Pada Jumat, 30 Januari 2026, Kabupaten Jombang menandai babak baru dalam upaya revitalisasi aset wisata daerah melalui launching resmi program Eling Gahana (Edukasi Lingkungan dan Pencegahan Bencana) serta Jombang Creative Hub di kawasan Taman Tirta Wisata, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan. Acara ini dipimpin langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali taman legendaris yang sempat mati suri selama bertahun-tahun.
Taman Tirta Wisata, yang dibangun pada tahun 1973, dulu menjadi ikon kebanggaan warga Jombang sebagai satu-satunya destinasi rekreasi keluarga dengan fasilitas kolam renang dewasa dan anak-anak, water slide, kolam pemancingan, danau buatan, serta area hijau rindang. Namun, seiring waktu, kawasan ini mengalami penurunan drastis: wahana rusak, pengunjung menurun, dan pendapatan asli daerah (PAD) dari aset ini bahkan tak mencapai Rp15 juta hingga akhir 2025. Kondisi ini membuatnya sering disebut “mati suri”, bahkan mengakibatkan kerugian bagi pemkab setiap tahunnya.
Revitalisasi yang dimulai pada awal 2026 ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan transformasi menyeluruh menjadi ruang publik produktif yang mengintegrasikan edukasi, kreativitas, dan ekonomi masyarakat. Bupati Warsubi menegaskan komitmennya: revitalisasi Taman Tirta Wisata tidak hanya mengaktifkan kembali kawasan wisata, tetapi juga menjadikannya pusat edukasi lingkungan, ruang berkreasi bagi anak muda, serta penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Visi Pembangunan Berkelanjutan
Warsubi, yang menjabat Bupati Jombang sejak Februari 2025, dikenal sebagai pemimpin yang fokus pada pembangunan inklusif dan berbasis masyarakat. Dengan latar belakang hukum dan manajemen, ia sering menekankan pentingnya lingkungan sebagai warisan generasi mendatang. Pada berbagai kesempatan, termasuk penghargaan prestasi hijau yang diraih Jombang di tingkat provinsi dan nasional sepanjang 2025, Warsubi menyatakan bahwa kesadaran lingkungan harus tumbuh dari bawah—mulai dari kampung, sekolah, hingga pondok pesantren.
Launching Eling Gahana dan Jombang Creative Hub selaras dengan visi “Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua”. Program ini menjadi bagian dari strategi Disporapar untuk mengoptimalkan aset daerah yang kurang dimanfaatkan, sekaligus merespons tantangan perubahan iklim, banjir musiman di Jombang, serta kebutuhan ruang kreatif bagi generasi muda di era digital.
Program Eling Gahana
Eling Gahana merupakan akronim dari Edukasi Lingkungan dan Pencegahan Bencana. Program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, sekaligus membekali masyarakat dengan pengetahuan pencegahan bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan—yang sering melanda wilayah Jombang akibat curah hujan tinggi dan alih fungsi lahan.
Acara launching dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan open gate, diikuti senam pagi bersama masyarakat, pelepasan ribuan benih ikan nila dan tombros ke kolam sebagai simbol pelestarian ekosistem air, serta sesi edukasi lingkungan interaktif. Bupati Warsubi secara simbolis menebar 2.000 ekor benih ikan, menandai komitmen revitalisasi ekologi kawasan.
Program ini melibatkan kolaborasi multipihak, termasuk BPBD Kabupaten Jombang, sekolah-sekolah, komunitas pemuda, dan pondok pesantren. Kegiatan rutin direncanakan mencakup workshop pengelolaan sampah, penanaman pohon, simulasi evakuasi bencana, serta kampanye “Eling” (sadar) terhadap dampak perubahan iklim. Tujuannya: menjadikan Taman Tirta Wisata sebagai living lab pendidikan lingkungan yang hidup dan menarik bagi anak muda serta keluarga.
Jombang Creative Hub
Sisi lain dari revitalisasi adalah Jombang Creative Hub, sebuah platform yang menyediakan ruang bagi anak muda, seniman, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif untuk berkolaborasi, berkarya, dan berinovasi. Hub ini hadir dengan booth-booth UMKM, panggung seni, zona co-working, serta area display karya seni dan produk lokal.
