Tape Bondowoso: Manisnya Warisan Budaya Indonesia

Tape Bondowoso, makanan fermentasi berbahan dasar singkong yang manis dan lembut, telah menjadi ikon kuliner dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Dijuluki sebagai “Kota Tape”, Bondowoso tidak hanya menyajikan rasa yang khas, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang mendalam. Kuliner ini bukan sekadar camilan, melainkan representasi dari kearifan lokal yang telah bertahan lintas generasi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi asal usul Tape Bondowoso, statusnya sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, keterampilan tradisional dalam pembuatannya, serta upaya promosi sebagai makanan alternatif yang sehat dan lezat. Melalui pemahaman ini, diharapkan masyarakat semakin menghargai dan melestarikan warisan ini.

Baca Selengkapnya

Cakee Sumenep, Kuliner Khas Pulau Madura sebagai Warisan Budaya tak Benda

Di tengah hiruk-pikuk hajatan pernikahan di Kabupaten Sumenep, Madura, satu hidangan selalu menjadi pembuka yang paling ditunggu: Cakee (atau Cake). Bukan kue manis yang dibayangkan orang kota, melainkan sup kental berkuah merah dengan isian daging, lidah sapi, udang, dan sayuran yang gurih mewah. Cakee bukan sekadar makanan, tapi simbol kemakmuran dan kebersamaan dalam tradisi Sumenep. Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia sejak 2020, kuliner ini kini menjadi kebanggaan Madura yang terus berevolusi.

Baca Selengkapnya

Kerupuk Abang Ijo: Ikon Kuliner dan Warisan Budaya tak Benda dari Kabupaten Bojonegoro

Asal Usul Kerupuk Abang Ijo

Kerupuk Abang Ijo, atau yang lebih dikenal sebagai Kerupuk Klenteng Rasa Asli, merupakan salah satu warisan kuliner paling ikonik dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Makanan ringan ini tidak hanya menjadi pelengkap hidangan sehari-hari masyarakat setempat, tetapi juga simbol ketahanan budaya dan ekonomi daerah. Dengan bentuk spiral yang unik dan warna-warni cerah, merah (abang), hijau (ijo), kuning, serta putih, kerupuk ini telah bertahan hampir satu abad, bahkan diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2024.

Baca Selengkapnya

Makanan Tradisional Ledre, Warisan Budaya tak Benda dari Kabupaten Bojonegoro

Asal Usul Ledre

Ledre, camilan renyah berbentuk gulungan tipis dengan aroma pisang yang khas, merupakan ikon kuliner dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dijuluki “Kota Ledre”, Bojonegoro bangga dengan jajanan ini yang bukan hanya lezat, tapi juga sarat sejarah. Ledre lahir dari masa sulit penjajahan, sebagai simbol kreativitas masyarakat dalam menghadapi kelaparan. Kini, ledre telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sejak 2021, menegaskan nilai budayanya yang abadi.

Asal usul ledre bermula pada era penjajahan, tepatnya sekitar tahun 1930-an hingga 1943, saat peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Pada masa itu, masyarakat Bojonegoro menghadapi kelaparan parah karena romusha dan penyitaan hasil bumi oleh penjajah. Bahan makanan pokok seperti beras langka, sehingga warga memanfaatkan gaplek (singkong kering) dan pisang yang melimpah. Beberapa sumber menyebut ledre pertama kali diciptakan oleh seorang perempuan keturunan Tionghoa bernama Mak Min Tjie di kawasan Pecinan Padangan, Bojonegoro, sekitar 1932. Ia menciptakan camilan ini untuk membantu keluarga dan tetangga mengatasi paceklik. Awalnya, ledre berbentuk lembaran pipih sederhana, dijual dalam keranjang dilapisi kertas dan diikat gedebog pisang.

