dampak pameran ini melampaui sekadar apresiasi seni. Banyak pengunjung yang terinspirasi untuk mendukung seni lokal, bahkan ada yang menyatakan ingin belajar melukis. Pameran ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan seni di sekolah-sekolah Jombang.

Penutup: Harapan untuk Masa Depan

Pameran METAFORA 2025 telah membuktikan bahwa seni lukis di Jombang hidup dan berkembang. Dengan dukungan pemerintah daerah, partisipasi seniman berpengalaman, dan semangat generasi muda, acara ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan budaya kota ini. KOPI Jombang berharap dapat terus menggelar pameran serupa dengan skala lebih besar, menjadikan Jombang sebagai pusat seni yang dikenal luas.

Seperti yang dikatakan Eko Utomo, “Kami ingin Jombang menjadi kota yang ramah seni, di mana setiap orang bisa berkarya tanpa batas.” Dengan berakhirnya METAFORA, semangat kreativitas tetap menyala, menjanjikan masa depan yang cerah bagi seni lukis Jombang.

Tinggalkan komentar