Pada hari launching, pengunjung dapat menikmati gelar ekonomi kreatif, penampilan seni budaya, hingga interaksi langsung dengan pelaku kreatif. Bupati Warsubi menyempatkan diri mengunjungi booth-booth, berbincang dengan pengrajin, dan mengapresiasi semangat generasi muda Jombang. “Saya ingin Taman Tirta Wisata kembali menjadi taman hiburan rakyat yang hidup, inovatif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” ujarnya.
Creative hub ini diharapkan menjadi katalisator ekonomi kreatif di Jombang, kabupaten yang kaya akan talenta seni, desain, kuliner, dan konten digital. Dengan lokasi strategis di pinggir Jalan Soekarno-Hatta, akses mudah dari pusat kota, kawasan ini berpotensi menarik wisatawan dari luar daerah, sekaligus meningkatkan PAD melalui retribusi wisata dan pajak UMKM.
Kegiatan Launching: Meriah dan Penuh Makna
Acara berlangsung meriah sejak pagi. Ribuan warga memadati kawasan, mulai dari keluarga, pelajar, hingga komunitas pemuda. Selain senam pagi dan pelepasan benih ikan, ada edukasi pencegahan bencana oleh BPBD, pameran karya kreatif, serta penampilan seni seperti drumband dan musik tradisional.
Kolaborasi lintas dinas terlihat jelas: Disporapar sebagai inisiator, dibantu Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dukcapil, dan mitra swasta. Kehadiran Bupati Warsubi memberikan legitimasi tinggi, sekaligus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga dan mengembangkan aset bersama ini.
Sejarah Taman Tirta Wisata: Dari Kejayaan ke Revitalisasi
Taman Tirta Wisata dibangun pada era 1970-an sebagai respons kebutuhan rekreasi masyarakat Jombang yang saat itu minim pilihan wisata. Dengan danau buatan, kolam renang, water slide, dan area hijau, tempat ini menjadi primadona—tempat liburan keluarga, piknik, hingga acara sekolah.
Namun, sejak 1990-an hingga 2020-an, pengelolaan kurang optimal menyebabkan degradasi: fasilitas rusak, sampah menumpuk, dan minim promosi. Pada 2024-2025, kondisi semakin memprihatinkan, dengan water slide tak berfungsi dan pendapatan minim. Upaya pegiat budaya dan warga sempat dilakukan, tapi baru di era kepemimpinan Warsubi ada komitmen serius dari pemkab untuk merevitalisasi.
Dampak dan Harapan ke Depan
Revitalisasi ini diharapkan membawa multiplier effect: peningkatan wisatawan, lapangan kerja bagi warga sekitar Desa Keplaksari, pelestarian lingkungan melalui edukasi, serta pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan konsep hybrid—wisata, edukasi, dan kreativitas—Taman Tirta Wisata berpotensi menjadi ikon baru Jombang, selaras dengan branding “Kota Santri” yang kini diperkaya dengan elemen modern dan berkelanjutan.
Tantangan tetap ada, seperti pemeliharaan berkelanjutan, pengelolaan sampah, dan koordinasi antarpihak. Namun, dengan dukungan Bupati Warsubi dan kolaborasi masyarakat, langkah awal ini diyakini menjadi fondasi kuat untuk masa depan.
Tonggak Kebangkitan Taman Tirta Wisata
Launching Eling Gahana dan Jombang Creative Hub pada 30 Januari 2026 bukan akhir, melainkan awal dari transformasi Taman Tirta Wisata menjadi ruang publik yang hidup, edukatif, dan produktif. Di bawah kepemimpinan visioner Bupati Warsubi, Jombang menunjukkan komitmen nyata untuk melestarikan warisan sekaligus beradaptasi dengan zaman. Kawasan ini kini bukan lagi kenangan masa lalu, melainkan harapan masa depan bagi generasi muda, lingkungan yang lestari, dan ekonomi masyarakat yang lebih sejahtera.