Baca Selengkapnya

Pecel Madiun: Kuliner Ikonik Jawa Timur yang Kaya Sejarah dan Nutrisi

Pecel Madiun merupakan salah satu kuliner tradisional yang menjadi kebanggaan Kota Madiun, Jawa Timur. Hidangan ini terdiri dari sayuran rebus yang disiram bumbu kacang pedas manis, sering disajikan dengan nasi putih hangat dan pelengkap seperti rempeyek atau tempe goreng. Sebagai ikon kuliner Nusantara, pecel Madiun tidak hanya menggugah selera, tapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Jawa dalam memanfaatkan bahan alam. Diakui sebagai bagian dari warisan budaya, pecel telah berkembang dari makanan sederhana menjadi komoditas perdagangan yang mendukung ekonomi daerah. Artikel ini akan membahas asal usulnya, ragam penyajian, kandungan nutrisi, serta perkembangan perdagangan di Jawa Timur, menekankan pentingnya pelestarian di era modern.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi Kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Jawa Timur yang Wajib Dicoba

Asal Usul, Resep, dan Kandungan Gizi Sego Krawu Kuliner Khas Gresik yang Menggugah Selera Makan

Jawa Timur bukan hanya kaya akan keindahan alam dan budaya, tapi juga surganya kuliner tradisional yang menggugah selera. Beberapa hidangan khas dari provinsi ini bahkan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ini dia rekomendasi kuliner dari WBTbI Jawa Timur yang wajib banget dicoba! Dari Lontong Balap Surabaya yang legendaris, Rawon Nguling yang kuahnya unik, Nasi Krawu Gresik yang lengkap, Ayam Lodho Trenggalek/Tulungagung yang pedas gurih, sampai Pecel Madiun yang segar!

Baca Selengkapnya

Jajanan Tradisional Dumbek Tuban Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Asal Usul, Resep, dan Kandungan Gizi Dumbek

Dumbek, atau sering disebut Dumbeg, adalah jajanan tradisional ikonik dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kudapan ini berbentuk memanjang seperti terompet, dibungkus daun siwalan (lontar) yang dililit spiral, dengan tekstur kenyal lembut dan rasa manis gurih yang legit. Dumbek terbuat dari bahan sederhana seperti tepung beras, gula merah, santan, dan parutan kelapa, membuatnya menjadi camilan favorit masyarakat pesisir utara Jawa. Populer sebagai takjil Ramadan, suguhan Lebaran, atau oleh-oleh, dumbek kini semakin dikenal hingga luar negeri seperti Malaysia.

Baca Selengkapnya

Kuliner Becek Menthok Sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Tuban

Asal Usul, Resep, dan Kandungan Gizi Becek Menthok Becek Menthok, atau sering disebut Nasi Becek Menthok, adalah salah satu kuliner ikonik dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Hidangan ini berupa kuah kental mirip gulai atau kare, dengan bahan utama daging menthok (entok atau itik serati) yang dimasak bersama santan dan rempah-rempah khas. Rasanya gurih, pedas, dan … Baca Selengkapnya

Sego Krawu dari Gresik sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang Perlu Dilestarikan

Asal Usul, Resep, dan Kandungan Gizi Sego Krawu Kuliner Khas Gresik yang Menggugah Selera Makan

Sego Krawu, atau yang lebih dikenal sebagai Nasi Krawu, adalah salah satu ikon kuliner dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Makanan ini tidak hanya lezat dengan perpaduan rasa gurih, pedas, dan manis, tetapi juga menyimpan cerita sejarah yang menarik. Sego Krawu biasanya disajikan dengan nasi putih hangat, daging sapi suwir, serundeng kelapa dalam dua warna (putih dan kuning), serta sambal terasi yang menyengat. Hidangan ini sering menjadi pilihan sarapan atau makan siang bagi warga lokal, dan kini semakin populer di kalangan wisatawan. Dalam artikel ini, kita akan membahas asal usulnya, resep pembuatannya, serta kandungan gizinya, yang membuatnya tidak hanya enak tapi juga bergizi.

Baca Selengkapnya

Semanggi Suroboyo: Kuliner Tradisional sebagai Pengetahuan Tradisional Warisan Budaya Tak Benda

Semanggi Suroboyo Kuliner Tradisional sebagai Pengetahuan Tradisional Warisan Budaya Tak Benda

Dalam khazanah kuliner Indonesia yang kaya akan keberagaman, Semanggi Suroboyo berdiri tegak sebagai ikon pengetahuan tradisional yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Surabaya. Makanan sederhana in terdirri dari daun semanggi (Marsilea crenata) yang dikukus, disiram bumbu kacang, dan disajikan dengan taoge, kangkung, tauge, dan kerupuk. Kuliner ini bukan hanya sekadar hidangan sehari-hari. Ia adalah representasi dari adaptasi manusia terhadap lingkungan, simbol ketangguhan arek Suroboyo di tengah urbanisasi, serta warisan budaya tak benda (WBTB) yang diakui oleh Kemendikbudristek pada tahun 2022.

Baca Selengkapnya