Pangeran Iku Moho Kuwoso, Pepesthen Soko Kersaning Pangeran Ora Ono Sing Biso Murungke

Bagaimana kabar sobat blogger Jombang hari ini? The Jombang Taste kembali membahas kata-kata bijak Bahasa Jawa yang berisi nasehat kehidupan untuk Anda. Kalimat bijak bahasa Jawa yang kita bahas kali ini adalah: Pangeran Iku Moho Kuwoso, Pepesthen Soko Kersaning Pangeran Ora Ono Sing Biso Murungke. Menurut buku Falsafah Adi Luhung, peribahasa Jawa ini memiliki arti Tuhan itu Maha Kuasa, bila Dia berkehendak maka tak seorangpun akan bisa menahanNya.

Menurut Sudjono (2013), pada dasarnya, masyarakat Jawa sudah mengenal konsep ketuhanan sejak sebelum Islam datang, akan tetapi rasa ketuhanan ini semakin kuat saat Walisongo dengan sukses menyebarkan agama Islam, yang tentunya dengan susah payah dan melalui pendekatan budaya dan kelemahlembutan tutur kata.

Sedangkan falsafah ketuhanan di atas adalah falsafah yang dikembangkan dari ajaran Islam yang berasal dari QS. Yasin ayat 82 yang berarti: “Sesungguhnya keadaanNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: Jadilah! Maka terjadilah ia.”

Kekuasaan mutlak ada di tangan Tuhan, tak ada satupun yang dapat menahannya. Kita hanya bisa berusaha dan pada satu titik harus sadar bahwa segala kejadian adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Konsep ini mengetengahkan pada sebuah keyakinan bahwa tak ada sesuatupun di alam semesta ini yang terjadi kecuali dengan kehendakNya. Manusia hanya bisa berencana dan Tuhanlah yang menentukan.

Dengan mengetahui dan mempercayai hal ini, level kekebalan manusia terhadap apa yang akan terjadi bisa menjadi lebih survive karena ia sudah menyediakan skenario di luar skenario yang coba dijalankanNya. Konsep qadha’ dan qadhar adalah dua konsep yang dipercaya dengan sungguh hati oleh orang Jawa. Sifat ini pada tingkat lanjut dapat membuat hati siapa saja yang mempercayainya menjadi lebih lapang akan kenyataan hidup yang terjadi.

Dengan sikap ini pula, warga di lereng gunung Semeru tetap tinggal di sekitarnya, karena mereka percaya bahwa anugerah kenikmatan dan bencana adalah semata-mata adalah kehendak Sang Hyang Widi, Tuhan pencipta alam semesta. Konsep ini berhubungan dengan konsep sumeleh yang kita bahas pada artikel sebelumnya. Konsep sumeleh tidak bisa dijalankan jika konsep falsafah kedua ini tidak dijalankan. Sumeleh adalah sikap atas kepercayaan bahwa tak ada yang bisa mencegah atau menolak semua hal yang telah digariskan olehNya.

Semoga artikel nasehat bijak bahasa Jawa ini bisa menambah motivasi hidup Anda. Mari kita pelajari kekayaan khazanah budaya Nusantara.

Daftar Pustaka:

Sudjono. 2013. Nguri-uri Pitutur Luhur Falsafah Adi Luhung. CV. Karya Mandiri Sentosa: Ngawi

11 Replies to “Pangeran Iku Moho Kuwoso, Pepesthen Soko Kersaning Pangeran Ora Ono Sing Biso Murungke”

  1. kalau Tuhan sudah berkehendak, maka tidak ada yang tidak mungkin. semua bisa saja terjadi. bahkan saat manusia tidak menyangka, bisa saja terjadi.

  2. Saya yakin Tuhan Maha Adil dalam membuat takdir kepada manusia. Saya juga yakin hanya doa tulus yang mampu mengubah takdir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *