Wong Linuwih Iku Ambeg Welasan Lan Sugih Pangapuro

Asal-usul Kerajaan Pulau Majeti dan Legenda Ki Selang Kuning
Asal-usul Kerajaan Pulau Majeti dan Legenda Ki Selang Kuning

Apa kabar kawan blogger Jombang? Semoga hari ini Anda selalu sehat dan sukses menjalani aktifitas. The Jombang Taste hadir kembali menginspirasi Anda melalui kata-kata bijak Bahasa Jawa yang berbunyi: wong linuwih iku ambeg welasan lan sugih pangapuro. Nasehat bijak Bahasa Jawa ini memiliki makna bahwa orang yang punya kelebihan akan mudah kasihan dan mudah memaafkan. Salah satu ciri manusia bijak adalah mudah memaafkan kesalahan orang lain, bahkan sebelum orang lain itu meminta maaf.

Dalam Al-Qur ‘an disebutkan: “Dan bersegeralah kamu sekalian kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi (yang) dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang menafkahkan (hartanya) dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit, dan orang-orang yang (dapat) menahan amarah, dan memaajkan (kesalahan) manusia, dan Alloh mencintai orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Ali Imron: 133-134)

Alloh SWT menyukai dan mencintai orang-orang yang welasan, yaitu orang yang mempunyai belas asih dan kasih sayang dalam hatinya, baik dalam keadaan ia senang maupun sedih, baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit. Dan Alloh SWT menyukai dan mencintai orang yang dapat memaafkan kesalahan manusia. Memaafkan orang lain tidak akan merendahkan harga diri Anda. Sebaliknya, memaafkan menunjukkan sikap kesatria Anda.

Proses untuk mendapatkan rasa welasan ini, dilakukan dengan cara terus mengasah welas asih kita pada saat kita lapang, kalau sudah terbiasa dengan sikap welasan saat lapang maka saat sempit kita akan lebih mudah untuk melakukan hal yang serupa seperti saat kita dalam keadaan lapang. Lihat betapa hinanya asal-usul manusia yang berasal dari setetes air hina. Oleh karena itu, tidak ada gunanya bersikap sombong terhadap orang lain.

Dan sebaliknya, jika tak biasa mempunyai sifat welas asih saat kita dalam keadaan lapang, maka bagaimana mungkin sifat ini akan muncul pada kita saat kita dalam keadaan sempit. Logikanya adalah bagaimana kita bisa bersedekah pada orang saat kita dalam keadaan tidak punya uang sedang selagi kita punya uang kita tak mau bersedekah. Andai kata Anda tidak memiliki harta untuk disedekahkan, minimal tutur kata yang baik dan senyum tulus Anda bisa menjadi sedekah yang murah meriah dan membawa berkah.

Sedangkan sikap sugih pangapura, itu juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan seperti kita mengkhutbahkannya pada orang lain. Ada tingkatan di sini, yaitu sebelum kita belajar memaafkan orang, maka mulailah dengan selalu berusaha menahan amarah kita saat ego kita berkata bahwa kita berhak marah atas orang lain. Setelah berlatih mengendalikan amarah, maka kita bisa mulai untuk belajar memaafkan.

Dalam QS. Ali Imron diatas kenapa kata lapang disebut sebelum sempit dan kata menahan amarah disebut sebelum memaafkan, karena yang disebut belakangan itu lebih sulit untuk melakukannya. Maka tahapan yang bisa dilakukan adalah cobalah dengan cara yang lebih ringan yaitu memeliki welas asih saat kau lapang dan belajarlah menahan amarah. Jika itu semua dapat kau lakukan maka yakinlah bahwa kau telah jadi kekasih Tuhan. Demikian inspirasi The Jombang Taste hari ini untuk Anda. Semoga kata-kata bijak Bahasa Jawa ini mampu menambah motivasi diri Anda.

Daftar Pustaka:

Sudjono. 2013. Nguri-uri Pitutur Luhur Falsafah Adi Luhung. CV. Karya Mandiri Sentosa: Ngawi

3 Replies to “Wong Linuwih Iku Ambeg Welasan Lan Sugih Pangapuro”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *